- Renungan Katolik Hari Ini Kamis, 12 Februari 2026 Bacaan Liturgi Katolik Hari Ini 12 Februari 2026 Bacaan I 1Raj. 11:4-13 Bacaan Mazmur Mzm. 106:3-4,35-36,37,40 Bacaan Injil Mrk. 7:24-30 Bacaan Ofisi Kej 44:1-20.30-34 Renungan Harian Katolik Kamis 12 Februari 2026 Doa Katolik Hari Ini
- FAQ 1. Renungan harian Katolik 12 Februari 2026 tentang apa? 2. Apa bacaan Injil Katolik hari ini 12 Februari 2026? 3. Kisah siapa yang diperingati dalam Liturgi Katolik hari ini 12 Februari 2026?
Bagi umat Katolik, renungan harian Katolik hari ini adalah cara untuk memperdalam hubungannya dengan Allah. Renungan Katolik tersebut biasanya disertai dengan bacaan dan doa.
Berdasarkan Kalender Liturgi 2026 Tahun A/II yang disusun oleh Komisi Liturgi KWI, 12 Februari 2026 merupakan peringatan hari biasa dengan peringatan kisah Santo Gaudensius, Uskup dan Pengaku Iman; Santo Benediktus dari Anaine, Abbas; dan Santa Maria, Pengaku Iman. Kemudian, warna liturgi hari ini adalah hijau.
Mengangkat tema tentang percaya kepada-Nya sepenuhnya, mari simak renungan Katolik hari Kamis, 12 Februari 2026 yang dihimpun dari buku "Inspirasi Pagi" oleh Oki Dwihatmanto OFM. Renungan harian Katolik berikut juga dilengkapi dengan bacaan Injil dan doa Katolik hari ini sebagai penutup.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Renungan Katolik Hari Ini Kamis, 12 Februari 2026
Bacaan Liturgi Katolik Hari Ini 12 Februari 2026
Sebelum berefleksi dalam renungan Katolik hari ini, umat dapat membaca bacaan Katolik hari ini, 12 Februari 2026. Adapun menurut kalender liturgi Komisi Liturgi KWI, bacaan Katolik hari ini dimulai dengan 1Raj. 11:4-13; dilanjut Mazmur Mzm. 106:3-4,35-36,37,40; bacaan Injil Mrk. 7:24-30; dan bacaan ofisi Kej 44:1-20.30-34. Berikut ini uraiannya:
Bacaan I 1Raj. 11:4-13
- 1Raj 11:4 Sebab pada waktu Salomo sudah tua, isteri-isterinya itu mencondongkan hatinya kepada allah-allah lain, sehingga ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada TUHAN, Allahnya, seperti Daud, ayahnya.
- 1Raj 11:5 Demikianlah Salomo mengikuti Asytoret, dewi orang Sidon, dan mengikuti Milkom, dewa kejijikan sembahan orang Amon,
- 1Raj 11:6 dan Salomo melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, dan ia tidak dengan sepenuh hati mengikuti TUHAN, seperti Daud, ayahnya.
- 1Raj 11:7 Pada waktu itu Salomo mendirikan bukit pengorbanan bagi Kamos, dewa kejijikan sembahan orang Moab, di gunung di sebelah timur Yerusalem dan bagi Molokh, dewa kejijikan sembahan bani Amon.
- 1Raj 11:8 Demikian juga dilakukannya bagi semua isterinya, orang-orang asing itu, yang mempersembahkan korban ukupan dan korban sembelihan kepada allah-allah mereka.
- 1Raj 11:9 Sebab itu TUHAN menunjukkan murka-Nya kepada Salomo, sebab hatinya telah menyimpang dari pada TUHAN, Allah Israel, yang telah dua kali menampakkan diri kepadanya,
- 1Raj 11:10 dan yang telah memerintahkan kepadanya dalam hal ini supaya jangan mengikuti allah-allah lain, akan tetapi ia tidak berpegang pada yang diperintahkan TUHAN.
- 1Raj 11:11 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Salomo: "Oleh karena begitu kelakuanmu, yakni engkau tidak berpegang pada perjanjian dan segala ketetapan-Ku yang telah Kuperintahkan kepadamu, maka sesungguhnya Aku akan mengoyakkan kerajaan itu dari padamu dan akan memberikannya kepada hambamu.
- 1Raj 11:12 Hanya, pada waktu hidupmu ini Aku belum mau melakukannya oleh karena Daud, ayahmu; dari tangan anakmulah Aku akan mengoyakkannya.
- 1Raj 11:13 Namun demikian, kerajaan itu tidak seluruhnya akan Kukoyakkan dari padanya, satu suku akan Kuberikan kepada anakmu oleh karena hamba-Ku Daud dan oleh karena Yerusalem yang telah Kupilih."
Bacaan Mazmur Mzm. 106:3-4,35-36,37,40
- Mzm 106:3 Berbahagialah orang-orang yang berpegang pada hukum, yang melakukan keadilan di segala waktu!
- Mzm 106:4 Ingatlah aku, ya TUHAN, demi kemurahan terhadap umat-Mu, perhatikanlah aku, demi keselamatan dari pada-Mu,
- Mzm 106:35 tetapi mereka bercampur baur dengan bangsa-bangsa, dan belajar cara-cara mereka bekerja.
- Mzm 106:36 Mereka beribadah kepada berhala-berhala mereka, yang menjadi perangkap bagi mereka.
- Mzm 106:37 Mereka mengorbankan anak-anak lelaki mereka, dan anak-anak perempuan mereka kepada roh-roh jahat,
- Mzm 106:40 Maka menyalalah murka TUHAN terhadap umat-Nya, dan Ia jijik kepada milik-Nya sendiri.
Bacaan Injil Mrk. 7:24-30
- Mrk 7:24 Lalu Yesus berangkat dari situ dan pergi ke daerah Tirus. Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak mau bahwa ada orang yang mengetahuinya, tetapi kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan.
- Mrk 7:25 Malah seorang ibu, yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat, segera mendengar tentang Dia, lalu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya.
- Mrk 7:26 Perempuan itu seorang Yunani bangsa Siro-Fenisia. Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya.
- Mrk 7:27 Lalu Yesus berkata kepadanya: "Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."
- Mrk 7:28 Tetapi perempuan itu menjawab: "Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak."
- Mrk 7:29 Maka kata Yesus kepada perempuan itu: "Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu."
- Mrk 7:30 Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar.
Bacaan Ofisi Kej 44:1-20.30-34
- Kej 44:1 Sesudah itu diperintahkannyalah kepada kepala rumahnya: "Isilah karung orang-orang itu dengan gandum, seberapa yang dapat dibawa mereka, dan letakkanlah uang masing-masing di dalam mulut karungnya.
- Kej 44:2 Dan pialaku, piala perak itu, taruhlah di dalam mulut karung anak yang bungsu serta uang pembayar gandumnya juga." Maka diperbuatnyalah seperti yang dikatakan Yusuf.
- Kej 44:3 Ketika paginya hari terang tanah, orang melepas mereka beserta keledai mereka.
- Kej 44:4 Tetapi baru saja mereka keluar dari kota itu, belum lagi jauh jaraknya, berkatalah Yusuf kepada kepala rumahnya: "Bersiaplah, kejarlah orang-orang itu, dan apabila engkau sampai kepada mereka, katakanlah kepada mereka: Mengapa kamu membalas yang baik dengan yang jahat?
- Kej 44:5 Bukankah ini piala yang dipakai tuanku untuk minum dan yang biasa dipakainya untuk menelaah? Kamu berbuat jahat dengan melakukan yang demikian."
- Kej 44:6 Ketika sampai kepada mereka, diberitakannyalah kepada mereka perkataan Yusuf itu.
- Kej 44:7 Jawab mereka kepadanya: "Mengapa tuanku mengatakan perkataan yang demikian? Jauhlah dari pada hamba-hambamu ini untuk berbuat begitu!
- Kej 44:8 Bukankah uang yang kami dapati di dalam mulut karung kami telah kami bawa kembali kepadamu dari tanah Kanaan? Masakan kami mencuri emas atau perak dari rumah tuanmu?
- Kej 44:9 Pada siapa dari hamba-hambamu ini kedapatan piala itu, biarlah ia mati, juga kami ini akan menjadi budak tuanku."
- Kej 44:10 Sesudah itu berkatalah ia: "Ya, usulmu itu baik; tetapi pada siapa kedapatan piala itu, hanya dialah yang akan menjadi budakku dan kamu yang lain itu akan bebas dari salah."
- Kej 44:11 Lalu segeralah mereka masing-masing menurunkan karungnya ke tanah dan masing-masing membuka karungnya.
- Kej 44:12 Dan kepala rumah itu memeriksanya dengan teliti; ia mulai dengan yang sulung sampai kepada yang bungsu; maka kedapatanlah piala itu dalam karung Benyamin.
- Kej 44:13 Lalu mereka mengoyakkan jubahnya dan masing-masing memuati keledainya, dan mereka kembali ke kota.
- Kej 44:14 Ketika Yehuda dan saudara-saudaranya sampai ke dalam rumah Yusuf, Yusuf masih ada di situ, sujudlah mereka sampai ke tanah di depannya.
- Kej 44:15 Berkatalah Yusuf kepada mereka: "Perbuatan apakah yang kamu lakukan ini? Tidakkah kamu tahu, bahwa seorang yang seperti aku ini pasti dapat menelaah?"
- Kej 44:16 Sesudah itu berkatalah Yehuda: "Apakah yang akan kami katakan kepada tuanku, apakah yang akan kami jawab, dan dengan apakah kami akan membenarkan diri kami? Allah telah memperlihatkan kesalahan hamba-hambamu ini. Maka kami ini, budak tuankulah kami, baik kami maupun orang pada siapa kedapatan piala itu."
- Kej 44:17 Tetapi jawabnya: "Jauhlah dari padaku untuk berbuat demikian! Pada siapa kedapatan piala itu, dialah yang akan menjadi budakku, tetapi kamu ini, pergilah kembali dengan selamat kepada ayahmu."
- Kej 44:18 Lalu tampillah Yehuda mendekatinya dan berkata: "Mohon bicara tuanku, izinkanlah kiranya hambamu ini mengucapkan sepatah kata kepada tuanku dan janganlah kiranya bangkit amarahmu terhadap hambamu ini, sebab tuanku adalah seperti Firaun sendiri.
- Kej 44:19 Tuanku telah bertanya kepada hamba-hambanya ini: Masih adakah ayah atau saudara kamu?
- Kej 44:20 Dan kami menjawab tuanku: Kami masih mempunyai ayah yang tua dan masih ada anaknya yang muda, yang lahir pada masa tuanya; kakaknya telah mati, hanya dia sendirilah yang tinggal dari mereka yang seibu, sebab itu ayahnya sangat mengasihi dia.
- Kej 44:30 Maka sekarang, apabila aku datang kepada hambamu, ayahku, dan tidak ada bersama-sama dengan kami anak itu, padahal ayahku tidak dapat hidup tanpa dia,
- Kej 44:31 tentulah akan terjadi, apabila dilihatnya anak itu tidak ada, bahwa ia akan mati, dan hamba-hambamu ini akan menyebabkan hambamu, ayah kami yang ubanan itu, turun ke dunia orang mati karena dukacita.
- Kej 44:32 Tetapi hambamu ini telah menanggung anak itu terhadap ayahku dengan perkataan: Jika aku tidak membawanya kembali kepada bapa, maka akulah yang berdosa kepada bapa untuk selama-lamanya.
- Kej 44:33 Oleh sebab itu, baiklah hambamu ini tinggal menjadi budak tuanku menggantikan anak itu, dan biarlah anak itu pulang bersama-sama dengan saudara-saudaranya.
- Kej 44:34 Sebab masakan aku pulang kepada ayahku, apabila anak itu tidak bersama-sama dengan aku? Aku tidak akan sanggup melihat nasib celaka yang akan menimpa ayahku."
Renungan Harian Katolik Kamis 12 Februari 2026
Yesus memasuki sebuah rumah di Tirus dan tidak ingin seorang pun mengetahuinya. Namun, Ia tidak dapat luput dari perhatian. Seorang perempuan Yunani dari Siro-Fenisia mengenali-Nya. Perempuan ini sedang menjalankan misi, terdorong oleh kasih sayang kepada putrinya.
Ia mencari Yesus bukan karena egois, melainkan karena hatinya merindukan pembebasan bagi putrinya dari roh jahat. Ketika hati kita berkobar dengan kasih sayang kepada orang lain, terutama keluarga, kehadiran Yang Ilahi tidak akan luput dari perhatian kita.
Kasih sayang kepada sesama mempertajam kepekaan rohani kita terhadap kasih karunia dan kebenaran Allah, sehingga memungkinkan kita untuk menemukan Dia dengan mengikuti dorongan kasih rohani.
Ketika perempuan itu memohon kepada Yesus untuk mengusir setan dari putrinya, tanggapan Yesus sungguh mengejutkan: "Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."
Ini bukanlah penghinaan, melainkan pernyataan yang jujur dan disengaja. Tidak seorang pun, baik orang Yahudi maupun bukan Yahudi, memiliki hak atas kuasa dan belas kasihan Allah. Dengan menyatakan fakta ini, Yesus memberi perempuan itu kesempatan untuk mengungkapkan dua sifat yang sangat penting, yakni iman dan kerendahan hati.
Jawaban perempuan itu, "Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak," adalah pernyataan yang indah tentang keduanya.
Iman adalah pengakuan akan kuasa dan kebaikan Allah, sementara kerendahan hati mengakui bahwa kita tidak layak menerima belas kasihan-Nya. Mengakui ketidaklayakan tidak akan menjauhkan kita dari Allah, tetapi justru mendekatkan kita kepada-Nya.
Hati yang merendah, tanpa rasa berhak, selalu menggerakkan Allah untuk mencurahkan kuasa dan kasih karunia-Nya. Karena perempuan bukan Yahudi ini menunjukkan keduanya, putrinya disembuhkan.
Kita diajak untuk merenungkan seberapa dalam kita percaya bahwa Tuhan adalah jawaban utama atas kehidupan. Apakah kita mencari Dia dan kehendak-Nya di atas setiap keinginan lainnya? Dalam rangka memurnikan iman, marilah kita periksa apakah kita bergumul dengan pola pikir "merasa berhak".
Mungkin saja kita mendekati Tuhan dengan kepercayaan diri bahwa kita berhak atas berkat-Nya. Kita diajak untuk seperti ibu yang memohon kesembuhan bagi putrinya itu. Dengan rendah hati, mari kita mengakui ketidaklayakan kita sambil sepenuhnya percaya pada belas kasihan-Nya.
Doa Katolik Hari Ini
Allah yang kekal dan kuasa, pada pagi hari ini kami panjatkan doa ke hadapan hadirat-Mu. Semoga kegelapan dosa Kaulenyapkan dari hati kami, supaya kami sampai kepada Cahaya Sejati.
Demi Yesus Kristus, Putra-Mu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin.
Demikian renungan harian Katolik hari ini Kamis, 12 Februari 2026 dengan bacaan Injil dan doa penutup. Semoga berkat Allah senantiasa menyertai keseharian kita. Amin.
FAQ
1. Renungan harian Katolik 12 Februari 2026 tentang apa?
Renungan Katolik hari ini 12 Februari 2026 mengangkat refleksi tentang merasa rendah hati dan percaya pada belas kasih-Nya sepenuhnya.
2. Apa bacaan Injil Katolik hari ini 12 Februari 2026?
Bacaan Injil Katolik 12 Februari 2026 adalah Markus 7 mulai dari ayat 24 sampai 30.
3. Kisah siapa yang diperingati dalam Liturgi Katolik hari ini 12 Februari 2026?
Dalam renungan harian Katolik 12 Februari 2026, kita juga merenungi kisah Santo Gaudensius (Uskup dan Pengaku Iman), Santo Benediktus dari Anaine (Abbas), dan Santa Maria (Pengaku Iman).
(sto/apu)

Komentar Terbanyak
Serangan Balik Tiyo Eks BEM UGM Usai Dituding Dekat dengan Tokoh PDIP
Pak Dukuh Tanam Padi di Pekarangan Pakai 840 Galon Bekas, Segini Hasil Panennya
Apakah Gigitan Orong-orong Berbahaya? Cari Tahu Bekas dan Cara Mengobatinya