Kapal Perang Iran Karam Dihantam Torpedo AS, 87 Tentara Tewas

Internasional

Kapal Perang Iran Karam Dihantam Torpedo AS, 87 Tentara Tewas

Novi Christiastuti - detikJogja
Kamis, 05 Mar 2026 13:22 WIB
Title
Tangkapan layar dari video yang dirilis AS menunjukkan momen serangan torpedo menghantam kapal perang Iran di Samudra Hindia
TitleTangkapan layar dari video yang dirilis AS menunjukkan momen serangan torpedo menghantam kapal perang Iran di Samudra Hindia. Foto: AFP PHOTO/US DEPARTMENT OF DEFENSE/HANDOUT
Jogja -

Satu unit kapal perang iran, IRIS Dena, tenggelam di lepas pantai Sri Lanka usai diserang oleh torpedo yang diluncurkan kapal selam Amerika Serikat (AS). Akibatnya, 87 tentara Iran tewas, dan 67 tentara lainnya dilaporkan hilang.

Insiden itu terjadi pada Rabu (5/3/2026) waktu setempat. Sebanyak 32 tentara Iran lainnya berhasil diselamatkan Angkatan Laut Sri Lanka, dengan mayoritas mengalami luka-luka.

Kapal perang Iran ini tenggelam saat serangan gabungan AS dan Israel sejak akhir pekan kemarin meluas hingga ke wilayah Timur Tengah. Dilansir detikNews dari AFP, Kamis (5/3), Angkatan Laut Sri Lanka telah mengevakuasi sedikitnya 87 jenazah tentara Iran dari kapal perang yang ditenggelamkan oleh torpedo AS itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami telah mengevakuasi 87 jenazah, dan pencarian masih dilakukan untuk yang lainnya yang masih hilang," kata seorang pejabat Angkatan Laut Sri Lanka, yang tidak disebut namanya, kepada AFP.

ADVERTISEMENT

Juru bicara kepolisian setempat dan Angkatan Laut Sri Lanka melaporkan sedikitnya 61 tentara Iran masih hilang. Menteri Luar Negeri (Menlu) Sri Lanka, Vijitha Herath, mengumumkan pasukan Sri Lanka telah mengevakuasi 32 tentara Iran dari kapal perang jenis kapal fregat yang tenggelam itu.

Para tentara yang diselamatkan itu kini mendapatkan perawatan medis di salah satu rumah sakit di kota Galle. Seorang fotografer AFP di Sri Lanka melaporkan puluhan jenazah yang diduga tentara Iran yang menjadi korban tewas, dibawa masuk ke rumah sakit setempat pada Rabu (4/3) malam.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Pete Hegseth telah mengumumkan sebuah kapal selam AS telah mengenggelamkan kapal perang Iran di Samudra Hindia, tepatnya di lepas pantai Sri Lanka.

"Sebuah kapal selam Amerika menenggelamkan sebuah kapal perang Iran yang mengira mereka aman di perairan internasional. Namun, kapal itu justru ditenggelamkan oleh torpedo," sebutnya.

Hegseth menyebut serangan itu sebagai "kematian senyap" dan penenggelaman kapal musuh pertama oleh AS dengan torpedo sejak Perang Dunia II.

Keterangan juru bicara Angkatan Laut Sri Lanka, Buddhika Sampath, menyebutkan kapal perang Iran itu mengirimkan panggilan darurat saat fajar, tetapi telah tenggelam sepenuhnya ketika kapal penyelamat mencapai area perairan tersebut dalam waktu satu jam, menyisakan bercak minyak di permukaan laut.

Kapal perang Iran itu dilaporkan sempat mengikuti latihan militer di pelabuhan Visakhapatnam di India bagian timur. Serangan itu, menurut Angkatan Laut Sri Lanka, terjadi di perairan berjarak 40 kilometer sebelah selatan Galle.

Sampai saat ini Iran belum berkomentar soal tenggelamnya kapal perang miliknya ini. Duta Besar Iran di Kolombo, Alireza Delkhosh, belum bisa dihubungi.

Sampath menjelaskan respons yang diberikan Sri Lanka terhadap panggilan darurat itu sesuai dengan kewajiban maritim negaranya.

"Ini berada di dalam area pencarian dan penyelamatan kami di Samudra Hindia," ucapnya kepada AFP.

Sri Lanka menegaskan tetap netral dan telah berulang kali mendesak dialog untuk menyelesaikan konflik di Timur Tengah.




(ams/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads