Heboh Warga Bantul Diusir Tetangga Usai Melapor Anaknya Diperkosa

Heboh Warga Bantul Diusir Tetangga Usai Melapor Anaknya Diperkosa

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Rabu, 21 Jan 2026 13:32 WIB
Ilustrasi pemerkosaan
Ilustrasi pemerkosaan. Foto: Edi Wahyono/detikcom
Bantul -

Viral warga Sewon, Bantul diusir tetangganya pada Selasa (20/1) malam. Terungkap jika warga itu diusir usai melaporkan kasus pemerkosaan.

Salah satu yang mengunggah momen pengusiran itu ialah akun Insragram @jogja_admin. Dinarasikan warga melakukan pengusiran karena yang bersangkutan meresahkan.

Pihak yang diusir adalah wanita asal Kendal yang menikah dengan warga setempat. Akun itu juga menulis jika polisi sempat melakukan mediasi namun warga bersikukuh untuk melakukan pengusiran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Warga ******* **** Sewon Bantul dibuat geram dengan tingkah salah satu warganya yang kerap berselisih paham dan keras kepala kepada beberapa warga sekitar. Puncaknya Selasa Malam 20/1/2026 warga melakukan protes dan pengusiran kepada warga tersebut, setelah mediasi yang dilakukan ketua RT, tokoh setempat, Dukuh dan Babinkamtibmas gagal," kata akun Instagram @jogja_admin seperti dilihat detikJogja hari ini.

Salah satu warga, Maryono menyebut kejadian itu terjadi kemarin, Selasa (20/1) sekitar pukul 19.00 WIB.

ADVERTISEMENT

"Kejadiannya sehabis waktu salah isya, yang datang ada ratusan orang," katanya kepada detikJogja di Pandeyan, Sewon, Bantul, Rabu (21/1/2026).

Sementara itu, istri Ketua RT setempat Endang mengatakan, bahwa perempuan tersebut dinilai meresahkan karena kerap mengatai warga dengan kata-kata kasar. Bahkan, beberapa kali kerap mengganggu ketentraman warga.

"Yang bersangkutan suka mengatai tetangganya dan omongannya keras, kasar, terus pernah juga keliling kampung dan mengetuk pintu-pintu, pernah juga mencabuti serai milik warga," ucapnya.

Endang juga menyebut warga itu diusir usai melaporkan kasus pemerkosaan terhadap anaknya. Akibat laporannya ada empat orang yang ditangkap.

"Informasinya itu dia (perempuan yang diusir) melaporkan ke polisi karena anaknya jadi korban dugaan pelecehan. Tapi setelah ditanyai ternyata suaminya ikut serta, dan kenapa empat orang itu yang ditangkap, karena itu warga minta laporannya dicabut," katanya.

Kapolsek Sewon, AKP Sutrisno mengatakan, membenarkan soal laporan itu. Dia mengatakan korban dicekoki miras lalu diperkosa.

Setelah laporan tersebut, anggota Polresta Jogja mengamankan empat orang warga. Namun, warga mempertanyakannya karena bapak tiri anak itu yakni suami perempuan yang hendak diusir warga ternyata turut serta dalam perbuatan bejat tersebut.

"Lalu Polresta mengamankan empat orang dan warga tidak terima. Warga lalu mendatangi perempuan itu, intinya minta dicabut laporannya karena ternyata bapak tiri korban ikut serta juga," ujarnya kepada detikJogja.

Akan tetapi perempuan itu bersikeras tidak mau mencabut laporan di Polresta Jogja. Di sisi lain, warga juga sudah tidak mentolerir perilaku perempuan itu.

"Jadi memang ibu dan bapaknya tidak disukai warga karena tabiatnya yang jelek, ditambah itu tadi (melaporkan warga terkait kasus dugaan perkosaan tapi bapak tiri korban ternyata ikut serta)," ucapnya.



(afn/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads