- Kapan Niat Puasa Ramadan Dibaca?
- Bacaan Niat Puasa Ramadan yang Benar Lengkap
- Hukum Membaca Niat Puasa Ramadan Wajib atau Tidak?
- FAQ Tentang Niat Puasa Ramadan Bagaimana bacaan niat puasa Ramadhan yang benar dan lengkap? Apakah niat puasa Ramadhan harus dibaca setiap malam? Apakah puasa tetap sah jika lupa membaca niat puasa Ramadan?
Sebelum mengamalkan puasa di bulan Ramadan biasanya diawali dengan membaca niat terlebih dahulu. Untuk menjadi panduan, mari simak bacaan niat puasa Ramadan yang benar beserta waktu dan hukum membacanya.
Sebagaimana diketahui, puasa di bulan Ramadan adalah ibadah yang wajib dikerjakan oleh setiap muslim. Bahkan puasa termasuk dalam salah satu rukun Islam yang menunjukkan kedudukannya sebagai ibadah fardhu bagi umat Islam.
Kewajiban berpuasa di bulan Ramadan telah tertuang di dalam ayat suci Al-Quran. Seperti disampaikan dalam buku 'Fiqih' tulisan Hasbiyallah, ibadah puasa diwajibkan berdasarkan firman Allah SWT dalam Surat Al-Baqarah ayat 183. Allah SWT berfirman:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ ١٨٣
Yâ ayyuhalladzîna âmanû kutiba 'alaikumush-shiyâmu kamâ kutiba 'alalladzîna ming qablikum la'allakum tattaqûn.
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."
Mengingat puasa Ramadan adalah kewajiban, maka hendaknya kaum muslim mengamalkannya. Termasuk mengawali ibadah tersebut dengan membaca niatnya terlebih dahulu. Berikut bacaan lengkapnya.
Poin Utamanya:
- Niat puasa Ramadhan dibaca pada malam hari yakni sejak setelah matahari terbenam hingga sebelum terbit fajar, sebagai penanda dimulainya ibadah puasa sejak fajar sampai Maghrib.
- Terdapat perbedaan pendapat ulama terkait jumlah bacaan niat sebagian membolehkan niat sekali di malam pertama Ramadhan, sementara lainnya meyakini niat setiap malam dengan lafaz niatnya tetap sama.
- Membaca niat puasa Ramadhan hukumnya wajib karena termasuk rukun puasa, hal ini ditegaskan dalam hadits Nabi SAW bahwa amal ibadah tergantung pada niat dan puasa tanpa niat di malam hari tidak sah.
Kapan Niat Puasa Ramadan Dibaca?
Sebelum mengetahui lafaznya, terlebih dahulu pahami kapan niat puasa Ramadan bisa diamalkan. Untuk diketahui, waktu dimulainya puasa Ramadan sejak terbitnya fajar. Kemudian kaum muslim akan menahan lapar, haus, dan hawa nafsunya sampai matahari terbenam atau saat Maghrib tiba yang dikenal juga sebagai waktu berbuka.
Menukil dari 'Buku Pintar Agama Islam: Panduan Lengkap Berislam Secara Kafah' tulisan Abu Aunillah Al-Baijury, niat puasa Ramadan bisa dibaca di malam hari. Tepatnya setelah matahari terbenam sampai sebelum terbitnya fajar.
Kemudian ada juga perbedaan pandangan tentang jumlah mengucapkan niat puasa Ramadhan. Sebagaimana diterangkan dalam buku 'Kitab Terlengkap Panduan Ibadah Muslim Sehari-hari' karya KH Muhammad Habibillah, sebagian ulama meyakini niat puasa Ramadan bisa dibaca satu kali saja di malam pertama bulan Ramadan.
Namun, terdapat juga kalangan ulama yang justru berpendapat niat puasa Ramadan setiap malam dengan sepenuh hati dan cara yang baik. Berapa pun jumlah bacaan niat yang diamalkan untuk memulai puasa Ramadan, lafaz niat puasa Ramadan itu sendiri adalah sama.
Bacaan Niat Puasa Ramadan yang Benar Lengkap
Masih mengacu dari buku yang sama, lafaz niat puasa Ramadan yang bisa diamalkan berbunyi:
Tulisan Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى.
Tulisan Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an adaa-i fardhi syahri ramadhaana haadzihis sanati lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku berniat puasa besok hari untuk menunaikan kewajiban Ramadhan tahun ini karena Allah Swt."
Hukum Membaca Niat Puasa Ramadan Wajib atau Tidak?
Sebelumnya sudah dijelaskan puasa adalah salah satu rukun Islam yang tentunya sudah dipahami oleh setiap muslim. Namun, bagaimana dengan hukum membaca niat itu sendiri? Tertanya niat adalah salah satu rukun puasa Ramadan.
Menukil dari buku 'Fikih Madrasah Ibtidaiyah Kelas III' tulisan Yusak Burhanudin, Muhammad Najib, ada dua rukun puasa Ramadan. Pertama, niat yang diamalkan setelah terbenamnya fajar sampai sebelum terbitnya fajar.
Lalu yang kedua adalah menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa. Adapun kewajiban mengucap niat puasa Ramadan tertuang dalam sebuah riwayat hadits. Menurut 'Buku Pintar Muslim dan Muslimah' karya Rina Ulfatul Hasanah, diriwayatkan Rasulullah SAW bersabda:
"Barangsiapa yang tidak berniat puasa di malam hari, maka tidak ada puasa baginya." (HR. At-Tirmidzi dan Abu Dawud)
Sementara itu, niat sebelum mengerjakan ibadah tertentu juga sangat dianjurkan. Hal ini bahkan tertuang dalam riwayat yang lain. Dinukil buku 'Minhajul Muslimah' tulisan Muhammad Syafii Masykur, Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya amal itu tergantung niat dan setiap orang mendapatkan balasan dari apa yang diniatkannya." (HR. Muslim)
Hadits tadi diperkuat dengan riwayat lain yang disebutkan dalam buku 'Arba'in Nawawi: Kumpulan 40 Hadits Utama Imam An-Nawawi Dengan Maknanya' tulisan Arif Masduki, yang mana diriwayatkan:
عن أمير المؤمنين أبي حفص عمر بن الخطاب رضي الله عنه قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول " إنما الأعمال بالنيات, وإنما لكل امرئ ما نوى, فمن كانت هجرته إلى الله ورسوله فهجرته إلى الله ورسوله .
ومن كانت هجرته إلى دنيا يصيبها و امرأة ينكحها فهجرته إلى ما هاجر إليه " متفق عليه
"Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh, Umar bin Al-Khathab radhivallahu 'anhu, ia berkata: 'Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu Karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya'."
Dengan memahami niat puasa Ramadan yang benar diharapkan dapat memberikan pandangan tersendiri bagi kaum muslim. Termasuk waktu membaca dan juga hukumnya. Semoga informasi ini membantu.
FAQ Tentang Niat Puasa Ramadan
Bagaimana bacaan niat puasa Ramadhan yang benar dan lengkap?
Lafaz niat puasa Ramadhan yang diamalkan secara umum adalah, "Nawaitu shauma ghadin 'an adaa-i fardhi syahri ramadhaana haadzihis sanati lillaahi ta'aalaa", yang berarti berniat menjalankan puasa Ramadhan karena Allah SWT.
Apakah niat puasa Ramadhan harus dibaca setiap malam?
Ada perbedaan pendapat ulama. Sebagian membolehkan satu kali niat di awal Ramadhan dan terdapat juga pendapat lain menganjurkan membaca niat setiap malam untuk kehati-hatian.
Apakah puasa tetap sah jika lupa membaca niat puasa Ramadan?
Menurut hadits Rasulullah SAW, niat adalah rukun puasa. Jika seseorang tidak berniat di malam hari, maka puasanya tidak sah menurut sebagian besar ulama.
(par/dil)












































Komentar Terbanyak
PM Israel Netanyahu Klarifikasi soal Pernyataannya yang Singgung Yesus Kristus
Momen Emak-emak di Jogja 'Hadang' Purbaya Minta MBG Disetop
Jemaah Salat Id di Masjid Gedhe Kauman Membeludak hingga Jalan