Respons Bupati soal GKR Mangkubumi Minta Gunungkidul Jangan Seperti Bali

Respons Bupati soal GKR Mangkubumi Minta Gunungkidul Jangan Seperti Bali

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Kamis, 12 Feb 2026 13:10 WIB
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih saat memberikan keterangan di Pantai Sepanjang, Tanjungsari, Gunungkidul, Kamis (12/2/2026).
Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja
Gunungkidul -

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, angkat bicara terkait pernyataan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), GKR Mangkubumi yang menegaskan pembangunan di Gunungkidul tidak dibuat seperti Bali. Endah mengaku untuk pembangunan venue baru di objek wisata nantinya harus melalui kajian terkait sejarah Gunungkidul.

"Beliau (GKR Mangkubumi) sebenarnya kemarin menegaskan mengenai venue-venue baru yang dibangun di Gunungkidul," kata Endah kepada wartawan di Pantai Sepanjang, Tanjungsari, Gunungkidul, Kamis (12/2/2026).

Secara rinci, Endah menjelaskan keinginan Mangkubumi adalah menghendaki semua investor yang akan membangun di Gunungkidul, khususnya di kawasan pantai, harus memaparkan detailed engineering design (DED). Selain itu memaparkan perencanaannya hingga SketchUp dari pembangunannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perlu diketahui, SketchUp adalah perangkat lunak pemodelan 3D intuitif yang populer untuk arsitek, insinyur, dan kontraktor untuk merancang, memvisualisasikan dan merencanakan pembangunan secara cepat.

"Semua itu untuk memastikan apakah itu nanti berhubungan dengan tanah SG (Sultan Ground) atau berhubungan dengan lahan, sawah yang dilindungi atau juga lahan pertanian berkelanjutan supaya regulasinya jelas," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Selain itu, untuk ikonnya memang bangunannya terkadang meniru objek wisata negara lain hingga pulau lain. Oleh karena itu, Endah mengatakan bahwa Mangkubumi ingin agar Gunungkidul harus memiliki identitas sendiri.

"Bahkan kalau perlu melihat kajian-kajian sejarah, zaman dahulu itu historinya bangunan Gunungkidul itu seperti apa," ucapnya.

Sebagai contoh, Endah menyebut bahwa Danais memberikan akses untuk membangun bangunan khas Jogja. Menurutnya, hal itu sangat bagus dalam melestarikan kebudayaan Jogja.

"Demikian pun dengan objek wisata. Jadi tidak perlu meniru Bali kemudian merusak bentang alam, kemudian dibuat venue buatan, tetapi memanfaatkan alam semesta yang sudah disediakan Allah," katanya.

Menyoal pernyataannya yang ingin menata Pantai Sepanjang menyerupai Jimbaran, Bali, Endah mengaku hanya meniru sistem UMKM di Bali. Pasalnya, Pemkab sama sekali tidak akan membangun bangunan baru.

"Kalau itu tidak mengubah apapun, artinya untuk UMKMnya itu tidak hanya buka saat siang hari, jadi tidak membangun bangunan baru seperti pulau atau negara lain," ujarnya.

"Jadi kalau untuk berdagang di pinggir pantai (pasiran) kan selama ini belum ada pantai yang melakukan itu kecuali Jimbaran. Jimbaran kan malam menggelar dagangannya, tengah malam kursi sudah dimasukkan, maksudnya itu. Jadi tidak menduplikasi adat budayanya tapi menduplikasi sistem UMKMnya," lanjut Endah.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), GKR Mangkubumi meminta investor yang masuk dan ingin melakukan pembangunan di Gunungkidul harus mempertahankan identitas Jogja. Mangkubumi menegaskan jangan sampai Gunungkidul dibuat seperti Bali.

"Banyak investor menyampaikan bahwa pembangunan di Gunungkidul mau dibuat seperti Bali," kata GKR Mangkubumi saat menghadiri Musyawarah Kabupaten (Muskab) Kadin Kabupaten Gunungkidul di Wonosari, Gunungkidul, Senin (9/2).

Oleh sebab itu, Mangkubumi menekankan kepada pengurus Kadin Gunungkidul untuk menjaga identitas daerah dalam melakukan pembangunan. Mangkubumi mengakui investasi ke Gunungkidul mengalir deras, namun pembangunan di Gunungkidul harus tetap selaras dengan visi misi daerah.

"Dan saya selalu menyampaikan, kita adalah Jogja, bukan Bali," ujarnya.



(apl/apu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads