Kabar warga Sewon, Bantul, diusir tetangganya pada Selasa (20/1) malam menjadi viral di media sosial. Terungkap bahwa warga itu diusir setelah melaporkan kasus pemerkosaan yang menimpa anaknya. Dalam kasus pemerkosaan itu, satu orang telah ditahan Polresta Jogja.
Kasi Humas Polresta Jogja, Iptu Gandung Harjunadi, mengatakan laporan kasus tersebut masuk ke Polresta Jogja sekitar empat hari lalu. Kepolisian sudah mengamankan satu orang terduga pelaku.
"Ya betul ada laporan masuk (kasus pemerkosaan), TKP-nya sekitar Kotagede. Kalau warganya (alamat korban) Bantul, bukan Kota (Jogja)," kata Gandung saat dihubungi detikJogja, Rabu (21/1/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Gandung belum menjelaskan secara detail kasus dugaan pemerkosaan itu. Dia bilang kasus ini masih dalam proses penyelidikan.
"Laporan sudah sekitar 4 hari yang lalu, satu (orang) sudah ditahan, yang menyusul dimintai keterangannya ada tiga (orang)," ungkap Gandung.
"Saat ini masih proses penyelidikan," sambungnya.
Diberitakan sebelumnya, warga Sewon, Bantul diusir tetangganya pada Selasa (20/1) malam. Kabar ini pun viral di media sosial. Terungkap bahwa warga itu diusir usai melaporkan kasus pemerkosaan.
Istri Ketua RT setempat, Endang, menyebut warga itu diusir usai melaporkan kasus pemerkosaan terhadap anaknya. Akibat laporannya ada empat orang yang ditangkap.
"Informasinya itu dia (perempuan yang diusir) melaporkan ke polisi karena anaknya jadi korban dugaan pelecehan. Tapi setelah ditanyai ternyata suaminya ikut serta, dan kenapa empat orang itu yang ditangkap, karena itu warga minta laporannya dicabut," kata Endang.
Kapolsek Sewon, AKP Sutrisno membenarkan soal adanya laporan itu. Dia mengatakan korban dicekoki miras lalu diperkosa.
Setelah ada laporan tersebut, anggota Polresta Jogja mengamankan empat orang warga. Namun, warga mempertanyakan karena bapak tiri anak itu yakni suami perempuan yang hendak diusir warga ternyata turut serta dalam perbuatan bejat tersebut.
"Lalu Polresta mengamankan empat orang dan warga tidak terima. Warga lalu mendatangi perempuan itu, intinya minta dicabut laporannya karena ternyata bapak tiri korban ikut serta juga," ujar Sutrisno kepada detikJogja.
Akan tetapi perempuan itu bersikeras tidak mau mencabut laporan di Polresta Jogja. Di sisi lain, warga juga sudah tidak mentolerir perilaku perempuan itu.
"Jadi memang ibu dan bapaknya tidak disukai warga karena tabiatnya yang jelek, ditambah itu tadi (melaporkan warga terkait kasus dugaan perkosaan tapi bapak tiri korban ternyata ikut serta)," ucapnya.
(dil/apl)












































Komentar Terbanyak
Viral Pasangan Mesum di Taksi Online, Begini Cerita Sopirnya
Heboh Pengelola Pemancingan di Gunungkidul Dipolisikan Usai Tangkap Maling Ikan
Saat Warga Jogja Ramai-ramai Uber Pelaku Pelecehan hingga Gorong-gorong