Upacara Hari Lahir Pancasila tanggal 1 Juni tidak hanya diselenggarakan di instansi pemerintah atau swasta, tetapi juga satuan pendidikan. Berhubung pelaksanaan upacara ini tinggal menghitung jam saja, detikers perlu mengetahui pedoman lengkapnya, mulai dari acara, jam, hingga amanat yang dibaca.
Dalam sejarahnya, Hari Lahir Pancasila ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) RI Nomor 24 Tahun 2016. Berdasarkan aturan itu, tanggal 1 Juni dipilih karena padanya, Ir Soekarno berpidato mengajukan rumusan dasar negaranya yang dikenal sebagai Pancasila.
"Bahwa untuk pertama kalinya Pancasila sebagai dasar negara diperkenalkan oleh Ir. Soekarno, Anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia di depan sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 1 Juni 1945," bunyi pertimbangan poin C Keppres tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keppres 24 Tahun 2016 menegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila adalah libur nasional. Masyarakat bersama pemerintah diminta untuk selalu memperingatinya. Salah satu agenda peringatan tahunannya adalah upacara bendera.
Yuk, simak susunan upacara bendera Hari Lahir Pancasila 2026, jam, hingga amanatnya lewat uraian di bawah ini!
Susunan Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Sekolah
Dirujuk dari Surat Edaran Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Nomor 2 Tahun 2026 tentang Pedoman Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, begini susunan acara upacara di instansi pemerintah dan satuan pendidikan formal:
- Persiapan upacara
- Pasukan upacara memasuki tempat upacara
- Komandan upacara memasuki tempat upacara
- Laporan
- Inspektur upacara memasuki tempat upacara
- Penghormatan pasukan
- Laporan komandan upacara kepada inspektur upacara
- Pengibaran Sang Merah Putih
- Mengheningkan cipta
- Pembacaan teks Pancasila
- Pembacaan Pembukaan UUD NRI Tahun 1945
- Amanat inspektur upacara
- Pembacaan doa
- Laporan komandan kepada inspektur upacara
- Penghormatan pasukan
- Inspektur upacara meninggalkan tempat upacara
- Laporan perwira upacara kepada inspektur upacara
- Upacara selesai
Jam Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Sekolah
Tak hanya susunan acara, pedoman resmi BPIP juga menetapkan jam dimulai dan berakhirnya upacara. Berikut jam mulainya di tiga zona waktu Indonesia:
- Waktu Indonesia Barat: 08.00 WIB
- Waktu Indonesia Tengah: 08.00 WITA
- Waktu Indonesia Timur: 08.00 WIT
Adapun waktu berakhirnya adalah sebelum upacara di tingkat pusat selesai.
"Upacara selesai sebelum waktu pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di tingkat pusat sebagaimana dimaksud dalam huruf b angka 5," bunyi keterangan di poin 2 huruf d Pedoman BPIP.
di tingkat pusat, inspektur upacara meninggalkan tempat tepat pada pukul 10.33 WIB. Upacara dilanjut dengan laporan perwira pada pukul 10.34 dan berakhir tepat pukul 10.35 WIB.
Baju Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Sekolah
Apakah harus pakai seragam? Atau boleh mengenakan pakaian adat? Kedua pertanyaan ini mungkin mengisi benak para murid maupun orang tua/walinya jelang 1 Juni 2026.
Melalui pedoman yang diteken kepala BPIP Yudian Wahyudi pada 21 April 2026, dijelaskan bahwa baju upacara Hari Lahir Pancasila di sekolah ditetapkan kepala sekolah. Dalam poin 1 huruf d, tertulis:
"Dengan menggunakan pakaian yang ditetapkan oleh pimpinan instansi pemerintah atau satuan pendidikan formal masing-masing."
Sementara itu, di tingkat pusat, tamu undangan pria diminta mengenakan pakaian sipil lengkap. Undangan wanita memakai pakaian nasional, sedangkan TNI dan Polri menggunakan pakaian dinas upacara III.
Teks Amanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Sekolah
Amanat pembina upacara Hari Lahir Pancasila 2026 dapat menggunakan pidato resmi kepala BPIP. Begini teks lengkapnya:
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita semua,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam Kebajikan,
Rahayu, Rahayu, Rahayu,
Salam Pancasila!
Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,
Hari ini, 1 Juni 2026, kita kembali berdiri di atas tanah pusaka untuk memperingati Hari Lahir Pancasila. Lebih dari sekadar seremoni tahunan, hari ini adalah momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia. Tema yang diusung dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 adalah "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia", sebuah pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, namun demikian juga menjadi jawaban terciptanya perdamaian dunia yang abadi.
Pancasila adalah "bintang penuntun" yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 (tujuh belas ribu) pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan. Pancasila adalah "jangkar moral" kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik.
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,
Indonesia bukan hanya penonton dalam kancah dunia. Sesuai amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, kita memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Pancasila adalah fondasi dari kebijakan luar negeri kita yang bebas aktif. Nilai musyawarah dan mufakat yang kita anut adalah instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik.
Sebagai bangsa yang besar, kita terus menunjukkan kepemimpinan nyata. Kontribusi pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), peran kita dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi kita dalam menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah adalah pengejawantahan dari sila kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Kita ingin dunia melihat bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia.
Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,
Indonesia Raya bukanlah mimpi kosong. Namun, kemajuan ekonomi dan teknologi tanpa arah moral bisa menyesatkan. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology). Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah.
Kepada para Menteri dan Kepala Daerah, saya titipkan Pancasila di tangan kalian: Pastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan. Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan kita.
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,
Mari kita teguhkan kembali komitmen kebangsaan kita. Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas dengan semangat persatuan dan kuat karena nilai-nilai kemanusiaannya. Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di Republik yang kita cintai.
Selamat Hari Lahir Pancasila!
Jayalah Indonesiaku!
Merdeka!
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Om Shanti Shanti Shanti Om,
Namo Buddhaya, Rahayu, Rahayu, Rahayu,
Salam Pancasila!
Demikian panduan lengkap upacara Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 di sekolah, mulai dari susunan acara hingga teks amanatnya. Semoga membantu, ya, Dab!
(num/apu)












































Komentar Terbanyak
Sultan HB X Angkat Bicara soal Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
Pengirim Sapi Kurban 'TIW' ke Masjid Dekat Rumah Amien Rais dari Jakarta
Misteri Tewasnya Fotografer Keraton Jogja Sekeluarga Dalam Tenda Saat Kamping