Pria Tewas Dibacok Saat Tidur di Bantul Ternyata Anggota Joxzin

Pria Tewas Dibacok Saat Tidur di Bantul Ternyata Anggota Joxzin

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Jumat, 27 Feb 2026 12:15 WIB
Brigade Joxzin mendatangi Polres Bantul untuk menyampaikan surat terbuka ke Kapolres Bantul terkait kasus pembunuhan di Sedayu yang menewaskan salah satu anggotanya, Jumat (27/2/2026).
Brigade Joxzin mendatangi Polres Bantul untuk menyampaikan surat terbuka ke Kapolres Bantul terkait kasus pembunuhan di Sedayu yang menewaskan salah satu anggotanya, Jumat (27/2/2026). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja
Bantul -

Pria yang menjadi korban pembunuhan di Kaliurang, Argomulyo, Sedayu, Bantul ternyata anggota organisasi masyarakat (ormas) Brigade Joxzin. Korban yang bernama Kitin Yoga Tama Rustamaji atau YTR (36) itu disebut sudah lama menjadi anggota ormas tersebut.

"Kalau untuk korban memang tergabung dan menjadi anggota Joxzin," kata Anggota Tim Hukum dan HAM Brigade Joxzin, Mohamad Novweni, kepada wartawan di Polres Bantul, Jumat (22/2/2026).

Hani sapaannya, mengungkapkan korban sudah menjadi anggota Brigade Joxzin lebih dari lima tahun. Bahkan, korban sudah memiliki kartu tanda anggota (KTA) Brigade Joxzin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sejak tahun 2019, sudah ber-KTA Joxzin," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Massa Joxzin Geruduk Polres Bantul

Dalam kesempatan ini, Hani datang bersama rombongan Brigade Joxzin ke Polres Bantul. Mereka berharap kasus pembunuhan terhadap rekannya bisa terungkap.

Rombongan ini datang mengenakan pakaian hitam dengan tulisan Joxzin berwarna hijau. Perwakilan rombongan kemudian diterima Kapolres Bantul untuk audiensi.

"Nah, teman-teman hari ini menyampaikan surat terbuka kepada Kapolres. Tadi dari Polres juga sudah menyampaikan upaya-upaya yang sudah dilakukan dari Polres bekerja sama dengan Polda, yang mana kasus ini sudah menjadi atensi untuk pengungkapan agar bisa lebih cepat terungkap, seperti itu," kata Hani kepada wartawan di Polres Bantul.

Novweni menyebut dalam surat terbuka itu Brigade Joxzin beharap kasus segera diungkap guna mengantisipasi gejolak di lapangan. Sebab, banyak rekan-rekannya yang juga merasa marah dan tersinggung akibat kejadian tersebut.

"Makanya kita memohon kepada Polres Bantul untuk segera melakukan pengungkapan terhadap para terduga pelaku agar tidak ada gejolak di lapangan untuk saling menuduh siapa terduga pelaku," ujarnya.

Selain itu, Brigade Joxzin mengutuk keras perbuatan pengecut pelaku yang telah melakukan penyerangan dengan menggunakan senjata tajam saat korban tidur bersama anak dan istrinya. Di mana hal itu membuat terbunuhnya korban dan secara tidak langsung menyebabkan trauma pisikis bagi keluarga korban.

"Kami keluarga besar Brigade Joxzin mendesak kepada Polres Bantul untuk segera bertindak dan melakukan penangkapan terhadap pelaku pembunuhan tersebut dalam waktu 2x24 jam terhitung sejak surat ini kami kirimkan," ucapnya.

Menyoal motif pembunuhan terhadap korban, Novweni mengaku belum mengetahuinya. Namun, Novweni menduga ada dendam yang melatarbelakangi pembunuhan tersebut.

"Memang tadi disampaikan juga dari pihak Polres bahwa tidak ada benda-benda yang hilang. Jadi kami menduga peristiwa tersebut terjadi karena ada unsur dendam yang sudah lama," katanya.

Korban Dibacok Saat Tidur Bersama Anak dan Istri

Diberitakan sebelumnya, seorang pria tewas usai menjadi korban penganiayaan menggunakan parang di salah satu rumah daerah Kaliurang, Argomulyo, Sedayu, Bantul. Penganiayaan berlangsung di dalam rumah saat korban tidur bersama istri dan anaknya pada Rabu (25/2) lalu.

Ada dua pelaku yang menggunakan penutup muka dan menyerang korban. Setelah pelaku berhasil membacok TYR, pelaku langsung pergi meninggalkan rumah TYR. Sedangkan anak TYR yang masih berusia lima tahun tidak mengalami luka apapun, dan istri korban mengalami luka karena sempat menangkis serangan pelaku.



(ams/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads