Mengenal Ikan Tilapia: Klasifikasi, Manfaat Kesehatan, dan Kandungan Gizinya

Mengenal Ikan Tilapia: Klasifikasi, Manfaat Kesehatan, dan Kandungan Gizinya

Nur Umar Akashi - detikJogja
Selasa, 13 Jan 2026 15:26 WIB
Ikan Tilapia (Oreochromis)
Ikan tilapia. (Foto: Sphaerichthys/Wikimedia Commons/CC BY-SA 3.0)
Jogja -

Banyak jenis ikan air tawar yang menarik untuk diketahui. Selain lezat dimakan, ikan-ikan ini juga memiliki sederet manfaat kesehatan. Contohnya adalah ikan tilapia.

Disadur dari booklet Profil Pasar Tilapia yang dikeluarkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, tilapia adalah ikan air tawar yang masuk genus Oreochromis. Jika istilah tilapia terdengar asing, maka tidak demikian dengan spesiesnya.

Dua spesies terkenal yang masuk kategori tilapia adalah ikan nila (Oreochromis niloticus) dan mujair (Oreochromis mozambique). Menurut keterangan dari Alimentarium, ciri fisik tilapia meliputi tubuh pendek, sisik kecil, dan sirip punggung panjang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka termasyhur berkat daya tahan tubuhnya yang tinggi. Kemampuan berkembang tilapia dalam lingkungan budidaya intensif yang padat ikan juga hebat. Terlebih, ikan-ikan ini dapat tumbuh cepat, mudah berkembang biak, dan tahan penyakit.

Di samping kemudahan budidayanya, tilapia ternyata menyimpan segudang manfaat kesehatan, lho! Belum tahu? Yuk, kenalan lebih dalam dengan ikan tilapia via uraian berikut ini!

ADVERTISEMENT

Poin Utamanya:

  • Tilapia merupakan nama ikan air tawar dari genus Oreochromis. Jenis tilapia yang mudah ditemui di Indonesia adalah nila dan mujair.
  • Manfaat ikan tilapia di antaranya adalah menurunkan risiko kanker, melindungi kesehatan jantung, dan menyehatkan tulang.
  • Ikan tilapia terkenal dengan kandungan proteinnya yang tinggi. Di samping itu, ia juga memiliki selenium dan sejumlah vitamin bermanfaat.

Klasifikasi Ikan Tilapia

Seperti halnya sudah disebut di atas, tilapia adalah seluruh ikan air tawar yang ada di genus Oreochromis. Dari sekian banyak jenisnya, 6 spesies sangat populer, yakni nila, mujair, blue nile, red tilapia, zanzibar tilapia, dan black tilapia.

Tentu tidak memungkinkan untuk mencantumkan klasifikasi ilmiah dari seluruh spesies tilapia. Sebagai contoh, dilansir dokumen unggahan Eprints Universitas Muhammadiyah Gresik, ini klasifikasi ikan nila, salah satu jenis tilapia:

  • Kingdom: Animalia
  • Filum: Chordata
  • Kelas: Osteichtyes
  • Ordo: Percomorphi
  • Famili: Cichlidae
  • Genus: Oreochromis
  • Spesies: Oreochromis niloticus

Disadur dari dokumen Repository Universitas Muhammadiyah Semarang, klasifikasi jenis lain tilapia, yakni mujair, adalah:

  • Kingdom: Animalia
  • Filum: Chordata
  • Kelas: Actinopterygii
  • Ordo: Perciformes
  • Famili: Cichlidae
  • Genus: Oreochromis
  • Spesies: Oreochromis mossambicus

Manfaat Kesehatan Ikan Tilapia

Berdasar penjelasan dari Healthline, manfaat kesehatan tilapia dapat berbeda-beda, tergantung metode pembudidayaannya. Namun, secara umum, berikut ini manfaat kesehatan tilapia:

1. Menurunkan Risiko Kanker

Bagi tubuh manusia, selenium adalah mineral penting yang berperan mencegah kanker, penyakit jantung, hingga penyakit tiroid. Dikutip dari WebMD, sepotong fillet tilapia menyediakan 88% dari kebutuhan harian atau Daily Value (DV) selenium.

2. Melindungi Kesehatan Jantung

Daging tilapia memiliki kandungan lemak omega-3. Lemak tak jenuh ini berkontribusi menyehatkan jantung dengan cara mengurangi pembekuan darah, menurunkan tekanan darah, hingga mengurangi detak jantung tidak teratur.

3. Menyediakan Kebutuhan Protein Tubuh

Diringkas dari Health, kandungan protein yang dimiliki tilapia tidak bisa diremehkan. Dengan harga yang lebih murah ketimbang salmon dan kod, per 3,5 ons daging tilapia menghadirkan 26,2 gram protein. Pada gilirannya, protein ini bekerja menjaga kesehatan tulang, menurunkan risiko osteoporosis, hingga mengurangi hilangnya massa otot orang tua.

4. Menjaga Berat Badan Ideal

Sembarangan makan berpotensi menyebabkan penambahan berat badan secara signifikan. Mereka yang ingin menjaga massa badan dapat mengonsumsi tilapia. Alasannya? Disadur dari Verywell Health, ikan satu ini rendah kalori dan proteinnya tinggi. Alhasil, rasa kenyang bertahan lebih lama.

5. Menyehatkan Tulang

Manfaat kesehatan kelima tilapia adalah menyehatkan tulang. Khasiat ini dimungkinkan karena tilapia memiliki vitamin D dan kalsium. Sebagaimana detikers ketahui, vitamin D membantu penyerapan kalsium dari makanan, sedangkan kalsium penting untuk menguatkan tulang.

Sebagai catatan, memilih tilapia berkualitas sangat vital untuk mencegah potensi kontaminasi. Pasalnya, tilapia yang dibudidayakan di tempat-tempat tercemar mungkin mengandung zat berbahaya. Di samping itu, Medical News Today menyarankan untuk memasak tilapia dengan metode yang sehat agar nutrisinya utuh atau paling tidak, tak berkurang signifikan.

Kandungan Gizi Ikan Tilapia

Sebagaimana sudah disinggung di atas, profil nutrisi tilapia mungkin berbeda-beda. Sebagai contoh, ini kandungan gizi 84 gram tilapia menurut Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat:

  • Kalori: 110
  • Total lemak: 2.5% DV/4 gram
  • Lemak jenuh: 1% DV/5 gram
  • Kolesterol: 75% DV/25 miligram (mg)
  • Sodium: 30% DV/1 mg
  • Kalium: 360% DV/10 mg
  • Total karbohidrat: 0
  • Protein: 22 gram
  • Vitamin A: 0
  • Vitamin C: 2% DV
  • Kalsium: 0
  • Zat besi: 2% DV

Sementara itu, US Department of Agriculture mencatat nutrisi 100 gram tilapia adalah:

  • Protein: 26,2 gram
  • Karbohidrat: 0
  • Serat: 0
  • Kalsium: 14 mg
  • Besi: 0,69 mg
  • Magnesium: 34 mg
  • Fosfor: 204 mg
  • Kalium: 380 mg
  • Natrium: 56 mg
  • Seng: 0,41 mg
  • Tembaga: 0,075 mg
  • Mangan: 0,037 mg
  • Selenium: 54,4 mikrogram
  • Vitamin C: 0 mg
  • Tiamin: 0,093 mg
  • Riboflavin: 0,073 mg
  • Niasin: 4,74 mg
  • Asam pateotenat: 0,664 mg
  • Vitamin B6: 0,123 mg
  • Folat: 6 mikrogram
  • Vitamin B12: 1,86 mikrogram
  • Vitamin D (D2 + D3): 3,7 mikrogram

Demikian pembahasan ringkas mengenai ikan tilapia, dari klasifikasi hingga kandungan gizinya. Semoga menambah wawasanmu, ya, detikers!

FAQ Seputar Ikan Tilapia

1. Apa bahaya makan ikan tilapia?

Secara umum, tilapia aman dikonsumsi. Namun, tilapia yang dibudidayakan dalam kondisi buruk mungkin mengandung zat berbahaya, seperti logam berat dan bahan kimia pertanian.

2. Ikan tilapia sama dengan ikan nila atau tidak?

Nila merupakan salah satu jenis tilapia. Tilapia sendiri adalah sebutan untuk ikan air tawar di genus Oreochromis. Contoh jenis tilapia lainnya adalah mujair.

3. Apa cara paling sehat untuk mengolah ikan tilapia?

Sejatinya, ada banyak cara untuk memasak tilapia, seperti memanggang, membakar, dan menggorengnya. Metode memanggang disebut paling sehat karena nutrisi tilapia tetap terjaga.



(sto/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads