Demo Depan Mapolda DIY, Massa Protes Tewasnya Siswa di Maluku

Demo Depan Mapolda DIY, Massa Protes Tewasnya Siswa di Maluku

Jauh Hari Wawan S - detikJogja
Selasa, 24 Feb 2026 20:04 WIB
Suasana demonstrasi oleh massa aksi di depan Mapolda DIY, Selasa (24/2/2026).
Suasana demonstrasi oleh massa aksi di depan Mapolda DIY, Selasa (24/2/2026). Foto: Jauh Hari Wawan S/detikJogja
Sleman -

Ratusan massa aksi yang terdiri dari elemen mahasiswa dan masyarakat umum melakukan demonstrasi di depan Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Aksi ini merupakan bentuk kemarahan masyarakat terhadap peristiwa anggota Brigade Mobil (Brimob) yang menganiaya bocah hingga tewas di Maluku.

"Ini bentuk dari kemarahan masyarakat Jogja terkait apa yang terjadi di Maluku gitu. Ada bocah 14 tahun yang nggak salah apa-apa, lagi jalan motor, tiba-tiba dihantam helm kepalanya, terus tewas," kata salah seorang peserta aksi berinisial UDE, Selasa (24/2/2026)

Dia mengatakan, masyarakat saat ini sudah tidak percaya dengan adanya reformasi Polri. Sebab, sejak aksi terakhir pada Agustus tahun lalu, hingga hari ini tidak terjadi perubahan yang signifikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini yang terjadi adalah masyarakat Jogja hari ini paham bahwa ternyata yang busuk itu bukan oknum, tapi seluruh institusinya gitu. Jadi aksi ini adalah upaya untuk meluapkan kemarahan masyarakat Jogja gitu," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Dalam aksi kali ini, mereka tidak membawa panggung orasi. Tak ada juga tuntutan khusus yang disuarakan. Aksi ini disebut sebagai aksi yang cair.

"Bahkan kami nggak ada tuntutan, nggak ada draf tuntutan, pun nggak ada panggung orasi dan sebagainya itu nggak ada. Jadi ini aksi memang fluid lah, bener-bener sudah fluid dan sebagainya," katanya.

Dia belum bisa memastikan, segala tindakan dalam aksi ini berlangsung secara spontanitas. Termasuk ketika mencoret pagar dengan pylox dan merobohkan pagar tembok. Hal ini menurut UDE sebagai bentuk ekspresi kekecewaan dengan institusi Polri.

"Kami nggak ada rundown aksinya. Betul-betul aksi yang orang-orang tahu adalah kumpul jam 16.30 di UPN, terus bareng-bareng jalan ke Polda, terus sudah, okupasi ruang Polda. Sudah itu saja, sesederhana itu," ujarnya.

"Enggak ada range waktu dan sebagainya, pun kegiatan-kegiatan yang direncanakan dan sebagainya itu nggak ada," imbuhnya.

Pantauan detikJogja hingga pukul 19.25 WIB, massa aksi sudah merobohkan pagar sisi timur Polda DIY. Mereka merangsek ke halaman mapolda.

Akan tetapi, di halaman Polda sudah digelar kawat berduri yang menghalau massa masuk lebih jauh. Meski demikian, massa bisa merobohkan pagar berduri tersebut.

Sementara itu, anggota Polda DIY, tampak bersiaga di seberang kawat berduri. Mereka siaga dengan satu kendaraan rantis.

Diketahui, seorang anggota Brimob bernama Bripda Mesias Siahaya menganiaya siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs), AT (14), hingga tewas di Kota Tual. Mesias kemudian dipecat dari Polri.

Sebelumnya, dia sempat meminta maaf dan mengaku lalai yang menyebabkan remaja itu tewas.

"Mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada orang tua dan keluarga korban. Saya lalai, tidak berpikir panjang dampak yang akan terjadi akibat kelalaian saya," kata Bripda Mesias saat Sidang Kode Etik Polri (KKEP) di Polda Maluku, Selasa (24/2) dini hari, dilansir detikSulsel.



(apu/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads