Belasan Rumah di Sleman Rusak Diterjang Hujan Angin

Belasan Rumah di Sleman Rusak Diterjang Hujan Angin

Jauh Hari Wawan S - detikJogja
Rabu, 04 Mar 2026 21:32 WIB
Puluhan pohon dilaporkan tumbang dan belasan rumah warga di Sleman rusak usai hujan lebat dan angin kencang melanda.
Penugas gabungan melakukan penanganan dampak hujan angin di Sleman. Foto: Dok. BPBD Sleman.
Sleman -

Hujan lebat disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sleman, siang hingga sore tadi. Dampaknya, puluhan pohon dilaporkan tumbang dan belasan rumah warga mengalami kerusakan pada bagian atap serta pagar.

Kepala Pelaksana BPBD Sleman, R. Haris Martapa, mengonfirmasi bahwa cuaca ekstrem ini terjadi merata di beberapa kapanewon. Berdasarkan data sementara, wilayah Kapanewon Kalasan menjadi lokasi dengan dampak kerusakan paling banyak.

"Laporan dampak cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang. Titik terbanyak berada di Kapanewon Kalasan, selain itu juga melanda Ngaglik, Depok, Ngemplak, hingga Gamping," kata Haris saat dikonfirmasi, Rabu (4/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia merinci, di wilayah Senden 2, Selomartani, Kalasan, tercatat sedikitnya 11 rumah warga mengalami kerusakan akibat genteng yang berterbangan disapu angin. Sementara itu di beberapa titik lain di Kapanewon yang sama, pohon-pohon besar jenis jati, melinjo, hingga bambu tumbang menimpa rumah dan menutup akses jalan kampung.

ADVERTISEMENT

"Untuk di Senden 2, mayoritas kerusakan pada bagian atap atau genteng yang berterbangan. Ada juga pohon jati dan bambu di Tamanmartani yang menimpa atap rumah warga, serta pohon pakel yang mengenai pagar dan teras," jelasnya.

Tak hanya bangunan, fasilitas umum juga terdampak. Di Condongcatur, Depok, sebuah pohon ketapang patah menimpa jaringan wifi dan sempat menutup akses jalan.

Sementara di Sariharjo, Ngaglik, sebuah pohon klengkeng tumbang dan menimpa beberapa sepeda motor yang sedang diparkir.

"Tim gabungan dari TRC BPBD, warga, relawan, Polri, TNI bergerak menangani kejadian hari ini. Sebagian sudah tertangani," ujarnya.

Selain dampak angin kencang, curah hujan yang tinggi juga memicu kerusakan infrastruktur. Di Mejing Wetan, Ambarketawang, Gamping, pondasi jalan di Perum Darusalam 1 dilaporkan retak akibat gerusan air hujan.

"Untuk penanganan yang belum selesai sore ini, akan dilanjutkan kembali oleh tim esok pagi, kecuali jika ada kejadian yang bersifat darurat atau menyusul," pungkasnya.




(apl/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads