Apa lagi yang ditunggu umat Islam pada bulan kesembilan kalender Hijriah, Ramadhan, selain puasa? Bulan mulia itu memang disyariatkan Allah SWT melalui rasul-Nya untuk diisi dengan puasa Ramadhan.
Disadur dari buku Fiqih Praktis Puasa Ramadhan oleh Abu Ubaidah Yusuf dan Abu Abdillah Syahrul Fatwa, dalil pensyariatan puasa Ramadhan di antaranya terdapat dalam Al-Quran surat al-Baqarah ayat 183:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."
Ada pula hadits Nabi Muhammad SAW yang menekankan kewajiban puasa Ramadhan. Sang Khatamul Anbiya', julukan Rasulullah, bersabda:
عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَصِيَامِ رَمَضَانَ وَالْحَجِّ
Artinya: "Dari Ibnu Umar dari Nabi bersabda, "Is-lam itu dibangun di atas lima perkara: syahadat bahwa tidak ada sembahan yang berhak diiba-dahi kecuali hanya Allah dan bahwa Muhammad adalah rasul (utusan) Allah, menegakkan shalat, mengeluarkan zakat, puasa Ramadhan, dan menunaikan haji." (HR Bukhari no 8 dan Muslim no 16)
Sebagai seorang muslim, menjalankan perintah Allah dan Rasul-Nya adalah kewajiban mutlak. Oleh karenanya, perintah itu harus dijalankan sebaik mungkin, antara lain dengan bersiap-siap mengetahui awal puasa Ramadhan 2026.
Berikut prediksi tanggalnya yang mesti detikers ketahui!
Poin Utamanya:
- Pemerintah dan NU memperkirakan awal puasa Ramadhan 2026 jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Sementara itu, Muhammadiyah menetapkan awal puasa Ramadhan pada Rabu, 18 Februari 2026.
- Kurang lebih, awal puasa Ramadhan 2026 tiba 40 hari lagi.
- Sebagai persiapan, umat Islam wajib menyelesaikan utang puasa Ramadhan dan belajar fikihnya. Mempersiapkan kondisi fisik dan materiil juga penting.
Perkiraan Awal Puasa Ramadhan 2026
Awal Ramadhan 2026 Versi Pemerintah
Seperti tahun-tahun sebelumnya, pemerintah bakal menetapkan awal Ramadhan pada akhir bulan Syaban. Namun, jauh sebelum Syaban tiba, prediksinya sudah bisa diketahui dengan mengecek kalender yang dirilis Kementerian Agama.
Untuk 2026, pemerintah memperkirakan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari. Setelahnya, Ramadhan berlangsung genap 30 hari sebelum digantikan Syawal pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Bila mengikuti perkiraan pemerintah, maka puasa Ramadhan 2026 akan dimulai 41 hari lagi.
Awal Ramadhan Versi Nahdlatul Ulama (NU)
NU juga menetapkan awal Ramadhan melalui sidang yang digelar pada akhir Syaban. Untuk sementara, perkiraannya dapat dilihat dalam Almanak Tahun 2026 yang dikeluarkan Lembaga Falakiyah PCNU Kabupaten Bojonegoro.
"Posisi hilal belum memenuhi kriteria imkanurrukyah sehingga 1 Ramadan 1447 H diprediksi jatuh pada Kamis Pahing, 19 Februari 2026," bunyi keterangan dalam almanak itu.
Sama seperti pemerintah, NU memperkirakan Ramadhan 2026 berlangsung genap 30 hari. Dengan demikian, Idul Fitri alias 1 Syawal jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Bila mengikuti perkiraan NU, maka awal puasa Ramadhan 2026 tiba 41 hari lagi.
Awal Ramadhan Versi Muhammadiyah
Berlainan dengan pemerintah dan NU, Muhammadiyah sudah mengeluarkan ketetapan tentang awal puasa Ramadhan 2026. Tanggalnya tercantum dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah.
Dilansir laman Suara Muhammadiyah, melalui maklumat itu, Muhammadiyah menetapkan awal puasa Ramadhan 2026 pada Rabu, 18 Februari 2026. Artinya, sehari lebih awal ketimbang prediksi pemerintah dan NU.
Puasa Ramadhan 2026 versi Muhammadiyah juga berlangsung 30 hari. Idul Fitri ditetapkan bertepatan dengan Jumat Legi, 20 Maret 2026 M.
Bila mengikuti penetapan Muhammadiyah, maka awal puasa Ramadhan 2026 datang 40 hari lagi.
Yang Harus Dilakukan Sebelum Puasa Ramadhan 2026
Ada beberapa hal yang harus detikers lakukan sebelum menjalani puasa Ramadhan 2026. Berikut penjelasan ringkasnya:
1. Menyelesaikan Utang Puasa Ramadhan
Ada kalanya, kita tidak bisa mengerjakan puasa Ramadhan karena berbagai alasan, seperti sakit berat atau datang bulan. Allah SWT memberi keringanan untuk tidak berpuasa, tetapi mewajibkan menggantinya.
Qadha Puasa Ramadhan bebas dilakukan kapan saja. Yang terpenting, belum sampai masuk Ramadhan tahun berikutnya. Bulan Syaban yang akan tiba sesaat lagi dapat dimanfaatkan untuk melunasi utang ini, seperti yang dilakukan Aisyah RA. Dirujuk buku Rangkuman tentang Qadha Puasa oleh Abu Ghozie as-Sundawie, Aisyah RA berkata:
كَانَ يَكُونُ عَلَيَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ، فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِيَهُ إِلَّا فِي شَعْبَانَ الشَّغْلُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، أَوْ بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ .
Artinya: "Aku dahulu punya kewajiban puasa. Aku tidaklah bisa membayar utang puasa tersebut kecuali pada bulan Syaban karena kesibukan dengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam." (HR Bukhari no 1950 dan Muslim no 1146)
2. Belajar Fikih Puasa Ramadhan
Islam adalah agama yang pasti. Nabi Muhammad SAW sudah menyempurnakan syariat yang dibawanya. Oleh karena itu, umat Islam hanya perlu mengikuti, tanpa menambah-nambah atau mengurangi.
Agar detikers dapat mengerjakan puasa Ramadhan dengan benar, mempelajari fikihnya adalah sebuah kewajiban. Di antara hal yang harus dipahami adalah batas waktu berniat, anjuran makan sahur, waktu-doa berbuka, dan pembatal-pembatal puasa.
3. Menyiapkan Fisik dan Materiil
Salah satu cara menyiapkan fisik untuk berpuasa Ramadhan adalah mengerjakan puasa sunnah pada bulan Syaban. Menurut hadits Aisyah RA, Nabi Muhammad SAW banyak berpuasa selama Syaban berlangsung. Selain mengikuti jejaknya, puasa Syaban juga membantu tubuh terbiasa sehingga tidak kaget saat Ramadhan tiba.
Dikutip dari buku Catatan Fikih Puasa Sunnah yang ditulis Hari Ahadi, dasarnya adalah hadits:
مَا رَأَيْتُ رَسُوْلَ اللهِ ﷺ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ قَطُّ إِلَّا رَمَضَانَ، وَمَا رَأَيْتُهُ فِي شَهْرٍ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ.
Artinya: "Aku tidak pernah melihat Rasulullah menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali pada bulan Ramadhan, dan aku tidak pernah melihat beliau berpuasa dalam satu bulan yang lebih banyak daripada puasa pada bulan Syaban." (HR Bukhari no 1969 dan Muslim no 1156)
Serta jangan lupa untuk bersedekah kepada sesama agar mendapat nikmat berkah yang berlipat dari Allah SWT.
Itulah sekilas mengenai perkiraan pemerintah, NU, dan Muhammadiyah berkenaan dengan awal puasa Ramadhan 2026. Semoga bermanfaat!

Komentar Terbanyak
Awal Mula Ide Mbah Suhan Bikin 'Sawah Rongsok' di Gunungkidul
Daftar Negara Lolos Semi Final Piala Dunia 2026: Isinya Rank 1-4 FIFA!
Pekerja Tewas Tertimpa Tembok Saat Bongkar Rumah di Sleman