Nasib Masjid Al Huda Wonosari Batal Dapat Donasi Padahal Terlanjur Dirobohkan

Terpopuler Sepekan

Nasib Masjid Al Huda Wonosari Batal Dapat Donasi Padahal Terlanjur Dirobohkan

Tim detikJogja - detikJogja
Sabtu, 10 Jan 2026 09:42 WIB
Nasib Masjid Al Huda Wonosari Batal Dapat Donasi Padahal Terlanjur Dirobohkan
Kondisi masjid Al Huda Wonosari yang dirobohkan karena prank donatur. Foto: Dok. Masjid Al Huda Gari.
Gunungkidul -

Warga di Padukuhan Gari, Wonosari, Gunungkidul, ramai-ramai merubuhkan masjid yang ada di padukuhan itu. Sebab, ada pihak yang menjanjikan akan memberi donasi Rp 1,8 miliar untuk renovasi masjid Al Huda itu.

Namun, setelah masjid Al Huda rata dengan tanah, bantuan tak kunjung datang. Kini padukuhan itu tak punya masjid lagi.

Nasib masjid yang menjadi korban prank donatur palsu itu menjadi salah satu artikel yang banyak diakses pembaca detikJogja dalam sepekan terakhir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Duduk Perkara Masjid Dirobohkan

Ketua II Takmir Masjid Al-Huda, Budi Antoro menceritakan awal mula masjid itu kena prank soal donasi renovasi masjid. Pada awalnya, ada dua orang yang datang menemui takmir masjid dan sesepuh padukuhan setempat. Kedua orang itu menawarkan bantuan dari sebuah yayasan.

ADVERTISEMENT

"Syaratnya Masjid kami harus dibongkar, dan akhirnya dalam waktu dua hari Masjid kami bongkar pada bulan November," katanya kepada detikJogja, Senin (5/1/2026).

Donatur tersebut juga berjanji akan membiayai 99 persen kebutuhan untuk membangun masjid baru. Sehingga, pihak takmir tidak boleh mencari donatur lain.

"Pada waktu itu kami mau mencari donatur saja tidak boleh, karena 99% sudah dari sana. Sehingga kami tidak punya persiapan apapun," ucapnya.

Setelah ditunggu, ternyata bantuan tak kunjung datang. Padahal masjid terlanjur dibongkar. Kedua orang yang menjanjikan bantuan itu pun berkelit saat ditagih. Mereka berdalih kedatangannya baru sebatas penjajakan.

"Tapi kedatangan itu belum menentukan persetujuan, jadi baru survei lokasi sifatnya," katanya.

Alasan Warga yang Janjikan Donasi

Adapun salah satu orang yang mendatangi pihak takmir untuk membicarakan soal donasi adalah Agus Suryanto. Dia mengaku tidak ada maksud untuk nge-prank warga dan pengurus masjid. Dia menyebut ada miskomunikasi yang menyebabkan peristiwa itu terjadi.

Agus mengaku beberapa bulan lalu dihubungi oleh salah satu rekannya asal Gedangsari. Rekannya itu meminta tolong kepada Agus untuk mencarikan Masjid yang butuh perbaikan.

"Jadi ada rekan dari Gedangsari, Gunungkidul bilang kalau ada Rp 350 juta dan tolong carikan Masjid yang butuh untuk diperbaiki," katanya kepada wartawan di Gatak, Wonosari, Gunungkidul, Selasa (6/1/2026).

Agus melanjutkan, saat itu di Pedukuhannya sudah ada enam masjid dan semuanya dalam kondisi bagus. Karena itu, Agus menghubungi salah satu rekannya di Gari, Wonosari.

"Nah, di sini sudah ada 6 masjid dan bagus-bagus, kan tidak mungkin diperbaiki. Lalu saya tanya ke rekan saya orang Gari, kalau ada uang Rp 350 juta untuk perbaikan masjid," ujarnya.

Ternyata, di Gari terdapat masjid Al Huda yang sudah cukup tua dan butuh perbaikan. Agus bersama temannya lantas mendatangi takmir masjid untuk membicarakan kemungkinan adanya bantuan tersebut.

"Lalu belum selesai rembukannya ada rekan saya orang Ngawen menghubungi saya kalau ada yayasan yang ingin menjadi donatur perbaikan Masjid. Setelah itu saya sampaikan lagi (ke orang Gari) dan orang Ngawen datang untuk ngobrol di Masjid," ucapnya.

Dalam obrolan itu, rekannya asal Ngawen mengungkapkan jika yayasan akan menjadi donatur perbaikan Masjid jika kondisi Masjid rata dengan tanah. Sehingga tidak ada perintah agar segera merobohkan Masjid tersebut.

"Di obrolan itu bilang yayasan bisa datang kalau Masjid dalam kondisi rata. Jadi sepemahaman saya bukan menyuruh, tapi kalau yayasan itu dari lahan kosong atau Masjid yang sudah roboh dan diminta berembuk jika ingin diterima," katanya.

Akan tetapi, seiring berjalannya waktu warga Gari menerima tawaran itu dan mulai merobohkan Masjid. Di sisi lain, saat perobohan Masjid itu Agus menyebut jika ada perbedaan desain Masjid dengan yang diterima yayasan.

"Kemungkinan ada miskomunikasi, pahamnya orang mereka itu begitu roboh duit datang. Padahal yayasan sudah sangat sepakat, jadi yayasan pertama yang datang itu sudah bingung sebenarnya, kok jadi lantai dua (desain Masjid baru Al Huda)," ujarnya.

Terlebih, Agus mengaku sudah memberikan nomor yayasan ke pengurus Masjid. Bahkan, Agus menyebut jika sudah ada komunikasi antara yayasan dan pengurus Masjid Al Huda.

"Saya sudah mendelegasikan nomor ke yang bersangkutan, jadi dari sana sudah menghubungi yayasan dan mungkin ada yang sisip saat rembukan," ujarnya.

Karena itu, Agus menampik jika menipu pengurus Masjid Al Huda. Mengingat dirinya hanya ingin membantu saja dalam penyaluran donasi.

"Jadi saya hanya menghubungkan dan saya malah justru membantu percepatan di sana biar cepat tercapai," ucapnya.

Donasi dari Pihak Lain Berdatangan

Nasib masjid yang kena prank donatur itu pun akhirnya viral. Masyarakat lantas beramai-ramai membantu pembangunan masjid tersebut.

"Alhamdulillah (donasi) semakin meningkat. Kalau saat ini mungkin hampir Rp 1 miliar," kata Ketua Panitia Pembangunan Masjid Al Huda, Budi Antoro saat dihubungi wartawan, Jumat (9/1/2026).

Budi mengungkapkan, donatur berasal dari berbagai kalangan, baik pejabat hingga masyarakat umum.

"Belum yang donasi langsung berupa uang tunai dan bahan material, kalau digabung semua bisa lebih dari Rp 1 miliar," ujarnya.

Budi menambahkan, saat ini pembangunan Masjid Al Huda masih berkutat pada talut. Mengingat talut di sisi selatan terbilang tinggi sehingga memerlukan waktu dalam pembangunannya.

"Pembangunan masih di bagian talut, targetnya selesai di akhir bulan. Mudah-mudahan kalau alat berat datang bisa mulai pengerukan untuk calon bangunan induknya, kemudian rencana tanggal 2-3 Februari peletakan batu pertama," katanya.

Selain itu, Budi mengaku sangat bersyukur dengan banyaknya donasi yang masuk sehingga pembangunan Masjid yang menelan anggaran Rp 1,8 M bisa terwujud.

"Dan kami masih buka donasi karena pembangunan masjid ini bisa 1-2 tahun," ujarnya.



Halaman 2 dari 3


Simak Video "Video: Masjid di Blitar Ini Punya Vibes Seperti di Nabawi"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/ahr)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads