Massa Demo Depan Polda DIY Dipukul Mundur, Ring Road Kembali Dibuka

Massa Demo Depan Polda DIY Dipukul Mundur, Ring Road Kembali Dibuka

Jauh Hari Wawan S - detikJogja
Selasa, 24 Feb 2026 20:48 WIB
Massa demo di depan Mapolda DIY dipukul mundur, Selasa (24/2/2026) malam.
Massa demo di depan Mapolda DIY dipukul mundur, Selasa (24/2/2026) malam. Foto: Jauh Hari Wawan S/detikJogja
Sleman -

Massa yang menggelar aksi demo di depan Mapolda DIY mulai dipukul mundur oleh sekelompok orang. Jalan Ring Road Utara yang sebelumnya diblokade kini sudah mulai dibuka.

Pantauan detikJogja, massa mulai dipukul mundur sekitar 19.55 WIB. Mereka kemudian berhamburan meninggalkan jalan di depan Polda DIY. Sementara di sisi timur, terdapat sekelompok orang yang menghalau massa.

Untuk sekitar 10 menit, massa masih ada yang bertahan di sekitar Polda DIY. Dari arah barat lalu muncul sekelompok orang yang kemudian membubarkan massa yang bertahan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekitar pukul 20.21 WIB, blokade jalan Ring Road Utara yang menuju arah timur dibuka. Arus lalu lintas pun berangsur normal.

Sebelumnya, ratusan massa aksi yang terdiri dari elemen mahasiswa dan masyarakat umum melakukan demonstrasi di Mapolda DIY. Aksi ini sebagai ekspresi kemarahan masyarakat terhadap kasus oknum polisi yang menganiaya bocah hingga tewas di Maluku.

ADVERTISEMENT
Massa demo di depan Mapolda DIY dipukul mundur, Selasa (24/2/2026) malam.Massa demo di depan Mapolda DIY dipukul mundur, Selasa (24/2/2026) malam. Foto: Jauh Hari Wawan S/detikJogja

"Ini bentuk dari kemarahan masyarakat Jogja terkait apa yang terjadi di Maluku gitu. Ada bocah 14 tahun yang nggak salah apa-apa, lagi jalan motoran, tiba-tiba dihantam helm kepalanya, terus tewas," kata salah seorang peserta aksi berinisial UDE, Selasa (24/2/2026)

Dia mengatakan, masyarakat saat ini sudah tidak percaya dengan adanya reformasi Polri. Menurutnya, sejak aksi terakhir pada Agustus 2025 hingga hari ini tidak terjadi perubahan yang signifikan.

"Ini yang terjadi adalah masyarakat Jogja hari ini paham bahwa ternyata yang busuk itu bukan oknum, tapi seluruh institusinya gitu. Jadi aksi ini adalah upaya untuk meluapkan kemarahan masyarakat Jogja gitu," ujarnya.

Dalam aksi kali ini, mereka tidak membawa panggung orasi. Tak ada juga tuntutan khusus yang disuarakan.

"Nggak ada draf tuntutan, pun nggak ada panggung orasi dan sebagainya itu nggak ada. Jadi ini aksi memang fluid lah, bener-bener sudah fluid dan sebagainya," katanya.



(dil/apu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads