Secara bahasa, Nisfu berarti setengah atau pertengahan. Syaban merupakan nama bulan yang sering 'dilupakan' karena terjepit di antara dua bulan Mulia, yakni Rajab dan Ramadhan.
Berdasarkan definisi di atas, dapat dipahami bahwasanya Nisfu Syaban adalah setengah bulan Syaban alias tanggal 15. Para ulama berbeda pendapat mengenai keistimewaan hari tersebut. Sebagian menyebut adanya keutamaan, yang lain menyanggahnya.
Jadi, apa keistimewaan Nisfu Syaban? Simak selengkapnya melalui uraian di bawah ini!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Poin Utamanya:
- Hadits keistimewaan Nisfu Syaban sangat banyak, tetapi keshahihannya dipertanyakan. Namun demikian, ada 1 hadits dari Abu Musa al-Asy'ari dan sejumlah sahabat yang menyebut Allah SWT mengampuni makhluk-makhluk-Nya pada malam Nisfu Syaban. Hadits itu derajatnya shahih.
- Nabi Muhammad SAW tidak mengajarkan amalan khusus untuk Nisfu Syaban atau malamnya. Karena itu, Nisfu Syaban bisa diisi berbagai macam amal secara umum, seperti puasa, sholat sunnah, dan membaca Al-Quran.
- Tahun ini, Nisfu Syaban jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026. Sementara itu, malam Nisfu Syaban dimulai saat Matahari terbenam pada Senin, 2 Februari 2026.
Keistimewaan Nisfu Syaban
Dikutip dari buku Ensiklopedi Amalan Sunnah di Bulan Hijriyah tulisan Abu Ubaidah Yusuf dan Abu Abdillah Syahrul Fatwa, Allah SWT memang menciptakan waktu-waktu yang memiliki keutamaan. Contohnya, bulan Ramadhan ketimbang bulan lain. Juga hari Jumat dibandingkan hari-hari lain.
Bagaimana dengan Nisfu Syaban? Riwayat-riwayat mengenai keistimewaan Nisfu Syaban, terkhusus malamnya, memang mudah ditemukan di berbagai sumber. Hanya saja, status keshahihan hadits-hadits dasarnya diperselisihkan.
Namun, ada satu hadits yang dianggap shahih karena datang dari banyak jalur periwayatan. Begini bunyinya:
يَنْزِلُ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى إِلَى خَلْقِهِ لَيْلَةَ النَّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ, فَلْيَغْفِرُ الِجَمِيعِ خَلْقِهِ, إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ
Artinya: "Allah Tabaraka wa Ta'ala turun kepada makhluk-Nya pada malam Nisfu Syaban, lalu Dia mengampuni seluruh makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan."
Hadits di atas di antaranya diriwayatkan oleh Mu'adz bin Jabal, Abdullah bin Umar, Abu Musa al-Asy'ari, Abu Hurairah, dan Aisyah. 'Jalan' riwayat yang berlimpah ini membuat hadits keistimewaan malam Nisfu Syaban terangket ke derajat shahih sehingga bisa dijadikan pedoman.
Wallahu a'lam bish-shawab.
Amalan Nisfu Syaban
Menurut penjelasan dari laman resmi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), tidak ada amalan yang dikhususkan untuk Nisfu Syaban. Namun, sebagaimana juga hari-hari lain, beribadah padanya tidaklah dilarang sama sekali.
Salah satu ibadah yang bisa dikerjakan pada Nisfu Syaban adalah puasa. Amalan ini dilandaskan perkataan Aisyah radhiyallahu anha yang mengatakan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam paling sering puasa pada bulan Syaban selain Ramadhan.
فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلاَّ رَمَضَانَ ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِى شَعْبَانَ
Artinya: "Aku tidak pernah melihat Rasulullah Saw berpuasa satu bulan penuh, kecuali di bulan Ramadan dan aku tidak pernah melihat beliau berpuasa (sunah) di satu bulan melebihi puasanya di bulan Syaban." (HR Bukhari dan Muslim)
Melalui sabdanya, Rasulullah menjelaskan bahwa beliau kerap berpuasa pada bulan Syaban karena bulan itu adalah waktu pengangkatan amal manusia. Sang Khatamul Anbiya' suka jika amalannya dilaporkan dalam kondisi tengah berpuasa.
Di sisi lain, situs Nahdlatul Ulama (NU) Banten menyebut sejumlah amalan yang dianjurkan ulama untuk mengisi malam Nisfu Syaban. Salah satunya adalah mengerjakan sholat sunnah Mutlak.
Ad-Dairaby dalam kitab Mujribat-nya menyarankan mengisi malam Nisfu Syaban dengan membaca surat Yasin sebanyak 3 kali. Syaikh Muhammad bin Darwisy, penulis Asna al-Mathalib, menyebut amalan ini sebagai hasil ijtihad Syaikh al-Buni.
وقال العلامة الديربي في "مجرباته" (ومن خواص "سورة يس" -كما قال بعضهم- أن تقرأها ليلة النصف من شعبان "ثلاث مرات": الأولى بنية طول العمر، والثانية بنية دفع البلاء، والثالث بنية الإستغناء عن الناس.
Artinya: "Adapun pembacaan surat Yasin pada malam Nisfu Syaban setelah Maghrib merupakan hasil ijtihad sebagian ulama, konon ia adalah Syeikh Al-Buni dan hal itu bukanlah suatu hal yang buruk."
Laman NU Banten juga merinci amalan-amalan lain untuk malam Nisfu Syaban, yakni:
- Sholat sunnah Tasbih
- Sholat sunnah Awwabin
- Membaca tasbih Nabi Yunus
- Membaca Ayatul Hirsh
- Memperbanyak doa
- Memperbanyak sholawat
Doa Malam Nisfu Syaban
Disadur dari website Majelis Ulama Indonesia (MUI) Digital, ada sebuah doa yang biasa dipanjatkan pada malam Nisfu Syaban. Doa itu dicantumkan dalam kitab Maslakul Akhyar tulisan Syaikh Sayyid Utsman bin Yahya:
اللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ. اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ أَشْقِيَاءَ أَوْ مَحْرُوْمِيْنَ أَوْ مُقَتَّرِيْنَ عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِيْ وَحِرْمَانِيْ وَاقْتِتَارَ رِزْقِيْ، وَاكْتُبْنِيْ عِنْدَكَ سُعَدَاءَ مَرْزُوْقِيْنَ مُوَفَّقِيْنَ لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ: "يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ" وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَــالَمِيْنَ
Arab Latin: Allahumma yā dzal-manni wa lā yumannu 'alaik, yā dzal-jalāli wal-ikrām, yā dzath-thauli wal-in'ām, lā ilāha illā anta, zhahral-lāji'īn wa jāral-mustajīrīn wa ma'manal-khāifīn. Allahumma in kunta katabtanī 'indaka fī ummil-kitābi asyqiyā'a aw maḥrūmīn aw muqattarīn 'alayya fir-rizqi, famḥu allāhumma fī ummil-kitābi syaqāwatī wa ḥirmānī wa iqtitāra rizqī, waktubnī 'indaka su'adā'a marzūqīn muwaffaqīn lil-khairāt, fa innaka qulta wa qawluka al-ḥaqqu fī kitābikal-munzali 'alā lisāni nabiyyikal-mursal: yamḥullāhu mā yashā'u wa yutsbit wa 'indahū ummul-kitāb. Wa ṣallallāhu 'alā sayyidinā Muḥammad wa 'alā ālihi wa ṣaḥbihi wa sallam, wal-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn.
Artinya: "Wahai Tuhanku yang maha pemberi, Engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemilik kekayaan dan pemberi nikmat. Tiada Tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut. Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata-sementara perkataan-Mu adalah benar-di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, 'Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.' Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad, keluarga, beserta sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam."
Jadwal Nisfu Syaban 2026
Tahun ini, pemerintah, NU, dan Muhammadiyah kompak mengawali Syaban pada Selasa, 20 Januari 2026. Dengan demikian, Nisfu Syaban-nya bakal hadir pada Selasa, 3 Februari 2026 mendatang.
Bagaimana dengan malam Nisfu Syaban 2026? Sebagaimana detikers ketahui, dalam sistem penanggalan Hijriah, pergantian hari terjadi saat Matahari terbenam, ditandai dengan kumandang adzan maghrib.
Artinya, malam Nisfu Syaban telah dimulai sejak waktu maghrib pada Senin, 2 Februari 2026. Pada malam itu, amalan-amalan di atas dapat dikerjakan dengan harapan mendapat ridha dan ganjaran dari Allah SWT.
Demikian sekilas pembahasan mengenai keistimewaan Nisfu Syaban, lengkap dengan amalan dan jadwalnya. Semoga bermanfaat.
FAQ tentang Nisfu Syaban
1. Apa kelebihan malam Nisfu Syaban?
Berdasar hadits yang dipedomani sejumlah ulama, pada malam Nisfu Syaban, Allah SWT akan mengampuni dosa makhluk-makhluk-Nya.
2. Apakah doa di malam Nisfu Syaban akan dikabulkan?
Imam Syafi'i dalam kitabnya, al-Umm, pernah mengatakan bahwa doa dikabulkan pada malam Nisfu Syaban dan 4 malam lain. Keterangan senada juga tercantum di hadits Ibnu Umar radhiyallahu anhu. Wallahu a'lam bish-shawab.
3. Apa saja manfaat puasa Nisfu Syaban?
Pertama, mengikuti sunnah Nabi SAW yang sering berpuasa pada bulan Syaban. Kedua, bertepatan dengan tanggal 15 bulan Syaban, salah satu waktu utama puasa Ayyamul Bidh. Namun, perlu dipahami bahwasanya tidak ada riwayat shahih tentang puasa Nisfu Syaban secara terkhusus.
(par/apl)

Komentar Terbanyak
Pak Dukuh Tanam Padi di Pekarangan Pakai 840 Galon Bekas, Segini Hasil Panennya
Apakah Gigitan Orong-orong Berbahaya? Cari Tahu Bekas dan Cara Mengobatinya
14 Orang Jadi Tersangka Baru Kasus Penyiksaan Anak Daycare Little Aresha Jogja