Guru SLB di Jogja yang diduga melecehkan siswinya. Berikut beberapa hal yang diketahui sejauh ini.
Keluarga Korban Lapor Polisi
Keluarga korban buka suara soal dugaan pelecehan tersebut. Pihak korban menyatakan telah melaporkan kasus ini ke polisi.
Kuasa hukum korban, Hilmi Miftazen, menyebut pihaknya melaporkan guru ASN tersebut atas dugaan pelecehan seksual. Laporan disebut telah diterima Unit PPA Polresta Jogja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi pelaporan ini adalah dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum guru di salah satu sekolah luar biasa di Yogyakarta," kata Hilmi seusai membuat laporan di Polresta Jogja, Jumat (20/2/2026).
Terjadi Sejak November 2025
Dari keterangan siswi dan keluarganya, Hilmi memaparkan, kasus ini terjadi pada kurun November-Desember 2025. Peristiwa terungkap usai korban bercerita ke orang tuanya.
"Mungkin kami belum bisa menyebutkan (nama sekolah) karena masih dalam proses penanganan di Penyidik PPA. Untuk kronologinya mungkin kita juga belum bisa mengungkap karena masih dalam penanganan penyidikan," sambungnya.
"Jadi awalnya korban itu cerita ke orang tua korban itu, cerita namun belum detail. Oleh karena itu keluarga korban cerita ke LSM (LSM Harimau), setelah itu LSM Harimau memanggil kita. Cerita itu sekitar bulan yang lalu, dari informasi ibunya, ibu dari korban, itu sejak November 2025," ungkapnya.
Meski begitu, Hilmi mengaku belum mengetahui detail kejadiannya, seperti berapa kali korban mengalami pelecehan hingga di mana lokasi pelecehan itu terjadi. Hilmi bilang pihaknya kini menyerahkan proses penyelidikan ke kepolisian.
"Usia korban itu kelahiran 2009. Ya pengakuannya itu memang beberapa kali, cuma berapa kalinya kita belum tahu. (Lokasi pelecehan) Itu belum tahu pastinya, sementara keterangan dari korban, ada yang di ruang kelas ada yang di luar," urainya.
Korban Trauma
Dia menyebut saat ini korban masih trauma atas peristiwa yang dialaminya. Karena itu pihaknya masih kesulitan untuk menggali soal kejadian tersebut.
"Kalau kondisi korban ini ada trauma sedikit ya kan karena berkebutuhan khusus. Jadi untuk menggali fakta tanggal berapa dan sebagainya itu kesusahan," imbuh Hilmi.
Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Jogja, Ipda Apri Sawitri menerangkan, usai mendapat laporan ini pihaknya akan segera menindaklanjuti.
"Iya sudah (laporan sudah masuk). Perbuatan cabul terhadap anak. Nanti kalau sudah jadi LP baru nanti saya konfirmasi lagi sama teman-teman ya. Ditunggu aja LP-nya ya," terang Apri.
Guru SLB Dipindah Tugas
Diketahui, kasus ini juga diusut Disdikpora DIY. Kepala Disdikpora DIY, Suhirman, mengatakan usai kasus ini mencuat, guru tersebut sudah dibebastugaskan atau tidak lagi mengajar di SLB itu agar proses belajar mengajar tetap stabil
"Untuk menjaga stabilitas sekolah itu nanti akan kami tugaskan di tempat yang lain. Dalam pemeriksaan ini masih sementara ya, menunggu keputusan nanti," jelasnya saat ditemui di Kantor Disdikpora DIY, Jumat (20/2/2026).
"Surat tugas dulu belum sampai ke SK, dari surat tugas itu pindah untuk pelaksanaan biar lancar. Mungkin (dipindahkan) ke tempat kami nanti (Disdikpora)," sambung Suhirman.
Suhirman menyebut pihaknya masih melakukan pemeriksaan. Dirinya berjanji akan memberi sanksi sesuai pada PP nomor 94 tahun 2021 tentang Disiplin PNS untuk menentukan sanksinya.
"Nanti tergantung tadi ada tahap-tahapnya. Jadi kita membentuk tim, kemudian tim ada gubernur, kemudian setelah itu ada Satgas, itu baru kita tentukan. Kalau menggunakan Permen Satgas kan harus tahap-tahapnya itu, Jadi kami memutuskan itu harus dengan regulasi," urainya.
Usut Rekam Jejak Pelaku
Di sisi lain, Suhirman mengungkapkan, oknum guru tersebut sebelumnya mengajar di sekolah swasta dan mulai menjadi guru sejak tahun 2023. Suhirman pun tak menutup kemungkinan pihaknya akan menelusuri hingga sekolah sebelumnya.
"Kemungkinan ke pengembangannya segitu juga, pengembangan informasi, tapi kemarin ada beberapa informasi ke tempat yang baru itu tidak ada," jelasnya.
(afn/afn)

Komentar Terbanyak
Pengirim Sapi Kurban 'TIW' ke Masjid Dekat Rumah Amien Rais dari Jakarta
Misteri Tewasnya Fotografer Keraton Jogja Sekeluarga Dalam Tenda Saat Kamping
Jemaat Gereja GMS Bantul Beribadah di Pakuwon Mall hingga Izin Lengkap