- Doa Nisfu Syaban Berjamaah
- Doa Nisfu Syaban Versi Lainnya
- Apa Keutamaan Membaca Doa Nisfu Syaban?
- Kapan Waktu Terbaik Membaca Doa Nisfu Syaban?
- FAQ Nisfu Syaban 1. Apa itu doa Nisfu Syaban berjamaah? 2. Kapan waktu mustajab membaca doa Nisfu Syaban? 3. Apakah membaca doa Nisfu Syaban berjamaah wajib dilakukan?
Nisfu Syaban adalah waktu yang dianggap istimewa bagi sejumlah muslim karena dipenuhi dengan keutamaan. Maka dari itu, tidak sedikit umat Islam yang berlomba-lomba mengisinya dengan amalan baik, termasuk membaca doa bersama-sama. Bagaimana bacaan doa Nisfu Syaban berjamaah?
Apa itu Nisfu Syaban? Istilah ini merujuk pada pertengahan bulan Syaban yang biasanya jatuh pada 15 Syaban. Nisfu Syaban dianggap sebagai waktu yang istimewa karena memberikan keutamaan berupa pengampunan yang diberikan oleh Allah SWT.
Menukil dari publikasi 'Hujjah Ilmiah: Amalan di Bulan Sya'ban' tulisan Buya Yahya, keutamaan Nisfu Syaban berupa ampunan dari Allah SWT kepada setiap hamba-Nya, tertuang di dalam sebuah riwayat hadits. Sebagaimana diriwayatkan:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ : فَقَدْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْلَةً فَخَرَجْتُ فَإِذَا هُوَ بِالْبَقِيعِ فَقَالَ أَكُنْتِ تَخَافِينَ أَنْ يَحِيفَ اللَّهُ عَلَيْكِ وَرَسُولُهُ قُلْتُ
يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي ظَنَنْتُ أَنَّكَ أَتَيْتَ بَعْضَ نِسَائِكَ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ
وَجَلَّ يَنْزِلُ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَيَغْفِرُ لِأَكْثَرَ مِنْ عَدَدِ شَعْرِ غَنَمِ كِلَبٍ
"Dari Sayyidah Aisyah RA beliau berkata: "Aku kehilangan Rasulullah SAW pada suatu malam. Kemudian aku keluar dan aku menemukan beliau di pemakaman Baqi' Al-Gharqad" maka beliau bersabda, 'Apakah engkau khawatir Allah dan RasulNya akan menyia-nyiakanmu?' Kemudian aku berkata: 'Tidak wahai Rasulullah SAW, sungguh aku telah mengira engkau telah mendatangi sebagian isteri-isterimu". Kemudian Rasulullah SAW bersabda, 'Sesungguhnya Allah menyeru hamba-Nya di malam Nishfu Sya'ban kemudian mengampuninya dengan pengampunan yang lebih banyak dari bilangan bulu domba Bani Kilab (maksudnya pengampunan yang sangat banyak)." (HR. Imam Tirmidzi, Imam Ibnu Majah, Imam Ahmad Bin Hanbal dan Imam Ibnu Hibban beliau berkata hadits ini shahih)
Untuk itu, kaum muslim dapat mengisi Nisfu Syaban dengan sejumlah amalan. Termasuk membaca doa yang dipanjatkan bersama-sama. Berikut doa Nisfu Syaban berjamaah yang bisa dijadikan sebagai salah satu panduan bagi kaum muslim.
Poin Utamanya:
- Pada malam Nisfu Syaban, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa. Salah satu amalan yang umum dilakukan adalah membaca Surat Yasin tiga kali dengan niat berbeda, lalu dilanjutkan doa Nisfu Syaban berjamaah.
- Selain doa Nisfu Syaban berjamaah, umat Islam juga dapat membaca doa yang diajarkan Rasulullah SAW untuk memohon keberkahan bulan Syaban dan dipertemukan dengan Ramadhan, meski doa tersebut tidak dikhususkan hanya untuk Nisfu Syaban.
- Doa Nisfu Syaban diyakini memiliki keutamaan seperti kelapangan rezeki dan terpenuhinya kebutuhan, serta dibaca dianjurkan pada waktu-waktu mustajab seperti antara adzan dan iqamah atau saat berbuka puasa.
Doa Nisfu Syaban Berjamaah
Sejatinya, ada berbagai versi doa yang bisa dipanjatkan di waktu Nisfu Syaban atau 15 Syaban tiba. Baik itu doa yang berlaku secara umum maupun dikhususkan salah satunya untuk malam Nisfu Syaban.
Mengutip dari laman NU, sebelum membaca doa Nisfu Syaban, muslim bisa mengawalinya dengan membaca Surat Yasin terlebih dahulu. Adapun Surat Yasin bisa dibaca sebanyak tiga kali. Pada Yasin pertama bisa diniatkan dengan memohon umur yang panjang kepada Allah SWT.
Kemudian bacaan Yasin kedua untuk memohon kemurahan rezeki dari Allah SWT. Lalu, Yasin ketiga bisa memohon agar memiliki iman yang kuat. Pada setiap bacaan Yasin tadi bisa diikuti dengan bacaan doa Nisfu Syaban. Berikut doa Nisfu Syaban berjamaah yang bisa dibaca bersama-sama dengan kaum muslim lainnya:
Arab: اللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ
اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنَا عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ أَشْقِيَاءَ أَوْ مَحْرُوْمِيْنَ أَوْ مُقَتَّرِيْنَ عَلَيْنَا فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتَنَا وَحِرْمَانَنَا وَاقْتِتَارَ رِزْقِنَا، وَاكْتُبْنَا عِنْدَكَ سُعَدَاءَ مَرْزُوْقِيْنَ مُوَفَّقِيْنَ لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ: "يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ" وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَــالَمِيْنَ
Latin: Allāhumma yā dzal manni wa lā yumannu 'alaika yā dzal jalāli wal ikrām, yā dzat thauli wal in'ām, lā ilāha illā anta zhahral lājīna wa jāral mustajīrīna, wa ma'manal khā'ifīn. Allāhumma in kunta katabtanā 'indaka fī ummil kitābi asyqiyā'a au mahrūmīna au muqattarīna 'alaynā fir rizqi, famhullāhumma fī ummil kitābi syaqāwatanā, wa hirmānanā waqtitāra rizqinā, waktubnā 'indaka su'adā'a marzūqīna muwaffaqīna lil khairāt. Fa innaka qulta wa qaulukal haqq fī kitābikal munzali 'ala lisāni nabiyyikal mursali "Yamhullāhu mā yasyā'u wa yutsbitu wa 'indahū ummul kitāb." Wa shallallāhu 'alā sayyidinā Muhammadin wa 'alā ālihī wa shahbihī wa sallama, walhamdulillāḥi rabbil 'ālamīn.
Artinya: "Wahai Tuhanku yang maha pemberi, Engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemilik kekayaan dan pemberi nikmat. Tiada Tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut. Tuhanku, jika Engkau mencatat kami di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezeki kami. Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata-sementara perkataan-Mu adalah benar-di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, 'Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki di sisi-Nya Lauh Mahfuzh."
Doa Nisfu Syaban Versi Lainnya
Selain doa Nisfu Syaban berjamaah, ada juga pilihan doa lainnya yang juga bisa diamalkan di tanggal 15 Syaban atau bertepatan dengan Nisfu Syaban. Salah satunya doa yang berasal dari sunnah Rasulullah SAW.
Doa yang dimaksud sejatinya tidak dikhususkan di hari Nisfu Syaban saja. Namun, Rasulullah SAW mengamalkannya saat menyambut datangnya bulan Rajab. Menukil dari buku karya Dra Udji Asiyah, MSi, bertajuk 'Dakwah Kreatif: Muharram, Maulid Nabi, Rajab dan Sya'ban' saat bulan Rajab tiba, Rasulullah SAW senantiasa berdoa kepada Allah SWT. Melalui sebuah riwayat, disampaikan:
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ رَجَبٌ قَالَ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَارِكْ لَنَا فِي رَمَضَانَ
Artinya: "Dari Anas bin Malik berkata, bahwa Rasulullah SAW jika masuk bulan Rajab, dia berkata: 'Allahumma barik lanaa fii Rajaba wa Syaban wa barik lanaa fii Ramadhan' (Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Syaban dan berkahilah kami di bulan Ramadhan)" (HR. Ahmad Nomor 2228).
Kendati doa tersebut diamalkan oleh Rasulullah SAW dalam menyambut bulan Rajab, tapi di dalamnya beliau turut memohon keberkahan bulan Syaban dari Allah SWT. Untuk itu, tidak ada salahnya doa tersebut dipanjatkan oleh kaum muslim. Berikut bacaan yang dimaksud:
Arab: اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Latin: Allahumma baarik lanaa fii rajab wa sya'ban wa ballighna ramadhana.
Artinya: "Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Syaban, dan sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan." terdapat sebuah doa yang diamalkan oleh Rasulullah untuk memohon keberkahan di bulan Syaban. Diriwayatkan:
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ رَجَبٌ قَالَ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَارِكْ لَنَا فِي رَمَضَانَ
Artinya: "Dari Anas bin Malik berkata, bahwa Rasulullah SAW jika masuk bulan Rajab, dia berkata: 'Allahumma barik lanaa fii Rajaba wa Syaban wa barik lanaa fii Ramadhan' (Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Syaban dan berkahilah kami di bulan Ramadhan)" (HR. Ahmad Nomor 2228).
Nah, bagi kaum muslim yang hendak mengamalkan doa yang dimaksud dalam hadits tersebut, berikut bacaan lengkapnya:
Arab: اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Latin: Allahumma baarik lanaa fii rajab wa sya'ban wa ballighna ramadhana.
Artinya: "Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Syaban, dan sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan."
Apa Keutamaan Membaca Doa Nisfu Syaban?
Sementara itu, menurut laman MUI, doa Nisfu Syaban berjamaah yang tadi sudah diuraikan berasal dari kitab Maslakul Akhyar karya Mufti Betawi atau Syekh Sayyid Utsman bin Yahya. Namun, redaksi doa aslinya berasal dari keterangan as-Suyuti dan termaktub dalam Mushannaf Ibnu Abi Syaibah dan 'ad-Dua' tulisan Ibnu Abi ad-Dunya dari Sahabat Ibnu Mas'ud ra.
Di dalamnya, terdapat keutamaan yang mana siapa saja yang mengamalkannya akan senantiasa diberikan keluasan rezeki dari Allah SWT. Kemudian dikatakan juga, membaca doa yang sama turut membuat kaum muslim akan dipenuhi segala kebutuhannya oleh Allah SWT.
Sementara itu, berdoa menjadi amalan yang begitu dianjurkan dalam Islam. Sebagaimana disebutkan dalam buku 'Kumpulan Doa-doa' karya Sukarta, MPd, perintah untuk berdoa kepada Allah SWT telah tertuang di dalam Surat Al-Baqarah ayat 153. Di dalam surat tersebut, Allah SWT berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ ١٥٣
Yâ ayyuhalladzîna âmanusta'înû bish-shabri wash-shalâh, innallâha ma'ash-shâbirîn.
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar."
Kemudian di dalam Surat Ghafir ayat 60, kembali disampaikan tentang keutamaan berdoa kepada Allah SWT. Di dalam ayat tersebut terdapat firman Allah SWT yang menyampaikan:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْۗ اِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَࣖ ٦٠
Wa qâla rabbukumud'ûnî astajib lakum, innalladzîna yastakbirûna 'an 'ibâdatî sayadkhulûna jahannama dâkhirîn.
Artinya: "Tuhanmu berfirman, 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina'."
Kapan Waktu Terbaik Membaca Doa Nisfu Syaban?
Setelah memahami bacaan dan keutamaannya, ada kaum muslim yang mungkin bertanya-tanya soal waktu terbaik mengamalkannya. Dalam Islam, terdapat waktu-waktu tertentu yang dianggap mustajab untuk membaca doa.
Menukil dari buku Karya Haris Priyatna dan Lisdy Rahayu bertajuk 'Amalan Pembuka Rezeki', salah satu waktu yang dianggap mustajab untuk berdoa adalah antara adzan dan juga iqamah. Terdapat riwayat hadits yang mendukung pernyataan tersebut. Sebagaimana diriwayatkan, Rasulullah SAW pernah bersabda:
"Doa di antara adzan dan iqamah tidak tertolak." (HR. At-Tirmidzi)
Kemudian ada juga waktu saat berbuka puasa. Bagi kaum muslim yang berpuasa Nisfu Syaban, momentum berbuka puasa bisa diisi dengan mengamalkan doa kepada Allah SWT. Masih mengacu dari buku yang sama, saat seorang muslim berdoa ketika berbuka, maka doa-doanya akan diistijabah. Rasulullah SAW menyampaikan sabda:
"Ada tiga doa yang tidak tertolak: doa orang yang berpuasa ketika berbuka, doa pemimpin yang adil, dan doa orang yang terdzalimi." (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban)
Untuk itulah, dua dari waktu tersebut dapat menjadi acuan bagi kaum muslim dalam mengamalkan doa kepada Allah SWT. Baik itu di antara adzan sampai iqamah maupun berbuka puasa.
Demikianlah tadi doa Nisfu Syaban berjamaah dan juga versi lainnya yang bisa diamalkan oleh muslim pada Nisfu Syaban beserta keutamaan serta waktu terbaik mengamalkannya. Semoga informasi ini membantu, ya.
FAQ Nisfu Syaban
1. Apa itu doa Nisfu Syaban berjamaah?
Doa Nisfu Syaban berjamaah adalah doa yang dibaca bersama-sama pada malam tanggal 15 Syaban, biasanya setelah membaca Surat Yasin sebanyak tiga kali , dengan niat memohon panjang umur, kelapangan rezeki, dan kekuatan iman kepada Allah SWT.
2. Kapan waktu mustajab membaca doa Nisfu Syaban?
Doa Nisfu Syaban dapat dibaca pada malam pertengahan bulan Syaban , terutama di waktu-waktu mustajab seperti antara adzan dan iqamah serta saat berbuka puasa bagi yang berpuasa sunnah.
3. Apakah membaca doa Nisfu Syaban berjamaah wajib dilakukan?
Membaca doa Nisfu Syaban berjamaah bukan ibadah wajib dan tidak bersifat mengikat. Doa ini merupakan amalan yang boleh dilakukan sebagai bentuk ikhtiar dan permohonan kepada Allah SWT.
(par/par)

Komentar Terbanyak
Serangan Balik Tiyo Eks BEM UGM Usai Dituding Dekat dengan Tokoh PDIP
Pak Dukuh Tanam Padi di Pekarangan Pakai 840 Galon Bekas, Segini Hasil Panennya
Apakah Gigitan Orong-orong Berbahaya? Cari Tahu Bekas dan Cara Mengobatinya