Polisi memeriksa lima orang saksi terkait ledakan mercon di Ngunan Unan, Srigading, Sanden, Bantul. Sedangkan untuk dua korban luka bakar belum bisa dimintai keterangan karena masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
"Pascaledakan mercon di Ngunan Unan, penyidik telah meminta keterangan lima orang saksi," kata Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto saat dihubungi wartawan, Senin (23/2/2026).
Kelima saksi, lanjut Rita, terdiri dari seorang warga yang rumahnya dekat lokasi kejadian. Sedangkan empat lainnya merupakan rekan dari dua korban yang saat ledakan terjadi berada di lokasi kejadian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemeriksaan itu untuk mengetahui dari mana FZA mendapatkan bahan mercon," ujarnya.
Rita mengungkapkan, dua korban ledakan mercon yaitu AAN (18) dan FZA (19) belum bisa dimintai keterangan karena masih menjalani perawatan di rumah sakit umum pusat (RSUP) dr. Sardjito.
"Korban FZA belum bisa dimintai keterangan karena masih dirawat di rumah sakit," ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, dua remaja mengalami luka-luka usai terkena ledakan mercon di Ngunan ngunan, Srigading, Sanden, Bantul. Sebelumnya kedua remaja itu merakit mercon di teras rumah, namun karena salah satu mercon belum tertali sempurna akhirnya meledak.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan kejadian bermula saat salah satu korban, AAN (18) berkumpul bersama empat rekannya di rumahnya sekitar pukul 05.00 WIB. Selanjutnya, FZA (19) warga Gadingsari, Srigading, Sanden, Bantul datang ke rumah AAN.
"Saat datang ke rumah AAN, FZA mengeluarkan bubuk mercon seberat empat ons dan plastik warna transparan," katanya kepada wartawan di Bantul, Minggu (22/2).
Lebih lanjut, FZA lalu mengajak rekan-rekannya untuk membuat mercon. Akan tetapi, hanya AAN yang mengiyakan ajakan FZA untuk membuat mercon.
"Lalu kedua korban membuat mercon di teras rumah sebelah selatan yang berdekatan dengan kursi. Sedangkan empat orang lainnya hanya duduk di kursi yang berada di sebelah timur korban," ujarnya.
Kedua korban membuat mercon dengan cara memasukkan bubuk mercon ke dalam plastik. Selanjutnya plastik diisi dengan kerikil dan diikat plester warna transparan.
"Setelah selesai, satu mercon lalu diletakkan di dekat kedua korban," ucapnya.
Selanjutnya, kedua korban berlanjut membuat mercon kedua dengan cara yang sama. Namun, mercon kedua itu ternyata belum terikat plester dengan sempurna.
"Mercon kedua ternyata belum sempat ditali dan tiba-tiba terdengar bunyi ledakan yang keras hingga menyebabkan atap plafon, kaca jendela serta lantai tempat ledakan menjadi retak," ujarnya.
(apl/apu)












































Komentar Terbanyak
Netanyahu Murka Israel Hancur Dibombardir, Janji Buru Bos Garda Revolusi Iran
Fakta-fakta Polisi Jogja Gugur Saat Operasi Ketupat Progo
Ikuti Google Maps, Pemudik Bingung Lewati Persawahan Arah Tol Purwomartani