Iran Murka Kapal Perangnya Diserang Torpedo: AS Akan Sangat Menyesal!

Internasional

Iran Murka Kapal Perangnya Diserang Torpedo: AS Akan Sangat Menyesal!

Novi Christiastuti - detikJogja
Kamis, 05 Mar 2026 15:40 WIB
Iranian Foreign Minister Abbas Araghchi attends a joint press conference with his Iraqi counterpart Fuad Hussein, in Tehran on January 18, 2026. (AFP)
TitleMenlu Iran Abbas Araghchi (Foto: dok. AFP)
Jogja -

Iran merespons salah satu kapal perangnya yang tenggelam usai diserang torpedo kapal selam Amerika Serikat (AS) di Samudra Hindia. Teheran menegaskan Washington bakal sangat menyesali tindakannya itu.

Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi, Kamis (5/3/2026). Dilansir detikNews dari AFP, Araghchi menuduh AS melakukan kekejaman dengan menenggelamkan kapal Angkatan Laut Iran di lepas pantai Sri Lanka.

Araghchi menyebut serangan AS itu dilancarkan di perairan internasional tanpa adanya peringatan. Dia menyinggung soal preseden yang ditetapkan AS dengan serangannya terhadap kapal perang IRIS Dena itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"AS telah melakukan kekejaman di laut, 2.000 mil jauhnya dari pantai Iran. Kapal fregat Dena, tamu Angkatan Laut India yang membawa hampir 130 pelaut, dihantam di perairan internasional tanpa peringatan," kecam Araghchi dalam pernyataan via media sosial X.

"Ingat kata-kata saya: AS akan sangat menyesali preseden yang telah ditetapkannya," tegas Menlu Iran tersebut.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Pete Hegseth telah mengumumkan sebuah kapal selam AS telah mengenggelamkan kapal perang Iran di Samudra Hindia, tepatnya di lepas pantai Sri Lanka.

"Sebuah kapal selam Amerika menenggelamkan sebuah kapal perang Iran yang mengira mereka aman di perairan internasional. Namun, kapal itu justru ditenggelamkan oleh torpedo," sebutnya.

Hegseth menyebut serangan itu sebagai "kematian senyap" dan penenggelaman kapal musuh pertama oleh AS dengan torpedo sejak Perang Dunia II.

Kapal Perang Iran Sempat Kirim Panggilan Darurat

Juru bicara Angkatan Laut Sri Lanka, Buddhika Sampath, menyebutkan kapal perang Iran itu sempat mengirimkan panggilan darurat saat fajar. Namun, IRIS Dena telah telah tenggelam sepenuhnya saat kapal penyelamat mencapai area perairan tersebut dalam waktu satu jam, menyisakan bercak minyak di permukaan laut.

Kapal perang Iran itu dilaporkan sempat mengikuti latihan militer di pelabuhan Visakhapatnam di India bagian timur. Serangan itu, menurut Angkatan Laut Sri Lanka, terjadi di perairan berjarak 40 kilometer sisi selatan Galle.

Sampath menjelaskan respons yang diberikan Sri Lanka terhadap panggilan darurat itu sesuai dengan kewajiban maritim negaranya.

"Ini berada di dalam area pencarian dan penyelamatan kami di Samudra Hindia," ucapnya kepada AFP.

Sri Lanka menegaskan tetap netral dan telah berulang kali mendesak dialog untuk menyelesaikan konflik di Timur Tengah. Insiden serangan torpedo AS ke kapal perang Iran ini menewaskan sedikitnya 87 tentara, dan 61 orang dinyatakan hilang.



(ams/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads