Bacaan Doa Makan Sahur Beserta Niat Puasa dan Amalan Sunnahnya

Bacaan Doa Makan Sahur Beserta Niat Puasa dan Amalan Sunnahnya

Nur Umar Akashi - detikJogja
Jumat, 20 Feb 2026 15:05 WIB
Berikut ini bacaan doa makan sahur lengkap dengan niat puasa dan amalan sunnah yang bisa dikerjakan.
Ilustrasi sahur. Foto: Getty Images/ozgurdonmaz
Jogja -

Sahur adalah bagian puasa Ramadhan yang tidak bisa dipisahkan. Meski bukan kewajiban, makan sahur adalah sunnah yang sebaiknya dikerjakan. Bukan semata mengikuti ajaran Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, tetapi juga bentuk persiapan diri menghadapi puasa.

Diambil dari buku Tasyabbuh Yang Dilarang dalam Fikih Islam karya Jamil bin Habib Al-Luwaihiq, dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, Rasulullah bersabda:

تَسَخَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُوْرِ بَرَكَةٌ

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: "Makan sahurlah kalian semua, karena sesungguhnya dalam makan sahur itu terdapat berkah." (HR Bukhari no 1823 dan Muslim no 1095)

Hadits lain yang menunjukkan kesunnahan makan sahur datang dari Amr bin al-Ash radhiyallahu anhu. Dalam hadits itu, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam menjelaskan:

ADVERTISEMENT

فَصْلٌ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةُ السَّحُوْرِ

Artinya: "Perbedaan antara puasa kita dengan puasa ahli kitab adalah makan sahur." (HR Muslim no 1096)

Sama seperti buka puasa, ada sederet kesunnahan dalam agenda sahur yang umat Islam perlu ketahui. Salah satunya berkaitan dengan waktu santap sahur. Di samping itu, bacaan doa makan sahur dan niat puasa Ramadan juga mesti dipahami karena saling berkaitan satu sama lain.

Yuk, simak lebih detailnya lewat paparan berikut!

Poin Utamanya:

  • Doa makan sahur adalah Yarhamullahul-mutasahhirin yang artinya "Semoga Allah menurunkan rahmat-Nya bagi mereka yang bersahur."
  • Niat puasa Ramadhan mesti ada di hati sebelum fajar tiba. Niat wajib ada di hati, mengucapkannya bukan sebuah kewajiban.
  • Beberapa sunnah sahur adalah mengakhirkan waktu sahur, makan kurma kering atau minum seteguk air, dan banyak berdoa.

Bacaan Doa Makan Sahur

Disadur dari laman Nahdlatul Ulama (NU) Lampung, doa makan sahur tercantum dalam hadits riwayat at-Thabarani. Begini lafal doanya:

يَرْحَمُ اللهُ المُتَسَحِّرِيْنَ

Arab Latin: Yarhamullahul-mutasahhirin.

Artinya: "Semoga Allah menurunkan rahmat-Nya bagi mereka yang bersahur."

Selain doa makan sahur di atas, umat Islam sudah seyogianya juga membaca doa makan dan minum, yakni basmalah. Apabila lupa, susulkan dengan mengucap 'Bismillahi fi awwalihi wa akhirihi'.

Niat Puasa Ramadhan

Ibadah apa pun itu, apabila tidak didasari niat, maka tak sah. Tempat niat adalah di dalam hati sebagaimana dijelaskan M Hasyim Ritonga SPd di buku Fiqih Puasa. Melafalkannya bukanlah kewajiban.

Waktu berniat puasa Ramadhan adalah sejak Matahari terbenam hingga sebelum terbit fajar. Dasar rentang waktu ini adalah sabda Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, "Barang siapa yang tidak berniat puasa di malam hari, maka tidak sah puasanya.".

Bagi detikers yang mengikuti pendapat dianjurkannya membaca niat, berikut lafalnya:

نويت صومَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا الله تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an adā'i fardhi Ramadhāni hādzihis sanati īmānan waḥtisāban lillāhi ta'ālā.

Artinya: "Aku berniat puasa esok hari untuk menunaikan kewajiban Ramadhan pada tahun ini karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah Ta'ala."

Amalan-amalan Sunnah Sahur

Terdapat beberapa kesunnahan dalam sahur. Berikut penjelasan dan dalilnya:

1. Mengakhirkan Waktu Sahur

Berbanding terbalik dengan buka puasa yang sunnah disegerakan, sahur justru sebaiknya diakhirkan. Abu Maryam Kautsar Amru dalam buku Memantaskan Diri Menyambut Bulan Ramadhan: Panduan Lengkap Menyambut Bulan Ramadhan dari Sebelum Ramadhan Sampai Setelahnya, mencantumkan beberapa hadits dasarnya. Di antaranya adalah hadits dari Hibban bin Harits:

تسحرنا مع علي بن أبي طالب رضي الله عنه، فلما فرغنا من السحور أمر المؤذن فأقام الصلاة

Artinya: "Kami pernah sahur bersama Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu. Selesai sahur, beliau menyuruh muadzin untuk mengumandangkan iqamah." (HR at-Thahawi, perawinya tsiqah)

Juga hadits dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu anhu:

عَنْ زَيْدِ بن ثابت - رضي الله عنه - قَالَ: تَسْخَرْنَا مَعَ النَّبي - صلى الله عليه وسلم . - ثم قام إلى الصلاة . قُلْتُ كَمْ كَانَ بَيْنَ الأَذَانِ وَالسُّحُورِ قَالَ قَدْرُ خَمْسِينَ آيَةً

Artinya: "Kami makan sahur bersama Rasulullah SAW, kemudian beliau berdiri untuk melakukan sholat. (Anas bertanya kepada Zaid bin Tsabit): 'Berapa lama jarak antara adzan dan sahur?' Zaid menjawab, 'Kira-kira (membaca) 50 ayat (Al-Quran).'" (HR Bukhari no 1921 dan Muslim no 1097)

2. Memanjatkan Doa

Momentum sahur adalah waktu mustajabnya doa. Oleh karena itu, sembari menunggu makanan siap atau menurunkan isi perut, umat Islam dapat memperbanyak doa kepada Rabb Penguasa Alam.

Dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda:

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأَعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

Artinya: "Rabb kita tabaraka wa ta'ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Dia berfirman, 'Siapa saja yang berdoa kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka akan Aku beri. Siapa yang beristighfar meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni.'" (HR Bukhari no 1145 dan Muslim no 758)

3. Makan Sahur dengan Kurma Kering atau Air

Bila untuk buka puasa yang menjadi makanan terbaik adalah kurma basah (ruthab), maka untuk sahur, pilihan wahidnya adalah kurma kering (tamr). Dikutip dari jurnal Dinamika berjudul 'Keutamaan Makan Sahur dengan Tamar (Kurma) oleh Nurul Hidayah, dalilnya adalah hadits:

نِعْمَ سَحُوْرُ الْمُؤْمِنِ التَّمْرُ.

Artinya: "Sebaik-baiknya sahur bagi orang mukmin adalah dengan tamr (kurma kering)." (HR Abu Dawud no 1998)

Dalam sabdanya yang lain, Nabi Muhammad SAW menegaskan mengenai kesunnahan makan sahur dengan kata-kata 'walau dengan seteguk air'. Sabda Nabi SAW ini menjadi petunjuk bagi seorang muslim yang terlambat bangun untuk tetap makan sahur, biarpun hanya dengan seteguk air saja.

Dari Abu Sa'id al-Khudri, sang Khatamul Anbiya' bersabda:

السُّحُورُ أَكلُهُ بَرَكَةً فَلَا تُدَعُوهُ وَلَوْ أَن يَجْرَع أَحَدُكُمْ جَرْعَةً مِنْ مَاءٍ فَإِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الْمُتَسَحْرِينَ

Artinya: "Makan sahur adalah makan penuh berkah. Janganlah kalian meninggalkannya walau dengan seteguk air karena Allah dan malaikat-Nya bersholawat kepada orang yang makan sahur." (HR Ahmad 3/44. Syaikh Syu'aib al-Arnauth menyebut hadits ini shahih lighairihi)

Demikian pembahasan ringkas mengenai doa makan sahur, niat puasa Ramadhan, dan amalan-amalan sunnah sahur. Semoga bisa menjadi pedoman detikers dalam beribadah puasa, ya!

FAQ Doa Makan Sahur

1. Apa sunnah yang dianjurkan saat sahur?

Mengakhirkan waktu makan sahur, makan kurma kering atau minum seteguk air, dan banyak berdoa.

2. Batas waktu sahur jam berapa?

Sahur dapat dilakukan hingga adzan subuh berkumandang. Bahkan, jika pun seseorang masih memegang wadah makanan di tangan, sedangkan adzan telah terdengar, ia disunnahkan untuk terus sahur sampai tuntas. Dasarnya adalah HR Abu Dawud no 2350.

3. Apakah boleh sahur sebelum jam 3 pagi?

Ulama berbeda pendapat mengenai waktu paling awal untuk makan sahur. Ada yang menyebut sejak pertengahan malam, sepertiga malam, dan seperenam malam terakhir. Jumhur ulama berpandangan sahur bisa dimulai sejak awal pertengahan malam.




(par/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads