Seorang mahasiswi UIN Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau bernama Faradilla Ayu Pramesti (23) dibacok seorang pria ketika sedang menunggu sidang akhir. Korban bahkan sempat disandera oleh pelaku dalam kondisi bersimbah darah.
Dari video yang diterima detikSumut, pelaku terlihat menyandera korban yang berlumuran darah. Mahasiswa yang ada di sekitar tidak berani mendekat karena pelaku memegang senjata tajam.
Video lain memperlihatkan pelaku berhasil diamankan oleh petugas keamanan setelah beberapa saat. Namun korban sudah dalam kondisi berlumuran darah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu dosen UIN Suska Riau, Rony Riansyah, mengungkap korban diserang sekitar pukul 08.00 WIB di Gedung Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum.
"Kejadian itu tadi korban mau ujian akhir sekitar pukul 08.00 WIB. Saat korban bersiap ini datang pelaku langsung dikampak dan ditahan pakai tangan, jadi tangan korban luka," kata Rony Riansyah, Kamis (25/2/2026), dikutip dari detikSumut.
Rony menduga pelaku memang sengaja merencanakan aksinya. Sebab, pelaku langsung melayangkan senjatanya ke arah Faradilla yang sedang menunggu jadwal sidang akhir.
"Jadi saat bertemu ini memang sepertinya sudah direncanakan karena saat bertemu itu sudah ada parang. Pelaku diamankan sama petugas keamanan dan diserahkan ke kepolisian," kata Roni.
Pelaku Sakit Hati Cinta Ditolak
Pelaku terungkap bernama Raihan Mutazzar (21). Polisi juga mengungkap pembacokan itu bermotif asmara.
"Antara korban dan pelaku ini mereka saling mengenal. Jadi pelaku ini dengan sengaja sudah punya niat mau menganiaya korban," ujar Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru AKP Anggi Rian.
Anggi menjelaskan, Raihan memang sudah berniat untuk berangkat dari rumahnya menuju kampus dan menemui korban. Begitu bertemu korban, pelaku langsung membacoknya.
Dalam aksinya, pelaku bahkan menargetkan untuk menghabisi nyawa korban. Beruntung korban cepat terselamatkan dan pelaku ditangkap.
Anggi melanjutkan, berdasarkan pemeriksaan di Mapolsek Bina Widya, Raihan ternyata tidak terima karena cintanya ditolak korban.
"Motif sementara ini karena cinta ditolak ya. Jadi pelaku sengaja datang dari rumah mau menarget korban, makanya bawa kampak dan parang. Tapi baru kampak yang pelaku gunakan," kata Anggi Rian.
Akibat penganiayaan, korban mengalami luka pada bagian kepala dan tangan. Ini yang mengakibatkan korban berlumuran darah saat dievakuasi petugas keamanan kampus.
Polisi juga berencana melakukan tes urine terhadap pelaku. Termasuk membawa pelaku ke psikiater rumah sakit jiwa.
"Saat ini kami sedang pemeriksaan. Namun rencana juga mau dibawa ke psikiater dan tes urine untuk memastikan psikis pelaku," katanya.
(apu/dil)












































Komentar Terbanyak
Fakta-fakta Anggota Joxzin Dibunuh Saat Tidur Bersama Anak-Istri di Bantul
Perjalanan Eks Kapolresta Sleman Didemosi Buntut Gaduh Kasus Hogi Minaya
Ali Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel di Iran, Ini Sosoknya