Renungan Harian Katolik 31 Januari 2026 dan Bacaan Hari Ini: Bagai Bahtera

Renungan Harian Katolik 31 Januari 2026 dan Bacaan Hari Ini: Bagai Bahtera

Santo - detikJogja
Sabtu, 31 Jan 2026 04:00 WIB
Renungan Harian Katolik 31 Januari 2026 dan Bacaan Hari Ini: Bagai Bahtera
Gereja Katolik. (Foto: Okkisafire/Wikimedia Commons/CC BY-SA 4.0)
Jogja -

Bagi umat Katolik, renungan harian Katolik hari ini adalah cara untuk memperdalam hubungannya dengan Allah. Renungan Katolik tersebut biasanya disertai dengan bacaan dan doa.

Berdasarkan Kalender Liturgi 2026 Tahun A/II yang disusun oleh Komisi Liturgi KWI, 31 Januari 2026 merupakan peringatan kisah Santa Marcella, Martir; Santo Yohanes Bosko, Imam; dan Santo Aidan, Uskup dan Pengaku Iman. Kemudian, warna liturgi hari ini adalah putih.

Mengangkat tema tentang gereja bagai bahtera, mari simak renungan Katolik hari Sabtu, 31 Januari 2026 yang dihimpun dari buku "Inspirasi Pagi" oleh Y Damai Wasono OFM. Renungan harian Katolik berikut juga dilengkapi dengan bacaan Injil dan doa Katolik hari ini sebagai penutup.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Renungan Katolik Hari Ini Sabtu, 31 Januari 2026

Bacaan Liturgi Katolik Hari Ini 31 Januari 2026

Sebelum berefleksi dalam renungan Katolik hari ini, umat dapat membaca bacaan Katolik hari ini, 31 Januari 2026. Adapun menurut kalender liturgi Komisi Liturgi KWI, bacaan Katolik hari ini dimulai dengan 2Sam. 12:1-7a,10-17; dilanjut Mazmur Mzm. 51:12-13,14-15,16-17; bacaan Injil Mrk. 4:35-41; dan bacaan ofisi Kej 25:7-11.19-34. Berikut ini uraiannya:

ADVERTISEMENT

Bacaan I 2Sam. 12:1-7a,10-17

  • 2Sam 12:1 Tuhan mengutus Natan kepada Daud. Ia datang kepada Daud dan berkata kepadanya: "Ada dua orang dalam suatu kota: yang seorang kaya, yang lain miskin.
  • 2Sam 12:2 Si kaya mempunyai sangat banyak kambing domba dan lembu sapi;
  • 2Sam 12:3 si miskin tidak mempunyai apa-apa, selain dari seekor anak domba betina yang kecil, yang dibeli dan dipeliharanya. Anak domba itu menjadi besar padanya bersama-sama dengan anak-anaknya, makan dari suapnya dan minum dari pialanya dan tidur di pangkuannya, seperti seorang anak perempuan baginya.
  • 2Sam 12:4 Pada suatu waktu orang kaya itu mendapat tamu; dan ia merasa sayang mengambil seekor dari kambing dombanya atau lembunya untuk memasaknya bagi pengembara yang datang kepadanya itu. Jadi ia mengambil anak domba betina kepunyaan si miskin itu, dan memasaknya bagi orang yang datang kepadanya itu."
  • 2Sam 12:5 Lalu Daud menjadi sangat marah karena orang itu dan ia berkata kepada Natan: "Demi Tuhan yang hidup: orang yang melakukan itu harus dihukum mati.
  • 2Sam 12:6 Dan anak domba betina itu harus dibayar gantinya empat kali lipat, karena ia telah melakukan hal itu dan oleh karena ia tidak kenal belas kasihan."
  • 2Sam 12:7 Kemudian berkatalah Natan kepada Daud: "Engkaulah orang itu! Beginilah firman Tuhan, Allah Israel: Akulah yang mengurapi engkau menjadi raja atas Israel dan Akulah yang melepaskan engkau dari tangan Saul.
  • 2Sam 12:10 Oleh sebab itu, pedang tidak akan menyingkir dari keturunanmu sampai selamanya, karena engkau telah menghina Aku dan mengambil isteri Uria, orang Het itu, untuk menjadi isterimu.
  • 2Sam 12:11 Beginilah firman Tuhan: Bahwasanya malapetaka akan Kutimpakan ke atasmu yang datang dari kaum keluargamu sendiri. Aku akan mengambil isteri-isterimu di depan matamu dan memberikannya kepada orang lain; orang itu akan tidur dengan isteri-isterimu di siang hari.
  • 2Sam 12:12 Sebab engkau telah melakukannya secara tersembunyi, tetapi Aku akan melakukan hal itu di depan seluruh Israel secara terang-terangan."
  • 2Sam 12:13 Lalu berkatalah Daud kepada Natan: "Aku sudah berdosa kepada Tuhan." Dan Natan berkata kepada Daud: "Tuhan telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati.
  • 2Sam 12:14 Walaupun demikian, karena engkau dengan perbuatan ini telah sangat menista Tuhan, pastilah anak yang lahir bagimu itu akan mati."
  • 2Sam 12:15 Kemudian pergilah Natan ke rumahnya. Dan Tuhan menulahi anak yang dilahirkan bekas isteri Uria bagi Daud, sehingga sakit.
  • 2Sam 12:16 Lalu Daud memohon kepada Allah oleh karena anak itu, ia berpuasa dengan tekun dan apabila ia masuk ke dalam, semalam-malaman itu ia berbaring di tanah.
  • 2Sam 12:17 Maka datanglah kepadanya para tua-tua yang di rumahnya untuk meminta ia bangun dari lantai, tetapi ia tidak mau; juga ia tidak makan bersama-sama dengan mereka.

Bacaan Mazmur Mzm. 51:12-13,14-15,16-17

  • Mzm 51:12 (51-14) Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela!
  • Mzm 51:13 (51-15) Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran, supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu.
  • Mzm 51:14 (51-16) Lepaskanlah aku dari hutang darah, ya Allah, Allah keselamatanku, maka lidahku akan bersorak-sorai memberitakan keadilan-Mu!
  • Mzm 51:15 (51-17) Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku memberitakan puji-pujian kepada-Mu!
  • Mzm 51:16 (51-18) Sebab Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan; sekiranya kupersembahkan korban bakaran, Engkau tidak menyukainya.
  • Mzm 51:17 (51-19) Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

Bacaan Injil Mrk. 4:35-41;

  • Mrk 4:35 Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang."
  • Mrk 4:36 Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia.
  • Mrk 4:37 Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.
  • Mrk 4:38 Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?"
  • Mrk 4:39 Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.
  • Mrk 4:40 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?"
  • Mrk 4:41 Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: "Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?"

Bacaan Ofisi Kej 25:7-11.19-34

  • Kej 25:7 Abraham mencapai umur seratus tujuh puluh lima tahun,
  • Kej 25:8 lalu ia meninggal. Ia mati pada waktu telah putih rambutnya, tua dan suntuk umur, maka ia dikumpulkan kepada kaum leluhurnya.
  • Kej 25:9 Dan anak-anaknya, Ishak dan Ismael, menguburkan dia dalam gua Makhpela, di padang Efron bin Zohar, orang Het itu, padang yang letaknya di sebelah timur Mamre,
  • Kej 25:10 yang telah dibeli Abraham dari bani Het; di sanalah terkubur Abraham dan Sara isterinya.
  • Kej 25:11 Setelah Abraham mati, Allah memberkati Ishak, anaknya itu; dan Ishak diam dekat sumur Lahai-Roi.
  • Kej 25:19 Inilah riwayat keturunan Ishak, anak Abraham. Abraham memperanakkan Ishak.
  • Kej 25:20 Dan Ishak berumur empat puluh tahun, ketika Ribka, anak Betuel, orang Aram dari Padan-Aram, saudara perempuan Laban orang Aram itu, diambilnya menjadi isterinya.
  • Kej 25:21 Berdoalah Ishak kepada Tuhan untuk isterinya, sebab isterinya itu mandul; Tuhan mengabulkan doanya, sehingga Ribka, isterinya itu, mengandung.
  • Kej 25:22 Tetapi anak-anaknya bertolak-tolakan di dalam rahimnya dan ia berkata: "Jika demikian halnya, mengapa aku hidup?" Dan ia pergi meminta petunjuk kepada Tuhan.
  • Kej 25:23 Firman Tuhan kepadanya: "Dua bangsa ada dalam kandunganmu, dan dua suku bangsa akan berpencar dari dalam rahimmu; suku bangsa yang satu akan lebih kuat dari yang lain, dan anak yang tua akan menjadi hamba kepada anak yang muda."
  • Kej 25:24 Setelah genap harinya untuk bersalin, memang anak kembar yang di dalam kandungannya.
  • Kej 25:25 Keluarlah yang pertama, warnanya merah, seluruh tubuhnya seperti jubah berbulu; sebab itu ia dinamai Esau.
  • Kej 25:26 Sesudah itu keluarlah adiknya; tangannya memegang tumit Esau, sebab itu ia dinamai Yakub. Ishak berumur enam puluh tahun pada waktu mereka lahir.
  • Kej 25:27 Lalu bertambah besarlah kedua anak itu: Esau menjadi seorang yang pandai berburu, seorang yang suka tinggal di padang, tetapi Yakub adalah seorang yang tenang, yang suka tinggal di kemah.
  • Kej 25:28 Ishak sayang kepada Esau, sebab ia suka makan daging buruan, tetapi Ribka kasih kepada Yakub.
  • Kej 25:29 Pada suatu kali Yakub sedang memasak sesuatu, lalu datanglah Esau dengan lelah dari padang.
  • Kej 25:30 Kata Esau kepada Yakub: "Berikanlah kiranya aku menghirup sedikit dari yang merah-merah itu, karena aku lelah." Itulah sebabnya namanya disebutkan Edom.
  • Kej 25:31 Tetapi kata Yakub: "Juallah dahulu kepadaku hak kesulunganmu."
  • Kej 25:32 Sahut Esau: "Sebentar lagi aku akan mati; apakah gunanya bagiku hak kesulungan itu?"
  • Kej 25:33 Kata Yakub: "Bersumpahlah dahulu kepadaku." Maka bersumpahlah ia kepada Yakub dan dijualnyalah hak kesulungannya kepadanya.
  • Kej 25:34 Lalu Yakub memberikan roti dan masakan kacang merah itu kepada Esau; ia makan dan minum, lalu berdiri dan pergi. Demikianlah Esau memandang ringan hak kesulungan itu.

Renungan Harian Katolik Sabtu 31 Januari 2026

"Gereja bagai bahtera, di laut yang seram. Mengarahkan haluannya, ke pantai seberang. Mengamuklah samudera, dan badai menderu. Gelombang zaman mengempas, dan sulit ditempuh. Penumpang pun bertanyalah, selagi berjerit. Berapa lagi jauhnya, labuhan abadi? Tuhan, tolonglah. Tuhan, tolonglah. Tanpa Dikau, semua binasa kelak. Ya Tuhan, tolonglah."

Lagu Gereja bagai Bahtera ini mungkin sering kita dengar dan kita nyanyikan. Gereja itu bagaikan bahtera, perahu yang sedang berlayar di laut yang luas.

Bacaan Injil hari ini berkisah tentang para murid yang sedang berada di dalam perahu yang sedang berlayar. Ketika perahu mereka sedang berada di tengah-tengah danau, datanglah angin topan yang mengakibatkan ombak besar, sampai-sampai air danau pun menyembur masuk ke dalam perahu.

Meski banyak murid berasal dari kalangan nelayan, berhadapan dengan topan yang dahsyat dan ombak yang ganas itu, mereka tetap merasa ketakutan. Hati mereka menjadi ciut.

Sementara itu, Yesus tetap tidur di buritan, sehingga para murid berteriak-teriak untuk membangunkan-Nya, "Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa?" Menarik untuk disimak, para murid menyebut "kita", bukan "kami".

Perkataan mereka ini hendak menyatakan bahwa selain keselamatan mereka sendiri, mereka peduli juga dengan keselamatan Yesus. Yesus akhirnya bangun dan menghardik topan itu, "Diam! Tenanglah!" Angin itu pun reda dan danau pun menjadi teduh.

Gereja bagai bahtera, dan Gereja yang terkecil adalah keluarga. Dalam hidup berkeluarga, sering ada badai atau topan yang datang menghantam bahtera hidup kita. Topan tersebut berupa permasalahan-permasalahan yang kita hadapi dalam hidup kita.

Menghadapi itu, sering kita menjadi takut, cemas, khawatir, dan bahkan putus harapan. Kita sering menduga bahwa Tuhan tidak hadir, Tuhan tidak datang membantu kita.

Tuhan sedang tidur dan membiarkan kita binasa oleh persoalan-persoalan hidup kita. Yesus bersabda, "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu" (Mat. 11:28).

Kita tidak bisa mengandalkan kekuatan diri kita sendiri. Kita perlu pertolongan dari Tuhan. Berseru meminta pertolongan Tuhan adalah sesuatu yang baik.

Setiap kali berhadapan dengan permasalahan hidup, mari kita masuk dalam keheningan dan berdoa, "Tuhan tolonglah aku." Allah kita adalah Allah yang peduli. Ia akan datang menolong hamba-Nya yang percaya kepada-Nya.

Doa Katolik Hari Ini

Ya Allah, Santo Yohanes Bosko Kaupanggil menjadi bapa dan pendidik kaum muda. Nyalakanlah dalam hati kami api cinta-Mu, sehingga kami pun mencari yang hilang dan melulu mengabdi kepada-Mu.

Demi Yesus Kristus, pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Demikian renungan harian Katolik hari ini Sabtu, 31 Januari 2026 dengan bacaan Injil dan doa penutup. Semoga berkat Allah senantiasa menyertai keseharian kita. Amin.

FAQ

1. Renungan harian Katolik 31 Januari 2026 tentang apa?

Renungan Katolik hari ini 31 Januari 2026 mengangkat refleksi tentang gereja bagai bahtera.

2. Apa bacaan Injil Katolik hari ini 31 Januari 2026?

Bacaan Injil Katolik 31 Januari 2026 adalah Markus 4 mulai dari ayat 35 sampai 41.

3. Kisah siapa yang diperingati dalam Liturgi Katolik hari ini 31 Januari 2026?

Dalam renungan harian Katolik 31 Januari 2026, kita juga merenungi kisah Santa Marcella (Martir), Santo Yohanes Bosko (Imam), dan Santo Aidan (Uskup dan Pengaku Iman).




(sto/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads