Hitung Mundur 1 Ramadan 2026: Ini Jadwal dan Doa Awal Bulan

Hitung Mundur 1 Ramadan 2026: Ini Jadwal dan Doa Awal Bulan

Anindya Milagsita - detikJogja
Senin, 16 Feb 2026 14:52 WIB
Bulan Ramadan merupakan bulan suci yang dinantikan umat Islam. Berikut ini perkiraan tanggal 1 Ramadan 2026.
Ilustrasi puasa Ramadan. Foto: Getty Images/Drazen Zigic
Jogja -

Dalam hitungan hari, ibadah puasa di bulan Ramadan 2026 sudah bisa diamalkan oleh kaum muslim di Indonesia. Lantas, berapa hari lagi 1 Ramadan 2026 tiba?

Sebagaimana diketahui, bulan Ramadan adalah bulan yang penuh kebaikan dan kemuliaan dalam Islam. Tak ayal, kaum muslim senantiasa menanti-nantikan datangnya bulan yang menyimpan banyak keutamaan.

Di dalam buku 'Fikih Madrasah Ibtidaiyah' tulisan H Muhaemin Nur Idris, MAg, dkk., terdapat salah satu dalil yang menerangkan tentang keutamaan bulan Ramadan sebagai bulan diturunkannya Al-Quran. Disampaikan dalam firman Allah SWT melalui Surat Al-Baqarah ayat 185:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ ۝١٨٥

Syahru ramadlânalladzî unzila fîhil-qur'ânu hudal lin-nâsi wa bayyinâtim minal-hudâ wal-furqân, fa man syahida mingkumusy-syahra falyashum-h, wa mang kâna marîdlan au 'alâ safarin fa 'iddatum min ayyâmin ukhar, yurîdullâhu bikumul-yusra wa lâ yurîdu bikumul-'usra wa litukmilul-'iddata wa litukabbirullâha 'alâ mâ hadâkum wa la'allakum tasykurûn.

ADVERTISEMENT

Artinya: "Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu, berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur."

Tinggal menghitung hari lagi bulan Ramadan akan tiba. Nah, agar tidak ketinggalan dalam menyambutnya dengan penuh sukacita dan amalan baik, mari hitung mundur 1 Ramadan 2026 melalui informasi di bawah ini.

Poin Utamanya:

  • Berdasarkan kalender resmi Kementerian Agama Republik Indonesia dan almanak Nahdlatul Ulama, 1 Ramadhan 1447 H diperkirakan jatuh pada 19 Februari 2026 (hasil akhirnya menunggu sidang isbat 17 Februari 2026).
  • Sementara Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H pada tanggal 18 Februari 2026 melalui Maklumat resmi.
  • Sambil menanti ketetapan resmi, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa awal bulan, memahami niat puasa, serta mempersiapkan diri secara spiritual sebelum memasuki Ramadhan.

Hitung Mundur 1 Ramadan 2026 Berapa Hari Lagi?

Ibadah puasa dapat mulai dikerjakan pada tanggal 1 Ramadan setiap tahunnya. Seperti halnya puasa Ramadan di tahun ini yang dimulai sejak 1 Ramadan 1447 Hijriah.

Mengacu pada Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang resmi dirilis Kementerian Agama, 1 Ramadan 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada tanggal 19 Februari 2026 apabila dilihat dari kalender Masehi. Apabila tanggal tersebut resmi ditetapkan, maka ibadah puasa Ramadan akan berlangsung dalam waktu 3 hari lagi.

Hal senada juga tertuang dalam Almanak Tahun 2026 12 Rajab 1447 H-22 Rajab 1448 H yang mencantumkan 1 Ramadan 1447 Hijriah diperkirakan tiba 19 Februari 2026. Ini menunjukkan jika tanggal tersebut resmi ditetapkan NU, puasa Ramadan tinggal menunggu 3 hari lagi.

Berbeda halnya dengan Muhammadiyah yang sudah menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah secara resmi. Di dalam Kalender Hijirah Global Tunggal (KHGT) 1447 H, 1 Ramadan 1447 Hijriah berlangsung 18 Februari 2026.

Penetapan ini juga disampaikan melalui Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/1.0/E/2025 yang memutuskan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada hari 18 Feburari 2026. Ini berarti puasa Ramadan versi Muhammadiyah tinggal menunggu 2 hari lagi.

Jadwal 1 Ramadan 2026 Versi Pemerintah, Muhammadiyah, dan NU

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, penetapan 1 Ramadan 1447 Hijriah baru secara resmi disampaikan oleh Muhammadiyah. Sementara itu, pemerintah dan NU baru perkiraan saja. Mengapa demikian?

Sebab, pemerintah dan NU biasanya akan mengumumkannya saat hasil sidang isbat disampaikan. Menurut laman Kanwil Kemenag Kalteng, Kementerian Agama akan menggelar Sidang Isbat Awal Ramadan 1447 Hijriah pada Selasa, 17 Februari 2026.

Kendati di dalam Kalender Hijriah Kemenag dan Almanak NU tertera tanggal 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026 tapi keputusan akhirnya tetap mengacu pada hasil sidang isbat nantinya. Artinya, masyarakat yang berpedoman pada penetapan awal Ramadan menurut pemerintah dan NU perlu menantikan terlebih dahulu hasil sidang isbat.

Sementara itu, masyarakat yang mengacu pada penetapan awal Ramadan versi Muhammadiyah, sudah akan mengerjakan puasa di tanggal 1 Ramadan 1447 H atau Rabu, 18 Februari 2026. Sebagai pengingat, berikut uraian lengkapnya:

  • 1 Ramadan 2026 versi pemerintah: Kamis, 19 Februari 2026 (menunggu hasil sidang isbat 17 Februari 2026)
  • 1 Ramadan 2026 versi NU: Kamis, 19 Februari 2026 (menunggu hasil sidang isbat 17 Februari 2026)
  • 1 Ramadan 2026 versi Muhammadiyah: Rabu, 18 Februari 2026

Doa Awal Bulan Ramadan

Sambil menunggu 1 Ramadan 1447 Hijriah tiba, kaum muslim dapat mempersiapkan dirinya sejak saat ini. Termasuk memahami bacaan doa awal bulan Ramadan. Dalam hal ini, kaum muslim bisa membaca doa awal bulan secara umum maupun dikhususkan untuk bulan suci Ramadan.

Terdapat salah satu doa yang diamalkan oleh Rasulullah ketika melihat bulan sabit. Biasanya kemunculan bulan sabit biasanya sebagai penanda awal bulan Hijriah berlangsung. Menukil dari buku '165 Kebiasaan Nabi SAW' tulisan Abduh Zulfidar Akaha, di dalam sebuah riwayat hadits dari Ibnu Umar Radhiyallahu Anhuma yang menuturkan doa yang senantiasa di baca Rasulullah SAW saat melihat bulan sabit:

اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيمَانِ وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ وَالتَّوْفِيقِ لِمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى رَبُّنَا وَرَبُّكَ الله
(رواه الدرمي وابن حبان والطبراني)

"Allah Mahabesar. Ya Allah, jadikanlah bulan ini menerangi kami dengan berkah dan keimanan, keselamatan dan Islam, serta bimbingan untuk melakukan amal yang disukai dan diridhai Tuhan kami. Tuhan kami dan Tuhanmu adalah Allah." (HR. Ad-Darimi, Ibnu Hibban, dan Ath-Thabrani)

Kemudian di dalam riwayat lainnya turut disampaikan tentang doa Rasulullah SAW memasuki bulan baru. Diriwayatkan At-Tirmidzi dari Thalhah bin Ubaidillah Radhiyallahu Anhu:

أَنَّ النَّبِيَّ كَانَ إِذَا رَأَى الْهِلَالَ قَالَ اللَّهُمَّ أَهْلِلْهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالْإِيمَانِ وَالسَّلَامَةِ وَالإِسْلَامِ رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ، هلالُ رُشْدٍ وَخَيْرٍ. (رواه الترمذى)

"Bahwasanya Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, apabila melihat bulan, beliau membaca 'Allaahumma ahlilhu 'alainaa bil yumni wal iimaani was salaamati wal islaam, rabbii wa rabbukallaah, hilaalu rusydin wa khair'." (HR. At-Tirmidzi)

Menurut buku 'Doa-Doa Rasulullah Sehari-Hari dan Sepanjang Masa: Namina Books' karya Luthfi Yansyah, berikut doa Rasulullah SAW melihat bulan sabit:

اللهُ أَكْبَرُ، اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيْمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ، وَالتَّوْفِيقِ لِمَا تُحِبُّ رَبَّنَا وَتَرْضَى رَبُّنَا وَرَبُّكَ اللَّهُ

Allahuu akbar, alaahumma ahillahu 'alainaa bilamni wal iimaan, was salaamati wal islam, wat taufiiqi limaa tuhibbu rabbanaa wa tardhaa, rabbunaa wa rabbukallah.

Artinya: "Allah Maha Besar. Ya Allah, tampakkanlah awal bulan itu kepada kami dengan membawa keamanan dan keimanan, keselamatan dan Islam serta mendapat petunjuk untuk menjalankan apa yang Engkau senang dan ridha. Tuhan kami dan Tuhanmu (wahai bulan sabit) adalah Allah."

Kemudian ada versi bacaan doa lainnya yang bisa diamalkan dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan. H Hamdan Hamedan, MA, dalam bukunya 'Doa dan Zikir Sepanjang Tahun' menyampaikan berikut doa yang dimaksud:

اللَّهُمَّ أَهْلِلْهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالْإِيْمَانِ وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ.
Allaahumma ahlilhu 'alainaa bil-yumni wal-iimaani was sa-laamati wal-islaami rabbii wa rabbukallaah.

"Ya Allah, terbitkanlah bulan tersebut kepada kami dengan berkah, iman, keselamatan, serta Islam. Tuhanku dan Tuhan-mu adalah Allah." (HR. Tirmidzi no. 3.451 & Ahmad no. 1.324)

Niat Puasa Ramadan

Sebelum mengamalkan ibadah puasa Ramadan, kaum muslim hendaknya mengawali dengan niat. Sebab, niat termasuk dalam rukun puasa Ramadan.

Di dalam buku 'Koleksi Doa & Dzikir Sepanjang Masa' tulisan Ustadz Ali Amrin al-Qurawy, disampaikan niat puasa Ramadan bisa dibaca sejak malam hari sampai sebelum terbitnya fajar setiap harinya sepanjang bulan suci berlangsung. Namun, ada juga yang beranggapan niat puasa Ramadan hanya cukup dibaca satu kali saja.

Niat puasa Ramadan bisa dilafalnya dari mulut atau diucapkan di dalam hati. Berikut bacaan niatnya:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى.

Nawaitu shauma ghadin 'an adaa-i fardhi syahri ramadhaana haadzihis sanati lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Aku berniat puasa besok hari untuk menunaikan kewajiban Ramadhan tahun ini karena Allah SWT."

Demikianlah tadi penjelasan tentang jadwal 1 Ramadan 2026 dari berbagai versi beserta doa awal bulan dan bacaan niat puasa di bulan suci. Semoga bermanfaat!

FAQ Tentang Hitung Mundur 1 Ramadan 2026

1 Ramadhan 2026 berapa hari lagi?

Jika mengacu pada perkiraan pemerintah dan NU yang menetapkan 19 Februari 2026, maka Ramadhan diperkirakan 3 hari lagi. Namun menurut Muhammadiyah, 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada tanggal 18 Februari 2026, sehingga tinggal 2 hari lagi.

Doa apa yang bisa dibaca menyambut awal Ramadhan?

Salah satu doa yang dibaca Rasulullah SAW saat melihat hilal adalah "Allaahumma ahlilhu 'alainaa bil yumni wal iimaani was salaamati wal islaam, rabbii wa rabbukallaah, hilaalu rusydin wa khair."

Kapan niat puasa Ramadhan dibaca?

Niat puasa Ramadhan dibaca pada malam hari hingga sebelum terbit fajar. Lafalnya bisa diucapkan atau cukup di dalam hati, karena niatnya merupakan rukun puasa. Dengan bacaan niat, "Nawaitu shauma ghadin 'an adaa-i fardhi syahri ramadhaana haadzihis sanati lillaahi ta'aalaa."




(par/par)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads