- Seperti Apa Doa Buka Puasa Ramadhan yang Benar?
- Apa Saja Sunnah Sebelum Berbuka? 1. Banyak Berdoa Jelang Waktu Berbuka 2. Menyiapkan Kurma atau Air untuk Berbuka 3. Berbagi Makanan Buka Puasa 4. Membaca Al-Quran 5. Membaca Basmalah Sebelum Buka Puasa
- FAQ Doa Buka Puasa Ramadhan 1. Doa buka puasa dibaca sebelum atau sesudah? 2. Sholat maghrib atau buka puasa dahulu? 3. Shahihkah doa buka puasa allahumma laka shumtu?
Umat Islam diperintah Allah SWT untuk mengakhiri puasa kala Matahari terbenam. Momentum itu ditandai dengan adzan yang berkumandang di mana-mana.
Allah SWT berfirman dalam surat al-Baqarah:
وَكُلُوْا وَاشْرَبُوْا حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْاَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْاَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِۖ ثُمَّ اَتِمُّوا الصِّيَامَ اِلَى الَّيْلِۚ
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya: "Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian, sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam." (QS a-Baqarah: 187)
Sebelum berbuka, terdapat sederet sunnah yang dapat dilakukan seorang muslim. Mengerjakannya adalah bentuk usaha meneladani cara hidup Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, manusia terbaik yang pernah diciptakan.
Selain sunnah-sunnah berbuka, bacaan doa buka puasa yang benar juga sudah seyogianya dipahami. Alhasil, seorang muslim mampu melafalkannya dengan benar dan paham arti yang terkandung.
Yuk, cari tahu doa buka puasa Ramadhan dan sunnah sebelum berbuka di bawah ini!
Poin Utamanya:
- Waktu buka puasa adalah ketika Matahari telah terbenam. Momentum itu ditandai dengan suara adzan.
- Doa buka puasa Ramadhan yang shahih datang dalam riwayat Ibnu Umar radhiyallahu anhu. Hadits dasarnya dinilai hasan sehingga bisa diamalkan.
- Di antara sunnah sebelum buka puasa adalah berdoa, berbagi makanan berbuka, dan membaca Al-Quran.
Seperti Apa Doa Buka Puasa Ramadhan yang Benar?
Diambil dari buku Malaikat pun Mengamini: Kumpulan Doa Penggapai Rida Ilahi tulisan H Hamdan Hamedan MA, doa buka puasa Ramadhan yang benar adalah:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Arab Latin: Dzahabaz-zomaau wabtallatil-'uruuqu wa tsabatal-ajru insyaa Allah.
Artinya: "Telah hilang rasa haus, dan telah basah urat-urat, serta pahala akan tetap, insya Allah." (HR Abu Dawud no 2357)
Ibnu Umar radhiyallahu anhu menyebut doa ini dibaca Rasulullah SAW ketika berbuka. Hadits yang mendasari doa di atas dinilai hasan oleh Ibnu Hajar al-Asqalani sehingga dapat dipedomani umat Islam.
Apa Saja Sunnah Sebelum Berbuka?
Seperti sudah disinggung, terdapat sederet sunnah yang patut dicontoh sebelum berbuka puasa. Di bawah ini poin-poin penjelasan dilengkapi dalilnya:
1. Banyak Berdoa Jelang Waktu Berbuka
Sunnah pertama adalah memperbanyak doa menjelang waktu buka puasa. Lafal doanya dibebaskan, dapat disesuaikan dengan hajat masing-masing. Yang pasti, haram hukumnya memasukkan kata-kata kotor maupun ungkapan yang bertentangan dengan syariat.
Apakah ada keutamaan khusus berdoa pada waktu-waktu menjelang buka puasa? Dikutip dari laman Majelis Ulama Indonesia (MUI), doa orang yang berpuasa tidak akan ditolak Allah SWT. Karenanya, waktu-waktu menanti Matahari terbenam bisa dimanfaatkan.
Dasarnya adalah hadits:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُههُمْ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالْإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ يَرْفَعُهَا اللَّهُ فَوْقَ الْغَمَامِ وَيَفْتَحُ لَهَا أَبْوَابَ السَّمَاءِ وَيَقُولُ الرَّبُّ وَعِزَّتِي لَأَنْصُرَنَّكِ وَلَوْ بَعْدَ حِينٍ
Artinya: "Dari Abu Hurairah dia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, 'Tiga orang yang doa mereka tidak tertolak, yaitu seorang yang berpuasa hingga berbuka, seorang imam (penguasa) yang adil dan doanya orang yang dizalimi. Allah akan mengangkat doanya ke atas awan, dan membukakan baginya pintu-pintu langit, seraya berfirman, "Demi kemuliaan-Ku, sungguh Aku akan menolongmu meski beberapa saat lamanya." (HR at-Tirmidzi no 3522)
2. Menyiapkan Kurma atau Air untuk Berbuka
Apa-apa yang dahulu dilakukan Nabi Muhammad SAW adalah contoh terbaik, termasuk dalam urusan makanan berbuka. Rasulullah SAW diketahui lazim mengakhiri puasanya dengan makan kurma basah (ruthab), kurma kering (tamr), atau minum air putih.
Diambil dari buku Panduan Ramadhan Bekal Meraih Ramadhan Penuh Berkah oleh Ruhyat Ahmad, Anas bin Malik radhiyallahu anhu berkata:
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasanya berbuka dengan ruthab (kurma basah) sebelum menunaikan sholat. Jika tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering). Dan jika tidak ada yang demikian beliau berbuka dengan seteguk air." (HR Abu Dawud no 2356 dan Ahmad 3/164)
3. Berbagi Makanan Buka Puasa
Ramadhan perlu dimaksimalkan dengan mengerjakan pelbagai amal kebaikan. Alhasil, di samping berubah menjadi pribadi yang lebih baik, detikers juga 'mengantongi' banyak pahala untuk bekal perjalanan di akhirat kelak.
Salah satu amalan yang bisa dilakukan guna meraup pahala adalah berbagi makanan buka puasa. Siapkan makanan yang layak, lalu berikan kepada sesama muslim. Niscaya, Allah SWT akan memberikan pahala besar.
Dinukil dari buku Panduan Lengkap Puasa Ramadhan Menurut Al-Qur'an dan Sunnah oleh Abu Abdillah Syahrul Fatwa dan Abu Ubaidah Yusuf, Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ فَطَرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرُ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا
Artinya: "Barang siapa yang memberi makan kepada orang yang berpuasa, maka baginya pahala semisal orang yang berpuasa, tanpa dikurangi dari pahala orang yang berpuasa sedikit pun." (HR Tirmidzi no 807, Ahmad 28/261, Ibnu Majah no 1746, dan Ibnu Hibban no 895)
4. Membaca Al-Quran
Sejatinya, membaca Al-Quran pada bulan Ramadhan tidak dikhususkan sebelum waktu buka puasa saja, tetapi juga waktu-waktu lain secara umum. Namun, tidak ada salahnya memanfaatkan momen jelang buka puasa untuk membaca Al-Quran bukan?
Dasar kesunnahan memperbanyak bacaan Al-Quran selama bulan puasa adalah kebiasaan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dahulu. Dilansir website Nahdlatul Ulama (NU) Lampung, Ibnu Abbas radhiyallahu anhu berkata:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ وَكَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَلَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنْ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ
Artinya: "Rasulullah SAW adalah manusia yang paling lembut terutama pada bulan Ramadhan ketika malaikat Jibril menemuinya, dan adalah Jibril mendatanginya setiap malam di bulan Ramadhan, di mana Jibril mengajarkannya Al-Quran. Sungguh Rasulullah SAW orang yang paling lembut daripada angin yang berhembus." (HR Bukhari)
5. Membaca Basmalah Sebelum Buka Puasa
Sunnah lain sebelum berbuka puasa adalah membaca basmalah. Baik detikers berbuka dengan kurma atau air, atau juga hidangan lain, membaca basmalah hukumnya sunnah. Pun bila terlewat, disunnahkan menyusulkannya.
Dirujuk dari buku Fikih Praktis tentang Makanan karya Abu Ubaidah Yusuf dan Abu Abdillah Syahrul Fatwa, Nabi Muhammad SAW bersabda:
إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرُ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى، فَإِنْ نَسِيَ أَنْ يَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فِي أَوَّلِهِ، فَلْيَقُلْ: بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ
Artinya: "Apabila seseorang di antara kalian ingin makan, maka hendaklah membaca Bismillah. Apabila dia lupa membaca pada awalnya, maka hendaklah dia membaca Bismillah awwalahu wa akhirahu (Dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)." (HR Abu Dawud no 3767, Tirmidzi no 1859, dan selainnya. Hadits ini dishahihkan oleh Ibnul Qayyim al-Jauziyyah)
Nah, itulah doa buka puasa Ramadhan yang benar dan sederet sunnah sebelum berbuka. Jangan lupa diamalkan, ya!
FAQ Doa Buka Puasa Ramadhan
1. Doa buka puasa dibaca sebelum atau sesudah?
Doa buka puasa dilafalkan setelah seorang muslim mengakhiri (membatalkan) puasanya.
2. Sholat maghrib atau buka puasa dahulu?
Umat Islam disunnahkan mendahulukan berbuka puasa. Kesunnahan ini didasarkan hadits yang berisi anjuran untuk menyegerakan waktu berbuka. Cukup akhiri puasa dengan kurma atau air, kemudian tunaikan sholat Maghrib.
3. Shahihkah doa buka puasa allahumma laka shumtu?
Sebagian ulama berpendapat hadits dasar doa ini lemah. Di sisi lain, ada juga ulama yang membolehkan pengamalannya karena hadits sumber doa allahumma laka shumtu memiliki riwayat penguat. Wallahu a'lam bish-shawab.
(par/ams)












































Komentar Terbanyak
Suasana Kirab Peringati HUT Ke-80 Sultan HB X Pagi Ini
Lagi! Serangan Israel Tewaskan 2 Prajurit TNI Penjaga Perdamaian di Lebanon
Alasan Keluarga Pilih Praka Farizal Dimakamkan di Makam Umum