Tanah Gerak Rusak 6 Rumah dan 1 Masjid di Perumahan Sedayu Bantul

Tanah Gerak Rusak 6 Rumah dan 1 Masjid di Perumahan Sedayu Bantul

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Rabu, 04 Mar 2026 21:54 WIB
Rekahan tanah yang muncul di salah satu perumahan di Argosari, Sedayu, Bantul, Rabu (4/3/2026).
Rekahan tanah yang muncul di salah satu perumahan di Argosari, Sedayu, Bantul, Rabu (4/3/2026). Foto: Dok. BPBD Bantul
Bantul -

Hujan deras yang mengguyur Kapanewon Sedayu membuat rekahan tanah muncul di salah satu perumahan di Argosari, Sedayu, Bantul. Akibatnya, tujuh bangunan mengalami kerusakan, empat di antaranya rusak berat.

Sekretaris BPBD Bantul, Ribut Bimo Haryo Tejo mengatakan kejadian tanah gerak itu bermula saat hujan deras mengguyur Argosari pada Jumat (26/2/2026). Akibatnya, muncul rekahan tanah di sekitar perumahan warga.

"Hingga hari ini rekahan itu bertambah menjadi sekitar 50 meter," katanya saat dihubungi wartawan, Rabu (4/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alhasil, beberapa rumah mengalami kerusakan. Bahkan ada pula rumah yang mengalami kerusakan berat.

"Total ada tujuh bangunan yang rusak, rinciannya empat rumah mengalami kerusakan berupa retak pada tembok dan penurunan konstruksi bangunan. Sedangkan dua rumah dan satu masjid rusak sedang," ujarnya.

ADVERTISEMENT
Rekahan tanah yang muncul di salah satu perumahan di Argosari, Sedayu, Bantul, Rabu (4/3/2026).Rekahan tanah yang muncul di salah satu perumahan di Argosari, Sedayu, Bantul, Rabu (4/3/2026). Foto: Dok. BPBD Bantul

Ribut menjelaskan, berdasarkan hasil asesmen, 20 tahun yang lalu terdapat lahan kosong dan dibangun menjadi perumahan tersebut. Namun tanah di lahan tersebut tidak rata.

"Karena tanah yang tidak rata itu diuruk dan dijadikan perumahan. Lalu hari Jumat terjadi hujan deras dengan waktu yang cukup lama sehingga mengalami penurunan tanah atau pergerakan tanah labil (pada tanah uruk)," ucapnya.

Ribut menyatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Adapun kerugian material ditaksir mencapai Rp 1 miliar.

"Dari empat rumah yang rusak berat itu, tiga tidak dihuni atau kosong. Nah, satunya dihuni dan sekarang penghuninya pindah ke rumah kontrakan," katanya.

Ribut menambahkan, saat ini pengembang perumahan masih melakukan pemantauan. Selain itu, warga perumahan meminta tim geologi untuk melakukan penelitian lebih lanjut.




(dil/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads