Trump Sinyalkan Keputusan Serang Iran Bakal Diambil 10 Hari ke Depan

Internasional

Trump Sinyalkan Keputusan Serang Iran Bakal Diambil 10 Hari ke Depan

Anisa Indraini - detikJogja
Jumat, 20 Feb 2026 17:23 WIB
U.S President Donald Trump speaks at the inaugural Board of Peace meeting at the U.S. Institute of Peace in Washington, D.C., U.S., February 19, 2026. REUTERS/Kevin Lamarque
Presiden AS Donald Trump. Foto: REUTERS/Kevin Lamarque
Jogja -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyiratkan bakal memutuskan apakah positif menyerang Iran atau tidak dalam 10 hari ke depan. Pengumuman ini berdampak pada harga minyak dunia.

"Jadi sekarang kita mungkin harus melangkah lebih jauh, atau mungkin tidak. Mungkin kita akan membuat kesepakatan. Anda akan mengetahuinya dalam 10 hari ke depan," kata Trump dikutip dari CNBC via detikFinance, Jumat (20/2/2026).

"Terbukti selama bertahun-tahun tidak mudah untuk membuat kesepakatan yang berarti dengan Iran. Kita harus membuat kesepakatan yang berarti. Jika tidak, hal-hal buruk akan terjadi," tambah Trump.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pernyataan Trump itu langsung memengaruhi harga minyak dunia karena kekhawatiran serangan AS ke Iran bakal segera terjadi. Harga minyak mentah AS naik US$ 1,24 atau 1,9% menjadi US$ 66,43 per barel, kemudian jenis Brent naik US$ 1,31 atau 1,86% menjadi US$ 71,66.

ADVERTISEMENT

Sebagaimana diketahui, utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner mengadakan pembicaraan dengan Iran mengenai program nuklirnya di Jenewa minggu ini. Wakil Presiden AS, JD Vance, mengatakan bahwa Iran tidak menanggapi batasan-batasan yang ditetapkan Trump selama pembicaraan tersebut.

Peningkatan militer besar-besaran AS sedang berlangsung di Timur Tengah, di mana kapal induk USS Abraham Lincoln saat ini berada di wilayah tersebut. Kapal induk kedua, USS Gerald Ford sedang dalam perjalanan.

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan beberapa kemajuan telah dicapai selama pembicaraan di Jenewa. Hanya saja terdapat beberapa isu yang masih berbeda pendapat antara Iran dan AS.

"Banyak alasan dan argumen yang dapat diajukan untuk serangan terhadap Iran," tuturnya.

Garda Revolusi Iran mengadakan latihan militer di Selat Hormuz minggu ini, yang menjadi titik penting bagi perdagangan minyak global. Para pedagang minyak khawatir bahwa perang antara AS dan Iran dapat mengganggu aliran minyak mentah melalui selat tersebut.



(apu/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads