- Siapa Thomas Djiwandono?
- Riwayat Pendidikan Thomas Djiwandono
- Perjalanan Karier Thomas Djiwandono
- Berapa Harta Kekayaan Thomas Djiwandono?
- FAQ tentang Thomas Djiwandono 1. Thomas Djiwandono itu siapa dan sekarang menjabat apa? 2. Kenapa nama Thomas Djiwandono sering dikaitkan dengan Prabowo? 3. Apa saja peran penting yang pernah dipegang Thomas Djiwandono sebelum menjadi Deputi Gubernur BI?
Nama Thomas Djiwandono resmi diumumkan sebagai Deputi Bank Indonesia (BI). Dikenal sebagai keponakan dari Presiden RI Prabowo Subianto, Thomas Djiwandono sebelumnya sudah mengemban sejumlah jabatan yang strategis di lingkup pemerintahan. Siapakah sosoknya? Berikut profil Thomas Djiwandono.
Sebelumnya, pada Senin (26/1/2026) kemarin Komisi XI DPR RI resmi menetapkan Thomas Djiwandono sebagai Deputi BI. Dilansir detikNews, Thomas Djiwandono dinilai sebagai figur yang tepat untuk mengisi posisi tersebut. Hal ini turut ditegaskan oleh Ketua Komisi XI DPR RI, Misbakhun, yang menyebut Thomas Djiwandono sebagai sosok yang mampu diterima oleh berbagai partai politik.
"Bapak Thomas adalah figur yang bisa diterima oleh semua partai politik dan figur Bapak Thomas menjelaskan dengan sangat bagus bagaimana perlunya membangun sinergi antara kebijakan moneter dan kebijakan fiskal," ujar Ketua Komisi XI DPR RI Misbakhun, dikutip dari detikNews.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, penunjukan Thomas Djiwandono dilakukan melalui musyawarah mufakat. Hasil dari musyawarah tersebut diumumkan setelah rapat internal hasil uji kelayakan dan kepatutan calon Deputi Gubernur BI yang digelar di Jakarta kemarin.
"Telah dilakukan kesepakatan melalui proses musyawarah mufakat dan kemudian dimasukkan ke rapat internal di komisi XI bahwa diputuskan yang menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia pengganti bapak Juda Agung yang mengundurkan diri adalah Bapak Thomas Djiwandono," lanjutnya.
Poin Utamanya:
Thomas Djiwandono adalah Deputi Gubernur Bank Indonesia sejak tahun 2026, sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan RI di Kabinet Merah Putih.
Sosoknya berasal dari keluarga yang berpengaruh di bidang ekonomi dan politik, merupakan keponakan Presiden Prabowo Subianto, lulusan Haverford College dan Johns Hopkins University.
Thomas Djiwandono berpengalaman di bidang jurnalistik, keuangan, dan bisnis, dengan total kekayaan sekitar Rp 73 miliar berdasarkan LHKPN 2024.
Siapa Thomas Djiwandono?
Thomas Djiwandono telah resmi mengemban jabatan sebagai Deputi Gubernur BI. Sosoknya menggantikan Juda Agung yang sebelumnya mengundurkan diri dari jabatan tersebut.
Dikutip dari laman resmi Gerindra, Thomas M Djiwandono atau yang lebih akrab disebut sebagai Tommy lahir di Jakarta pada tanggal 7 Mei 1972. Artinya, di tahun 2026 ini dirinya sudah memasuki usia yang ke-54 tahun.
Thomas Djiwandono bukanlah nama baru dalam kancah pemerintahan. Sebelumnya Thomas Djiwandono adalah Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) RI yang tergabung sebagai bagian dari Kabinet Merah Putih. Dirinya dilantik sebagai Wamenkeu RI pada (21/1/2024) lalu oleh Presiden Prabowo Subianto.
Thomas Djiwandono memiliki latar belakang keluarga yang bukan berasal dari orang sembarangan. Sebab, sang ayah sebelumnya adalah mantan Gubernur BI, yaitu Soedradjad Djiwandono. Bukan hanya itu saja, ibunya adalah kakak kandung Presiden RI Prabowo Subianto, bernama Biantiningsih Miderawati.
Hal tersebut membuat Thomas Djiwandono juga dikenal sebagai keponakan dari Prabowo Subianto. Bahkan Thomas Djiwandono adalah keturunan langsung dari pendiri Bank BNI, yaitu RM Margono Djojohadikusumo.
Riwayat Pendidikan Thomas Djiwandono
Latar belakang pendidikan Thomas Djiwandono juga terbilang tidak sembarangan. Sebab, dirinya berhasil menyelesaikan pendidikan master di luar negeri. Mengacu dari laman resmi Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Thomas Djiwandono adalah lulusan Sarjana atau S1 tahun 1994 di Haverford College, Amerika Serikat. Pada saat itu dirinya mengambil program Studi Sejarah.
Tak berhenti sampai di situ, Thomas Djiwandono kembali melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Tercatat Thomas berhasil menyelesaikan studi master di Johns Hopkins University, Amerika Serikat pada tahun 2003 silam. Dirinya mengambil gelar master di bidang Hubungan Internasional dan Ekonomi Internasional.
Perjalanan Karier Thomas Djiwandono
Sebelum terjun di dunia politik, Thomas Djiwandono diketahui pernah menekuni sejumlah profesi. Mulai dari wartawan, analis keuangan, deputi perusahaan, bendahara partai politik, sampai akhirnya meraih pencapaian cemerlang di lingkup kementerian.
Masih mengacu dari sumber yang sama, Thomas Djiwandono dulu pernah menekuni profesi sebagai jurnalis magang di Tempo pada tahun 1993. Kemudian di tahun berikutnya ia menjadi wartawan bagi Indonesia Business Weekly.
Setelah meninggalkan profesi di bidang jurnalis, Thomas Djiwandono mulai merambah ke dunia keuangan. Thomas Djiwandono pernah menjadi konsultan di Castle Asia. Dirinya punya pengalaman menjadi analis keuangan di Whitlock NatWest Securities Hong Kong pada tahun 2003.
Kariernya di bidang keuangan semakin mengalami peningkatan setelah mendapatkan kesempatan untuk menjadi deputi perusahaan milik pamannya, yaitu Arsari Group milik Hashim. Kemudian ia juga dipercaya sebagai bendahara umum bagi Partai Gerindra, yang dipimpin pamannya sendiri, yaitu Prabowo Subianto.
Sementara itu, masih dikutip dari laman Kemenkeu RI, berikut rincian perjalanan karier Thomas Djiwandono dari tahun ke tahun:
- Wartawan magang di majalah Tempo (tahun 1993)
- Jurnalis di Indonesia Business Weekly (tahun 1994)
- Analis keuangan di Natwest Market (tahun 1996-1999)
- Konsultan di Castle Asia (tahun 1999-2000)
- Direktur pengembangan bisnis di Comexindo International (tahun 2004-2008)
- Deputi CEO di Comexindo International (tahun 2008-2009)
- Bendahara umum Gerindra (sejak tahun 2008)
- CEO di Comexindo International (tahun 2010-2014)
- Deputi CEO Arsari Group (tahun 2011-2024)
- Wakil Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih (sejak tahun 2024)
- Deputi Gubernur BI (sejak tahun 2026)
Berapa Harta Kekayaan Thomas Djiwandono?
Tak hanya latar belakang Thomas Djiwandono saja yang menarik atensi publik, total harta kekayaan yang dimiliki oleh Deputi Gubernur BI tersebut juga agaknya tak kalah membuat penasaran. Hal ini bisa diketahui dengan merujuk pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Pada LHKPN tahun 2024, Thomas A M Djiwandono yang tercantum sebagai Wakil Menteri di Kemenkeu memiliki total harta kekayaan sebesar Rp 73 miliar. Dari total harta kekayaan yang ada terbagi pada sejumlah aspek. Sebut saja Tanah dan Bangunan, Alat Transportasi dan Mesin, Harta Bergerak Lainnya, Surat Berharga, sampai Kas dan Setara Kas. Untuk lebih jelasnya, berikut rincian harta kekayaan Thomas Djiwandono:
- Tanah dan Bangunan: Rp 40.570.630.000
- Alat Transportasi dan Mesin: Rp 4.215.000.000
- Harta Bergerak Lainnya: Rp 1.809.500.000
- Surat Berharga: Rp 13.073.600.000
- Kas dan Setara Kas: Rp 13.973.792.387
Itulah tadi sekilas profil Thomas Djiwandono yang kini menjabat Deputi Gubernur BI. Semoga informasi ini membantu!
FAQ tentang Thomas Djiwandono
1. Thomas Djiwandono itu siapa dan sekarang menjabat apa?
Thomas Djiwandono adalah pejabat negara yang saat ini menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia sejak tahun 2026. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan RI di Kabinet Merah Putih.
2. Kenapa nama Thomas Djiwandono sering dikaitkan dengan Prabowo?
Thomas Djiwandono merupakan keponakan Presiden Prabowo Subianto . Ibunya adalah kakak kandung Prabowo, sementara ayahnya merupakan mantan Gubernur Bank Indonesia , Soedradjad Djiwandono. Ia juga masih memiliki keturunan dari pendiri Bank BNI, RM Margono Djojohadikusumo.
3. Apa saja peran penting yang pernah dipegang Thomas Djiwandono sebelum menjadi Deputi Gubernur BI?
Thomas Djiwandono pernah menjabat sebagai bendahara umum Partai Gerindra, eksekutif di sejumlah perusahaan swasta, serta Wakil Menteri Keuangan RI. Rangkaian posisi tersebut membentuk rekam jejaknya sebelum dipercaya menjadi Deputi Gubernur BI pada tahun 2026.

Komentar Terbanyak
Ulah Oknum Fotografer 'Kuasai' Pelang Jalan Malioboro demi Cuan
Pelukis Jogja Nasirun Tutup Usia
Ancaman Sanksi Pemasang Pelang Jalan Malioboro Ilegal