Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto, mengaku diteror nomor asing berisi ancaman. Teror ini dialami Tiyo usai dirinya dan pengurus BEM UGM melayangkan surat ke UNICEF terkait peristiwa anak bunuh diri di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tidak mampu membeli pena dan buku.
"Teror itu sejak Selasa, 9 Februari. Ada sekitar 6 nomor asing (dari luar negeri). Itu isinya ada ancaman penculikan, ada ancaman untuk katanya membuka aib," kata Tiyo kepada wartawan, Jumat (20/2/2026).
Tiyo juga mengaku dikuntit orang tak dikenal pada Rabu (11/2). Tiyo yang tengah berada di salah satu kedai merasa penguntit itu mengambil foto dirinya. Tiyo sempat berupaya mengejar penguntit namun tidak tertangkap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada juga pengalaman sempat dikuntit. Jadi saya sedang di sebuah kedai, dan dari jauh ada orang yang menguntit sekaligus memfoto. Tetapi ketika kami kejar, dia sudah segera pergi. Ini alarm yang menunjukkan bahwa demokrasi kita enggak baik-baik saja," ujarnya.
Bukan hanya itu, Tiyo juga mendapati upaya untuk pembunuhan karakter dengan mengembuskan isu-isu tidak benar. Bahkan sampai ibu Tiyo pun mendapatkan pesan dari orang tidak dikenal.
"Karena bagi kami sampai hari ini rezim tidak menyampaikan pesan publik apapun yang mengatakan bahwa kebebasan akademik Anda dijamin, perlindungan dan keselamatan Anda akan difasilitasi oleh negara," tegasnya.
Respons UGM
Pihak kampus melalui Juru Bicara UGM, Dr I Made Andi Arsana, menyatakan pimpinan kampus telah berkomunikasi dengan Tiyo terkait teror tersebut. Kampus juga telah menugaskan Kantor Keamanan, Keselamatan Kerja, Kedaruratan, dan Lingkungan (K5L) untuk memberikan perlindungan.
"Pimpinan UGM telah melakukan komunikasi dengan Ketua BEM UGM, Sdr. Tiyo Ardianto, yang diberitakan mendapat teror dari pihak luar, dan menugaskan Kantor Keamanan, Keselamatan Kerja, Kedaruratan, dan Lingkungan (K5L) untuk melakukan pemantauan dan perlindungan yang diperlukan," kata Made Andi dalam keterangannya, Jumat (20/2).
(aku/aku)












































Komentar Terbanyak
Fakta-fakta Anggota Joxzin Dibunuh Saat Tidur Bersama Anak-Istri di Bantul
Manajemen Gandhi Sehat Buka Suara Usai Tarik Album Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)
Viral Kericuhan Pecah di JJLS Kretek Bantul Pagi Ini