- Peristiwa Gempa Bumi di dalam Al-Quran
- Kumpulan Doa Ketika Gempa Bumi 1. Doa Mencegah Kehancuran Akibat Gempa Bumi 2. Doa Berpasrah Diri Kepada Allah SWT 3. Doa Berlindung dari Bencana Alam 4. Doa Nabi Nuh AS 5. Doa Nabi Musa AS 6. Doa Terhindar dari Bencana
- FAQ 1. Apakah gempa bumi disebutkan dalam Al-Qur'an? 2. Doa apa saja yang direkomendasikan dibaca saat terjadi gempa bumi? 3. Apa hikmah gempa bumi menurut Al-Qur'an?
Saat dihadapkan pada peristiwa alam yang sulit dikendalikan oleh manusia, salah satu hal yang bisa dilakukan oleh kaum muslim adalah dengan berdoa kepada Allah SWT. Terlebih lagi berdoa menjadi amalan yang sangat dianjurkan bagi umat Islam. Berikut pilihan doa gempa bumi sesuai sunnah yang bisa diamalkan.
Menukil dari buku tulisan Sukarta, MPd, bertajuk 'Kumpulan Doa-doa', perintah berdoa telah tertuang di dalam ayat suci Al-Quran. Salah satunya ada di Surat Ghafir ayat 60. Melalui ayat tersebut, Allah SWT menyampaikan firman:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْۗ اِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَࣖ ٦٠
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wa qâla rabbukumud'ûnî astajib lakum, innalladzîna yastakbirûna 'an 'ibâdatî sayadkhulûna jahannama dâkhirîn.
Artinya: "Tuhanmu berfirman, 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina'."
Kemudian ada juga ayat lainnya yang turut memberikan anjuran bagi setiap muslim untuk memohon kepada Allah SWT. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 153:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ ١٥٣
Yâ ayyuhalladzîna âmanusta'înû bish-shabri wash-shalâh, innallâha ma'ash-shâbirîn.
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar."
Untuk itu, saat menghadapi peristiwa genting sekali pun, kaum muslim diharapkan dapat mengisinya dengan senantiasa berdoa kepada Allah SWT. Berikut bacaan doa gempa bumi yang bisa diamalkan.
Poin Utamanya:
- Gempa bumi dalam perspektif Al-Quran dipandang sebagai bagian dari kehendak dan ujian Allah SWT, sebagaimana disebutkan dalam beberapa ayat seperti Al-A'raf, Al-Baqarah, dan Al-Hadid, yang mengajarkan sikap sabar, ikhlas, dan tawakal saat musibah terjadi.
- Al-Quran dan kisah para nabi menunjukkan bahwa bencana alam bukan sekedar peristiwa fisik, tetapi juga sarana introspeksi dan permohonan ampun, seperti doa Nabi Musa AS dan Nabi Nuh AS ketika menghadapi gempa dan banjir.
- Umat Islam menganjurkan memperbanyak doa saat gempa bumi, baik untuk memohon perlindungan, mencegah kehancuran, berpasrah diri, maupun agar dijauhkan dari bencana, dengan doa-doa yang bersumber dari Al-Quran dan hadis.
Peristiwa Gempa Bumi di dalam Al-Quran
Sebelum mengetahui bacaan doanya, mari terlebih dahulu memahami peristiwa gempa bumi yang turut disebutkan di dalam Al-Quran. Sebenarnya, apa itu gempa bumi? Mengacu dari publikasi bertajuk 'Pengenalan Gempabumi' oleh Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, gempa bumi dalam ranah ilmiah dijelaskan sebagai proses berguncangnya bumi yang disebabkan adanya pertemuan antarlempeng bumi.
Gempa bumi juga bisa disebabkan oleh adanya patahan aktif pada aktivitas gunung api. Inilah yang membuat gempa bumi memicu adanya getaran dalam skala tertentu. Sebagai bagian dari peristiwa alam, gempa bumi juga telah disebutkan di dalam Al-Quran.
Menukil dari laman Tarjih PP Muhammadiyah, salah satu ayat yang menerangkan tentang gempa bumi adalah Surat Al-A'raf ayat 155. Di dalam ayat tersebut Allah SWT berfirman:
وَاخْتَارَ مُوْسٰى قَوْمَهٗ سَبْعِيْنَ رَجُلًا لِّمِيْقَاتِنَاۚ فَلَمَّآ اَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ قَالَ رَبِّ لَوْ شِئْتَ اَهْلَكْتَهُمْ مِّنْ قَبْلُ وَاِيَّايَۗ اَتُهْلِكُنَا بِمَا فَعَلَ السُّفَهَاۤءُ مِنَّاۚ اِنْ هِيَ اِلَّا فِتْنَتُكَۗ تُضِلُّ بِهَا مَنْ تَشَاۤءُ وَتَهْدِيْ مَنْ تَشَاۤءُۗ اَنْتَ وَلِيُّنَا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَاَنْتَ خَيْرُ الْغٰفِرِيْنَ ١٥٥
Wakhtâra mûsâ qaumahû sab'îna rajulal limîqâtinâ, fa lammâ akhadzat-humur-rajfatu qâla rabbi lau syi'ta ahlaktahum ming qablu wa iyyây, a tuhlikunâ bimâ fa'alas-sufahâ'u minnâ, in hiya illâ fitnatuk, tudlillu bihâ man tasyâ'u wa tahdî man tasyâ', anta waliyyunâ faghfir lanâ war-ḫamnâ wa anta khairul-ghâfirîn.
"Musa memilih tujuh puluh orang dari kaumnya untuk (memohon taubat kepada Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan. Ketika mereka ditimpa gempa bumi, Musa berkata, 'Ya Tuhanku, jika Engkau kehendaki, tentulah Engkau membinasakan mereka dan aku sebelum ini. Apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang kurang akal di antara kami? (Penyembahan terhadap patung anak sapi) itu hanyalah cobaan dari-Mu. Engkau menyesatkan siapa yang Engkau kehendaki dengan cobaan itu dan Engkau memberi petunjuk siapa yang Engkau kehendaki. Engkaulah Pelindung kami. Maka, ampunilah kami dan berilah kami rahmat. Engkaulah sebaik-baik pemberi ampun'."
Kemudian di dalam Al-Quran musibah merupakan cobaan yang diberikan dari Allah SWT. Barang siapa yang bersabar, maka Allah SWT akan memberikan kemudahan dan kegembiraan baginya. Allah SWT berfirman melalui Surat Al-Baqarah ayat 155-156:
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ ١٥٥ اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌۗ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَۗ ١٥٦
Wa lanabluwannakum bisyai'im minal-khaufi wal-jû'i wa naqshim minal-amwâli wal-anfusi wats-tsamarât, wa basysyirish-shâbirîn. Alladzîna idzâ ashâbat-hum mushîbah, qâlû innâ lillâhi wa innâ ilaihi râji'ûn.
Artinya: "Kami pasti akan mengujimu dengan sedikit ketakutan dan kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Sampaikanlah (wahai Nabi Muhammad,) kabar gembira kepada orang-orang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan 'Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji'ūn' (sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami akan kembali)."
Sebagai bagian dari kehendak Allah SWT, kejadian bencana alam turut dapat menjadi waktu bagi setiap muslim untuk senantiasa menjalaninya dengan sabar dan ikhlas hati. Sebagaimana Surat Al-Hadid ayat 22-23 menyampaikan:
مَآ اَصَابَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ فِى الْاَرْضِ وَلَا فِيْٓ اَنْفُسِكُمْ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍ مِّنْ قَبْلِ اَنْ نَّبْرَاَهَاۗ اِنَّ ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرٌۖ ٢٢ لِّكَيْلَا تَأْسَوْا عَلٰى مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوْا بِمَآ اٰتٰىكُمْۗ وَاللّٰهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُوْرٍۙ ٢٣
Mâ ashâba mim mushîbatin fil-ardli wa lâ fî anfusikum illâ fî kitâbim ming qabli an nabra'ahâ, inna dzâlika 'alallâhi yasîr. Likai lâ ta'sau 'alâ mâ fâtakum wa lâ tafraḫû bimâ âtâkum, wallâhu lâ yuḫibbu kulla mukhtâlin fakhûr.
Artinya: "Tidak ada bencana (apa pun) yang menimpa di bumi dan tidak (juga yang menimpa) dirimu, kecuali telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuz) sebelum Kami mewujudkannya. Sesungguhnya hal itu mudah bagi Allah. (Yang demikian itu kami tetapkan) agar kamu tidak bersedih terhadap apa yang luput dari kamu dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri."
Kumpulan Doa Ketika Gempa Bumi
Memahami gempa bumi sebagai kehendak Allah SWT, maka saat dihadapkan pada situasi tersebut hendaknya kaum muslim mengamalkan doa untuk memohon perlindungan. Ada berbagai versi doa yang bisa diamalkan oleh muslim. Berikut beberapa pilihan doanya.
1. Doa Mencegah Kehancuran Akibat Gempa Bumi
Doa saat gempa bumi yang pertama adalah memohon agar kehancuran akibat bencana tersebut bisa dicegah. Salah satunya dengan mengamalkan Surat Fathir ayat 41. Di dalam buku 'Doa-Doa Perlindungan: Penolak Keburukan dan Bencana' yang disusun oleh Tim Pustaka Zahra, Allah SWT berfirman:
۞ اِنَّ اللّٰهَ يُمْسِكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ اَنْ تَزُوْلَا ەۚ وَلَىِٕنْ زَالَتَآ اِنْ اَمْسَكَهُمَا مِنْ اَحَدٍ مِّنْۢ بَعْدِهٖۗ اِنَّهٗ كَانَ حَلِيْمًا غَفُوْرًا ٤١
"Innallâha yumsikus-samâwâti wal-ardla an tazûlâ, wa la'in zâlatâ in amsakahumâ min aḫadim mim ba'dih, innahû kâna ḫalîman ghafûrâ."
Artinya: "Sesungguhnya Allah yang menahan langit dan bumi agar tidak lenyap. Jika keduanya akan lenyap, tidak ada seorang pun yang mampu menahannya selain-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Penyantun lagi Maha Pengampun."
2. Doa Berpasrah Diri Kepada Allah SWT
Selain berusaha dengan memohon kepada Allah SWT, setiap muslim yang menghadapi bencana juga perlu berpasrah diri terhadap-Nya. Di dalam buku 'Doa Al-Ma'tsurat dan Doa Sehari-Hari' yang disusun oleh Tim Mutiara Media, berikut doa berpasrah diri kepada Allah SWT:
اللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُبِكَ بِعِزَّتِكَ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَنْ تُضِلُّنِي أَنْتَ الْحَيُّ الَّذِي لَا يَمُوْتُ وَالْجِنُّ وَالْإِنْسِ يَمُوتُونَ
"Allaahumma laka aslamtu, wabika aamantu, wa'alaika tawakkaltu, wailaika anabtu, wabika khashamtu. allaa- humma innni a'uudzubika bi'izzatika laa ilaaha illaa anta an tudlillanii, antal hayyulladzii laa yamuutu waljinnu wal insu yamuutuuna."
Artinya: "Ya Allah...kepada-Mu-lah aku memasrahkan diri, kepada-Mu aku beriman, dan juga kepada- Mu aku bertawakal serta kepada-Mu aku memohon perlindungan. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dengan kemuliaan-Mu tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau (janganlah Engkau) menyesatkan aku, sebab Engkau adalah Tuhan Yang Maha Hidup yang tidak akan mati, sementara jin dan manusia akan mati binasa" (HR. Bukhari dan Muslim).
3. Doa Berlindung dari Bencana Alam
Bencana alam yang datang dalam waktu tak terduga membuat siapa saja yang mengalaminya kerap mengalami kekhawatiran dan kepanikan yang melanda. Salah satu cara yang diharapkan dapat membuat perasaan tentang adalah dengan memohon perlindungan kepada Allah SWT. Melalui buku 'Tadabbur Doa Sehari-Hari' yang disusun oleh Jumal Ahmad, berikut bacaan doa yang dimaksud:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ، وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ، وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ، وَجَمِيعِ سَخَطِكَ
"Allahumma innī a'ūdubika min zawali ni'matika, watahawwuli 'äfiyatika wa fuğäati niqmatika wa ğamii sahatika."
Artinya: "Ya Allah, saya berlindung kepada-Mu dari hilangnya nikmat-Mu, dan dari pindahnya keselamatan yang Engkau berikan, dan dari kedatangan sangsi-Mu yang tiba-tiba, serta dari seluruh murka-Mu" (Doa ini diriwayatkan oleh Muslim).
4. Doa Nabi Nuh AS
Selanjutnya, ada juga sebuah bacaan doa yang pernah diamalkan oleh Nabi Nuh AS. Melalui buku karya Abdul Majid dan Isfa'udin yang berjudul 'Tiket ke Surga (Doa-doa Mustajab)', saat harus menghadapi banjir bandang yang melanda negerinya, Nabi Nuh AS memohon pertolongan kepada Allah SWT.
Permohonanan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi dirinya sendiri, tapi juga umatnya yang berada di negeri tersebut. Doa Nabi Nuh AS telah tercantum di dalam Al-Quran. Tepatnya di dalam Surat Hud ayat 47, yang mana Allah SWT berfirman:
قَالَ رَبِّ اِنِّيْٓ اَعُوْذُ بِكَ اَنْ اَسْـَٔلَكَ مَا لَيْسَ لِيْ بِهٖ عِلْمٌۗ وَاِلَّا تَغْفِرْ لِيْ وَتَرْحَمْنِيْٓ اَكُنْ مِّنَ الْخٰسِرِيْنَ ٤٧
"Qâla rabbi innî a'ûdzu bika an as'alaka mâ laisa lî bihî 'ilm, wa illâ taghfir lî wa tar-ḫamnî akum minal-khâsirîn."
Artinya: "(Nuh) berkata, 'Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu untuk memohon sesuatu yang aku tidak mengetahui (hakikatnya). Kalau Engkau tidak mengampuniku dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku termasuk orang-orang yang merugi'."
5. Doa Nabi Musa AS
Selain Nabi Nuh AS, ada juga doa Nabi Musa AS yang bisa diamalkan saat dihadapkan pada kesulitan akibat bencana alam. Menukil dari buku 'Tafsir Fi Zhilalil Qu'ran Jilid 5' tulisan Sayyid Qutb, Nabi Musa AS pernah menghadapi peristiwa gempa bumi saat bersama dengan umatnya. Pada saat itu, Nabi Musa AS melantunkan doa kepada Allah SWT yang tertuang di dalam Surat Al-A'raf ayat 155-156. Di dalam surat tersebut, Allah SWT berfirman:
وَاخْتَارَ مُوْسٰى قَوْمَهٗ سَبْعِيْنَ رَجُلًا لِّمِيْقَاتِنَاۚ فَلَمَّآ اَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ قَالَ رَبِّ لَوْ شِئْتَ اَهْلَكْتَهُمْ مِّنْ قَبْلُ وَاِيَّايَۗ اَتُهْلِكُنَا بِمَا فَعَلَ السُّفَهَاۤءُ مِنَّاۚ اِنْ هِيَ اِلَّا فِتْنَتُكَۗ تُضِلُّ بِهَا مَنْ تَشَاۤءُ وَتَهْدِيْ مَنْ تَشَاۤءُۗ اَنْتَ وَلِيُّنَا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَاَنْتَ خَيْرُ الْغٰفِرِيْنَ ١٥٥ ۞ وَاكْتُبْ لَنَا فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ اِنَّا هُدْنَآ اِلَيْكَۗ قَالَ عَذَابِيْٓ اُصِيْبُ بِهٖ مَنْ اَشَاۤءُۚ وَرَحْمَتِيْ وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍۗ فَسَاَكْتُبُهَا لِلَّذِيْنَ يَتَّقُوْنَ وَيُؤْتُوْنَ الزَّكٰوةَ وَالَّذِيْنَ هُمْ بِاٰيٰتِنَا يُؤْمِنُوْنَۚ ١٥٦
"Wakhtâra mûsâ qaumahû sab'îna rajulal limîqâtinâ, fa lammâ akhadzat-humur-rajfatu qâla rabbi lau syi'ta ahlaktahum ming qablu wa iyyây, a tuhlikunâ bimâ fa'alas-sufahâ'u minnâ, in hiya illâ fitnatuk, tudlillu bihâ man tasyâ'u wa tahdî man tasyâ', anta waliyyunâ faghfir lanâ war-ḫamnâ wa anta khairul-ghâfirîn. Waktub lana fî hâdzihid-dun-yâ ḫasanataw wa fil-âkhirati innâ hudnâ ilaîk, qâla 'adzâbî ushîbu bihî man asyâ', wa raḫmatî wasi'at kulla syaî', fa sa'aktubuhâ lilladzîna yattaqûna wa yu'tûnaz-zakâta walladzîna hum bi'âyâtinâ yu'minûn."
Artinya: "Musa memilih tujuh puluh orang dari kaumnya untuk (memohon taubat kepada Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan. Ketika mereka ditimpa gempa bumi, Musa berkata, 'Ya Tuhanku, jika Engkau kehendaki, tentulah Engkau membinasakan mereka dan aku sebelum ini. Apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang kurang akal di antara kami? (Penyembahan terhadap patung anak sapi) itu hanyalah cobaan dari-Mu. Engkau menyesatkan siapa yang Engkau kehendaki dengan cobaan itu dan Engkau memberi petunjuk siapa yang Engkau kehendaki. Engkaulah Pelindung kami. Maka, ampunilah kami dan berilah kami rahmat. Engkaulah sebaik-baik pemberi ampun. Tetapkanlah untuk kami kebaikan di dunia ini dan di akhirat. Sesungguhnya kami kembali (bertobat) kepada Engkau. (Allah) berfirman, 'Siksa-Ku akan Aku timpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Akan Aku tetapkan rahmat-Ku bagi orang-orang yang bertakwa dan menunaikan zakat serta bagi orang-orang yang beriman pada ayat-ayat Kami'."
6. Doa Terhindar dari Bencana
Ada juga pilihan doa agar terhindar dari bencana secara umum yang bisa turut diamalkan oleh setiap muslim. Melalui buku 'Panduan Lengkap Doa untuk Muslimah' tulisan Fathuri Ahza Mumtaza, berikut bacaan doa terhindar dari bencana, termasuk gempa bumi:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرُهَا وَخَيْرُ مَا فِيهَا، وَخَيْرُ مَا أَرْسَلْتَ بِهِ؛ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا، وَشَرِّ مَا فِيْهَا وَشَرِّ مَا أَرْسَلْتَ بِهِ.
Allahumma inni as'aluka khairahaa, wa khaira maa fiihaa wa khaira maa arsalta bih, wa a'udzubika min syarrihaa wasyarri maa fihaa wa syarri maa arsalta bih.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kehadirat-Mu kebaikan atas apa yang terjadi, dan kebaikan apa yang di dalamnya, dan kebaikan atas apa yang Engkau kirimkan dengan kejadian ini. Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari keburukan atas apa yang terjadi, dan keburukan atas apa yang terjadi di dalamnya, dan aku juga memohon perlindungan kepada-Mu atas apa-apa yang Engkau kirimkan." (HR. Muslim)
Melalui doa ketika gempa bumi diharapkan dapat menjadi acuan bagi muslim untuk memohon perlindungan dari Allah SWT. Semoga informasi ini membantu.
FAQ
1. Apakah gempa bumi disebutkan dalam Al-Qur'an?
Gempa bumi disebutkan dalam Al-Quran sebagai bagian dari peristiwa dan cobaan yang dialami umat manusia. Salah satunya terdapat dalam Surat Al-A'raf ayat 155, yang menceritakan peristiwa gempa pada masa Nabi Musa AS sebagai bentuk ujian dari Allah SWT.
2. Doa apa saja yang direkomendasikan dibaca saat terjadi gempa bumi?
Saat terjadi gempa bumi, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa memohon perlindungan dan ketenangan . Beberapa doa yang bisa diamalkan antara lain doa perlindungan dari bencana alam, doa berpasrah kepada Allah SWT, serta doa para nabi seperti doa Nabi Musa AS dan Nabi Nuh AS yang tercantum dalam Al-Qur'an dan hadits.
3. Apa hikmah gempa bumi menurut Al-Qur'an?
Menurut Al-Qur'an, gempa bumi dapat menjadi pengingat kekuasaan Allah SWT sekaligus ujian keimanan bagi manusia. Melalui musibah, Allah mengajarkan sikap sabar, tawakal, dan kembali mengingat-Nya, sebagaimana dijelaskan dalam Surat Al-Baqarah ayat 155-156 dan Surat Al-Hadid ayat 22-23.
(par/aku)












































Komentar Terbanyak
Komandan IRGC Tokoh Kunci Penutupan Selat Hormuz Tewas Diserang Israel
Ikuti Google Maps, Pemudik Bingung Lewati Persawahan Arah Tol Purwomartani
Fakta-fakta Polisi Jogja Gugur Saat Operasi Ketupat Progo