Pengakuan Guru SMK di Jambi Usai Viral Dikeroyok Siswa

Regional

Pengakuan Guru SMK di Jambi Usai Viral Dikeroyok Siswa

Dimas Sanjaya - detikJogja
Kamis, 15 Jan 2026 14:43 WIB
Tangkap layar video aksi adu jotos guru dan siswa di Jambi
Tangkap layar video aksi adu jotos guru dan siswa di Jambi. Foto: Dok. Istimewa/Tangkap Layar
Jogja -

Video seorang guru SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi, dikeroyok sejumlah siswanya di sekolah beredar di media sosial dan viral. Begini pengakuan guru bernama Agus Saputra itu mengenai peristiwa tersebut.

Dilansir detikSumbagsel, pengeroyokan itu terjadi di sekolah saat masih jam belajar. Dalam video lain, guru tersebut sempat mengacungkan celurit untuk membubarkan siswanya.

Agus mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Selasa (13/1) pagi. Agus bilang, saat itu dirinya sedang berjalan di depan kelas lalu mendengar salah satu siswanya menegur dengan kata-kata tidak pantas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kejadiannya berawal peneguran siswa di kelas di saat belajar ada guru, dia (siswa) menegur dengan tidak hormat dan tidak sopan kepada saya, dengan meneriakkan kata yang tidak pantas kepada saya saat belajar," kata Agus, Rabu (14/1/2026).

"Saya masuk ke kelas memanggil siapa yang meneriakkan saya seperti itu. Dia langsung menantang saya, akhir saya refleks menampar muka dia," sambungnya.

ADVERTISEMENT

Agus bilang, tindakan itu sebagai bentuk pendidikan moral. Namun, siswa itu marah. Kejadian bergulir sampai dimediasi oleh guru-guru lainnya.

Di sisi lain, sejumlah siswa menyebut Agus telah menghina salah satu murid dengan perkataan 'miskin' sehingga memicu keributan. Namun, menurut Agus, dia tidak bermaksud menghina dengan ucapannya tersebut.

"Iya saya melontarkan sebagai motivasi, saya tidak bermaksud mengejek. Saya menceritakan secara umum. Saya mengatakan, 'kalau kita kurang mampu, kalau bisa jangan bertingkah macam-macam'. Itu secara motivasi pembicaraan," ujar dia.

Saat mediasi, Agus memberi pilihan kepada siswanya untuk membuat petisi jika tidak menginginkan dirinya mengajar lagi sana. Atau, kata dia, dia meminta siswanya berubah. Adapun pihak siswa meminta Agus meminta maaf.

Mediasi itu pun menemui jalan buntu. Akhirnya, saat berjalan menuju ruang guru, Agus dikeroyok oleh sejumlah siswa.

"Setelah mediasi itu, saya diajak komite ke kantor. Di saat itulah terjadi pengeroyokan oleh saya," ungkapnya.

Keributan itu pun berlanjut hingga jam belajar selesai di sore hari. Para siswa yang tidak terima mengancam Agus hingga melemparinya dengan batu. Agus mengaku sempat merespons dengan mengacungkan celurit seperti yang terekam dalam video.

"Kebetulan kami itu SMK pertanian, memang kayak cangkul dan celurit lainnya memang tersedia di kantor. Kenapa saya memakai itu? Agar mereka bubar, tidak ada niat lain saya untuk itu. Pada kenyataannya mereka juga tidak bubar, malah melempari saya dengan batu," kata Agus.

Akibat pengeroyokan itu, Agus mengalami memar di badan dan pipi. Ia pun mengadukan persoalan itu ke Dinas Pendidikan Provinsi Jambi. Dia berharap pihak dinas bisa menengahi kejadian ini.



(dil/apu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads