4 Hal Tentang 2 Remaja Bantul Luka-luka gegara Mercon yang Diracik Meledak

Round up

4 Hal Tentang 2 Remaja Bantul Luka-luka gegara Mercon yang Diracik Meledak

tim detikJogja - detikJogja
Senin, 23 Feb 2026 03:15 WIB
Plafon di teras rumah warga Ngunan-ngunan, Srigading, Sanden, Bantul yang rusak akibat ledakan mercon.
Plafon di teras rumah warga Ngunan-ngunan, Srigading, Sanden, Bantul yang rusak akibat ledakan mercon. Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja.
Jogja -

Peristiwa ledakan yang berasal dari mercon atau petasan yang sedang diracik terjadi di Ngunan-ngunan, Srigading, Sanden, Bantul. Akibatnya dua remaja mengalami luka parah.

Peristiwa terjadi Minggu (22/2) pagi sekitar pukul 05.00 WIB saat korban AAN (18) dan FZA (19) meracik petasan di teras rumah AAN.

Kronologi Kejadian

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto mengatakan kejadian bermula saat salah satu korban, AAN berkumpul bersama empat rekannya di rumahnya. Selanjutnya, FZA warga Gadingsari, Srigading, Sanden, Bantul datang ke rumah AAN.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat datang ke rumah AAN, FZA mengeluarkan bubuk mercon seberat empat ons dan plastik warna transparan," katanya kepada wartawan di Bantul, Minggu (22/2/2026).

Kedua korban membuat mercon dengan cara memasukkan bubuk mercon ke dalam plastik. Selanjutnya plastik diisi dengan kerikil dan diikat plester warna transparan.

ADVERTISEMENT

"Setelah selesai, satu mercon lalu diletakkan di dekat kedua korban," katanya.

Selanjutnya, kedua korban lanjut membuat mercon kedua dengan cara yang sama. Namun, mercon kedua itu ternyata belum terikat sempurna.

"Mercon kedua ternyata belum sempat ditali dan tiba-tiba terdengar bunyi ledakan yang keras hingga menyebabkan atap plafon, kaca jendela serta lantai tempat ledakan menjadi retak," ujarnya.


Warga Dengar Suara Keras

Suara ledakan yang terjadi di lokasi membuat warga sekitar terkejut. Salah satu warga yang rumahnya dekat lokasi kejadian, Heri (52) mengatakan suara ledakan terjadi ketika dia hendak istirahat setelah salat Subuh.

"Kalau detailnya tidak tahu, karena posisi saya di rumah. Nah, setengah enam pagi itu terdengar suara seperti trafo listrik meledak, keras sekali suaranya," katanya kepada wartawan di Srigading, Sanden, Bantul, Minggu (22/2/2026).

Mendengar suara tersebut, Heri langsung keluar dari rumah. Di saat bersamaan ternyata juga banyak warga yang keluar dari rumah dan mencari dari mana asal suara tersebut.

"Setelah dicari dari mana asal suara itu ternyata dari teras rumah tetangga saya," ujarnya.

Kondisi Korban di Lokasi

Heri menjelaskan dia dan warga lainnya langsung mendatangi lokasi dan mendapati dua korban berdarah. Salah satunya tergeletak dengan luka di wajah.

"Sampai di lokasi ada dua orang laki-laki luka parah. Satu orang luka pada tangan, khususnya jari-jari tapi masih bisa berdiri, kalau satunya luka di muka dan posisinya tergeletak di lokasi," ucapnya.

Karena mengeluarkan banyak darah, warga langsung membawa kedua orang itu ke rumah sakit Saras Adyatma, Bambanglipuro, Bantul. Heri mengungkapkan, bahwa satu dari dua korban akhirnya dirujuk ke rumah sakit umum pusat (RSUP) dr. Sardjito.

"Tadi informasinya satu dirujuk dan satu lagi masih masih dirawat di (rumah sakit) Saras Adyatma," katanya.

Luka Bakar Serius

Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Saras Adyatma Bantul mengungkapkan bahwa satu dari dua korban dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Sardjito karena mengalami luka bakar yang parah.

Direktur RSUD Saras Adyatma Bantul, drg. Tri Wahyuni mengatakan korban bernama AAN mengalami luka bakar hingga 82 persen. Kondisi AAN yang cukup parah itu membuat pihak RSUD memilih untuk merujuk AAN ke RSUP dr. Sardjito.

"Untuk AAN mengalami luka bakar 82%, ada patah tulang pada salah satu jari kanan dan pendengarannya menurun," katanya saat dihubungi wartawan, Minggu (22/2/20206).

"AAN sudah dirujuk ke RS Sardjito," imbuhnya.

Sedangkan untuk FZA, Tri menyebut mengalami luka bakar 58,5%. Selain itu, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan merujuk FZA ke RSUP dr. Sardjito.

"Kalau FZA masih menjalani penanganan di Saras Adyatma, tapi dimungkinkan juga dirujuk," ucapnya.




(alg/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads