Koordinasi yang kurang lancar antara otak dan anggota tubuh lain, seperti kaki, bisa berakibat memar. Misalnya, saat otak kurang fokus, secara tak sadar, kaki melangkah hingga menabrak kaki-kaki meja. Hasilnya, memar kebiruan muncul.
Ada kalanya pula memar tiba-tiba muncul. Padahal, kita merasa tidak menabrak sesuatu atau melakukan hal lain yang berpotensi merusak pembuluh darah kecil sehingga memar terjadi. Jadi, apa penyebab di balik 'penampakan' memar itu?
Sebelum membahas lebih jauh, detikers mesti paham betul apa itu memar. Dilansir Medline Plus, memar atau bruise dalam bahasa Inggris adalah tanda di kulit yang disebabkan darah terperangkap di bawah permukaan. Situasi ini terjadi ketika pembuluh darah kecil pecah, menyebabkan darah bocor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi sebagian orang, kemunculan memar yang tiba-tiba terasa mengkhawatirkan. Nah, guna menanggulangi perasaan gelisah itu, detikers disarankan mempelajari penyebab memar tanpa sebab dan cara mengatasinya di bawah ini!
Poin Utamanya:
- Ada banyak kemungkinan penyebab memar yang muncul tiba-tiba. Salah satunya adalah penggunaan obat-obatan dan defisiensi nutrisi.
- Penyebab lain yang dimungkinkan adalah kemoterapi, trombosit rendah, diabetes, dan penyakit hati.
- Bila memar tanpa sebab berlangsung lama, konsultasikan ke dokter. Sebelumnya, perawatan sederhana menggunakan es dapat dicoba.
Penyebab Memar Tanpa Sebab
1. Obat-obatan
Menurut keterangan dari Medical News Today, memar yang muncul secara acak dapat disebabkan konsumsi obat-obatan, seperti antikoagulan dan kortikosteroid. Pasalnya, tipe obat ini mengurangi kemampuan darah untuk membeku. Efek lanjutnya, darah bocor dan menumpuk di bawah kulit sehingga membentuk memar.
2. Kurang Nutrisi
Tubuh manusia membutuhkan nutrisi dalam jumlah tertentu untuk menjalankan fungsinya. Apabila asupannya tidak tercukupi, berbagai masalah mungkin timbul, termasuk memar.
Contoh, orang yang kekurangan vitamin C bakal memiliki sistem kekebalan tubuh dan kemampuan menyembuhkan luka rendah. Hasilnya, kulit jadi mudah memar.
Selain vitamin C, defisiensi zat besi dapat menjadi biang kerok di balik memar yang tiba-tiba ada. Sebagaimana detikers ketahui, zat besi dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan sel darah. Apabila sel darah tidak sehat, maka tubuh tidak akan mendapat pasokan oksigen yang dibutuhkan sehingga kulit rentan memar.
3. Latihan Intens
Penyebab lain yang memungkinkan adalah latihan intens. Disadur dari Healthline, intense exercise tidak hanya mengakibatkan otot yang nyeri, tetapi juga memar di sekitarnya. Hal ini semakin mungkin dialami mereka yang jarang berolahraga, kemudian tiba-tiba melakukannya dengan intensitas tinggi.
Ketika seseorang mengalami cedera otot, jaringan otot di bawah kulit terluka. Kondisi ini dapat berefek menyebabkan pembuluh darah pecah. Darah yang bocor akan 'menggenang' dan tampak memar saat dilihat dengan mata telanjang.
4. Trombosit Darah Rendah
Berdasar uraian di laman Verywell Health, orang dengan trombosit rendah mungkin lebih sering mengalami memar. Pasalnya, jumlah trombosit sedikit menyebabkan proses perbaikan pembuluh darah tidak efektif. Trombosit rendah sendiri dapat disebabkan berbagai hal, seperti pembesaran limpa dan leukemia.
5. Sindrom Cushing
Dilihat dari NHS, cushing syndrome merupakan kondisi langka yang disebabkan terlalu banyak hormon kortisol dalam tubuh. Pasien sindrom cushing punya potensi memar acak lebih tinggi karena sindrom ini menyebabkan penipisan kulit.
6. Infeksi
Kemungkinan penyebab lain memar tanpa sebab adalah sepsis. Sepsis adalah infeksi yang menyebabkan penumpukan racun dalam darah atau jaringan. Ciri penderita sepsis adalah bintik-bintik darah kecil berwarna ungu.
Kumpulan bintik ungu akibat sepsis dapat bertambah banyak, menyatu, dan membentuk memar berukuran besar. detikers yang mengalami gejala-gejala sepsis disarankan segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat untuk berobat.
7. Penyakit Hati
Hati alias liver yang rusak akan berhenti memproduksi protein. Padahal, protein ini sangat dibutuhkan untuk pembekuan darah. Sirosis sebagai contoh, adalah hasil kerusakan hati jangka panjang yang salah satu gejalanya adalah mudah memar.
8. Diabetes
Sebagaimana detikers ketahui, pasien diabetes memiliki masalah dengan tubuh yang tidak dapat menghasilkan atau menggunakan insulin. Kondisi diabetes ini sejatinya tidak menyebabkan memar, tetapi mampu membuatnya bertahan lebih lama.
"Jika Anda sudah didiagnosis menderita diabetes, memar yang Anda alami mungkin hanya akibat dari proses penyembuhan luka yang lambat. Memar juga bisa disebabkan oleh tusukan pada kulit untuk menguji kadar gula darah atau menyuntikkan insulin," papar Healthline di situsnya, dikutip pada Rabu (28/1/2026).
9. Kemoterapi
Penderita kanker yang tengah menjalani terapi kemoterapi berpotensi mengalami memar tanpa sebab. Alasannya, kemoterapi dapat menyebabkan trombositopenia, kondisi ketika jumlah trombosit di darah rendah. Tanpa trombosit yang cukup, darah membeku lebih lambat sehingga benturan ringan sekalipun akan memicu memar.
Cara Mengatasi Memar Tanpa Sebab
Sebagimana diterangkan di laman Medical News Today, mustahil untuk secara total mencegah memar. Namun, detikers tidak perlu khawatir. Biasanya, memar tidak mengindikasikan masalah serius.
Meski begitu, memar yang muncul tanpa sebab tetap harus dipantau. Terlebih bila memar itu tak kunjung hilang setelah beberapa minggu atau berulang kali muncul di lokasi sama. Memar yang muncul disertai dengan gejala lain, seperti mual dan demam tinggi, juga perlu diwaspadai.
Dalam situasi itu, detikers disarankan pergi ke dokter untuk berkonsultasi. Dengan demikian, kondisi kesehatan yang mungkin jadi pemicu dapat dideteksi dan penanganan tepat bisa segera dieksekusi.
Beberapa perawatan sederhana rumahan bisa dicoba untuk mengatasi memar, seperti dibahas di laman University of Florida, adalah:
- Taruh es di atas memar untuk mempercepat penyembuhan.
- Pastikan es dibungkus handuk bersih. Hindari pengaplikasian es yang langsung menyentuh kulit.
- Tempelkan es selama 15 menit setiap jam.
- Bila mungkin, jaga posisi memar tetap berada di atas jantung.
- Istirahatkan bagian tubuh yang memar.
- Untuk mengurangi rasa sakit, minum asetaminofen.
Demikian 9 penyebab memar tanpa sebab dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat!
(sto/dil)












































Komentar Terbanyak
Rismon Sianipar Kini Bilang Ijazah Jokowi-Gibran Asli, Begini Temuannya
Terungkap Alasan Alvi Tega Mutilasi Kekasih Jadi Ratusan Potong
Iran soal Video Kemunculan Netanyahu: Jika Masih Hidup Akan Terus Kami Kejar