Polisi ternyata sempat mengevakuasi perempuan beserta keluarganya yang hendak diusir warga Sewon, Bantul ke Polsek Sewon. Hal ini untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan terjadi.
Kapolsek Sewon, AKP Sutrisno, mengatakan anggotanya langsung mendatangi rumah perempuan yang hendak diusir warga tadi malam. Hal ini karena ratusan warga memadati rumah dari perempuan tersebut.
"Tiga orang bapak ibu dan anak dievakuasi di Polsek (Sewon)," kata Sutrisno kepada detikJogja, Rabu (21/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini guna mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan. Sutrisno menyebut keluarga yang diusir warga itu kini berada di Polresta Jogja.
"Kalau saat ini bapak, ibu, dan anak itu di Polresta," ujarnya.
Sebab, perempuan itu melaporkan empat warga Pandeyan karena diduga memerkosa anak perempuannya yang berusia 9 tahun. Dugaan pemerkosaan itu terjadi di salah satu penginapan di Kota Jogja.
"Berawal dari laporan perkosaan dan TKPnya di Kota Jogja dengan terduga pelaku warga (menyebut nama daerah) dan korbannya anak dari perempuan itu. Informasinya, anak itu dibawa ke hotel di Kota, dicekoki dan itu tadi (diperkosa)," ucapnya.
Setelah laporan tersebut, anggota Polresta Jogja mengamankan empat orang warga. Namun, warga mempertanyakannya karena bapak tiri anak itu yakni suami perempuan yang hendak diusir warga ternyata turut serta dalam perbuatan bejat tersebut.
"Lalu Polresta mengamankan empat orang dan warga tidak terima. Warga lalu mendatangi perempuan itu, intinya minta dicabut laporannya karena ternyata bapak tiri korban ikut serta juga," ujarnya.
Akan tetapi perempuan itu bersikeras tidak mau mencabut laporan di Polresta Jogja. Di sisi lain, warga juga sudah tidak mentolerir perilaku perempuan itu.
"Jadi memang ibu dan bapaknya tidak disukai warga karena tabiatnya yang jelek, ditambah itu tadi (melaporkan warga terkait kasus dugaan perkosaan tapi bapak tiri korban ternyata ikut serta)," ucapnya.
