Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Saras Adyatma Bantul mengungkapkan bahwa satu dari dua korban ledakan mercon di Srigading, Sanden, Bantul dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Sardjito karena mengalami luka bakar yang parah.
Direktur RSUD Saras Adyatma Bantul, drg. Tri Wahyuni mengatakan, bahwa menangani dua orang remaja pagi tadi. Keduanya adalah AAN (18) dan FZA (19).
"Untuk AAN mengalami luka bakar 82%, ada patah tulang pada salah satu jari kanan dan pendengarannya menurun," katanya saat dihubungi wartawan, Minggu (22/2/20206).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi AAN yang cukup parah itu membuat pihak RSUD memilih untuk merujuk AAN ke RSUP dr. Sardjito.
"AAN sudah dirujuk ke RS Sardjito," ujarnya.
Sedangkan untuk FZA, Tri menyebut mengalami luka bakar 58,5%. Selain itu, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan merujuk FZA ke RSUP dr. Sardjito.
"Kalau FZA masih menjalani penanganan di Saras Adyatma, tapi dimungkinkan juga dirujuk," ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, dua remaja mengalami luka-luka usai terkena ledakan mercon di Srigading, Sanden, Bantul. Sebelumnya kedua remaja itu meracik mercon di teras rumah, namun karena salah satu mercon belum tertali sempurna akhirnya meledak.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto mengatakan, bahwa kejadian bermula saat salah satu korban, AAN (18) berkumpul bersama empat rekannya di rumahnya sekitar pukul 05.00 WIB. Selanjutnya, FZA (19) warga Gadingsari, Srigading, Sanden, Bantul datang ke rumah AAN.
"Saat datang ke rumah AAN, FZA mengeluarkan bubuk mercon seberat empat ons dan plastik warna transparan," katanya kepada wartawan di Bantul, Minggu (22/2/2026).
Lebih lanjut, FZA lalu mengajak rekan-rekannya untuk membuat mercon. Akan tetapi, hanya AAN yang mengiyakan ajakan FZA untuk membuat mercon.
"Lalu kedua korban membuat mercon di teras rumah sebelah selatan yang berdekatan dengan kursi. Sedangkan empat orang lainnya hanya duduk di kursi yang berada di sebelah timur korban," ujarnya.
Kedua korban membuat mercon dengan cara memasukkan bubuk mercon ke dalam plastik. Selanjutnya plastik diisi dengan kerikil dan diikat plester warna transparan.
"Setelah selesai, satu mercon lalu diletakkan di dekat kedua korban," ucapnya.
Selanjutnya, kedua korban berlanjut membuat mercon kedua dengan cara yang sama. Namun, mercon kedua itu ternyata belum terikat dengan sempurna.
"Mercon kedua ternyata belum sempat ditali dan tiba-tiba terdengar bunyi ledakan yang keras hingga menyebabkan atap plafon, kaca jendela serta lantai tempat ledakan menjadi retak," ujarnya.
(ahr/alg)












































Komentar Terbanyak
Mencuatnya Dugaan Kekerasaan Seksual Libatkan Dosen UPN Veteran Jogja
Purbaya soal Prabowo Sebut 'Orang Desa Tidak Pakai Dolar': Untuk Hibur Rakyat
Siasat Keji Istri Ketahuan Selingkuh Lalu Gorok Suami di Parangtritis