Banjir bandang menerjang tiga daerah di lereng Gunung Slamet hari ini. Dua orang tewas akibat bencana ini.
Dilansir detikJateng, Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, menyebut tiga daerah yang tertimpa bencana itu yakni Purbalingga, Pemalang, dan Tegal.
"Banjir bandang di tiga wilayah, yaitu Kabupaten Purbalingga, Pemalang, dan Tegal," katanya saat dimintai konfirmasi detikJateng, Sabtu (24/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemalang
Di Kabupaten Pemalang, ada empat desa di dua kecamatan yang dilanda banjir bandang. Akibatnya satu orang tewas dan ratusan warga lainnya mengungsi.
Wilayah terdampak yakni Desa Gunungsari, Penakir, dan Jurangmangu, Kecamatan Pulosari serta Desa Sima, Kecamatan Moga.
"Korban jiwa 1 MD, 2 luka berat, 22 luka ringan sudah di bawa ke rumah sakit. Pengungsi 119 orang," jelas Bergas.
Bergas menerangkan, banjir bandang ini juga menyebabkan sejumlah kerusakan infrastruktur, mulai dari rumah hingga jembatan.
"Rumah terdampak 4 unit, fasilitas ibadah 1 unit, 2 jembatan antar desa terputus, dan jembatan Sungai Reas kondisi rusak," ungkap Bergas.
2 Dusun di Purbalingga Terisolir
Penampakan banjir bandang di lereng Gunung Slamet, Sabtu (24/1/2026). Foto: Anang Firmansyah/detikJateng |
Kemudian di Purbalingga, banjir bandang menerjang Kecamatan Rembang dan Karangreja. Akses jalan dua dusun tertutup material banjir. Dua dusun terisolir akibat banjir tersebut.
"Akses jalan Dusun Malang dan Dusun Bambangan terisolir akibat tertutup material banjir. Jembatan Kali Bambangan putus total," jelas Bergas.
Tercatat ada 31 Kepala Keluarga (KK) atau 110 jiwa warga Desa Kutabawa yang mengungsi. Mereka diketahui merupakan warga RT 17 dan 19 RW 5.
Satu orang juga dikabarkan tewas akibat banjir bandang ini.
Pancuran 13 Guci Tegal Luluh Lantak
Sedangkan di Kabupaten Tegal, kawasan objek wisata Guci, luluh lantak akibat banjir yang datang dini hari ini. Luapan dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Gung merusak sejumlah area wisata.
"(Kerusakan di Guci yaitu) Jembatan Jedor dan Jembatan Pancuran 13 rusak berat, kerusakan area Obyek Wisata Pancuran 13 dan area Obyek Wisata Pancuran 5, jembatan gantung Pancuran 5 rusak, serta satu unit excavator mini hanyut terbawa arus," terang Bergas.
Akibat kejadian ini, aktivitas wisata di Guci dihentikan sementara demi keamanan. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD masih terus melakukan penyisiran dan pemantauan.
Sebelumnya, adanya korban tewas juga dilaporkan terjadi di Purbalingga. Korban bernama Solihah (26) yang saat banjir bandang sedang berada di rumah.
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Purbalingga, Yulianto, membenarkan adanya satu korban meninggal dunia akibat banjir bandang di wilayah tersebut.
"Betul ada satu yang meninggal dunia tadi setelah dievakuasi terus dibawa ke rumah sakit baru meninggal dunia. Karena posisi lagi istirahat di rumah. Warga Desa Serang," kata Yulianto.
Ia menambahkan, saat ini BPBD masih fokus melakukan pendataan dan evakuasi material banjir agar aktivitas warga kembali normal.
"Kami masih fokus mendata dan melakukan evakuasi agar jalanan bisa dilalui dan aliran sungai disterilkan," pungkasnya.
(afn/afn)













































Komentar Terbanyak
Viral Pasangan Mesum di Taksi Online, Begini Cerita Sopirnya
Heboh Pengelola Pemancingan di Gunungkidul Dipolisikan Usai Tangkap Maling Ikan
Saat Warga Jogja Ramai-ramai Uber Pelaku Pelecehan hingga Gorong-gorong