Ruas jalan di Kedungmiri, Sriharjo, Imogiri, Bantul yang amblas pada November 2025 saat ini sudah rampung diperbaiki. Warga Kedungmiri senang karena tidak perlu memutar belasan kilometer untuk ke Pedukuhan Wunut.
Pantauan detikJogja, Jumat (9/1/2026), tampak ruas jalan di Kedungmiri yang sebelumnya amblas sudah bisa dilewati lagi meski belum diaspal. Selain itu, beberapa motor tampak berlalu-lalang melintas di jalan tersebut.
Jalan tersebut tampak semakin lebar karena di sisi selatan terpasang bronjong dengan struktur berundak. Perlu diketahui, bronjong adalah anyaman kawat baja yang membentuk kotak atau balok, lalu diisi dengan batu untuk digunakan sebagai dinding penahan tanah dan mencegah erosi di area tebing, lereng atau tepi sungai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan di sisi utara jalan terdapat selokan yang mengalirkan air melalui bawah Jalan menuju ke sisi selatan. Di mana air tersebut akan bermuara di Sungai Oya.
Salah satu warga Kedungmiri, Siti Romdonah (56), senang karena bisa kembali melintas di jalan tersebut. Sebab, sebelum jalan itu terhubung kembali, Siti harus memutar cukup jauh untuk ke ladang yang berada di Wunut.
"Senang sekali jalannya sudah bisa dilewati. Karena sebelumnya saya kalau ke Wunut harus memutar lewat Selopamioro dan itu sekitar 10 sampai 12 kilometer," kata Siti saat ditemui di Sriharjo, Imogiri, Bantul.
Siti berharap ruas Jalan tersebut bisa segera diaspal. Hal tersebut agar kontur Jalan halus dan nyaman ketika melintas.
"Kalau harapannya ya semoga jalannya itu bisa segera diaspal, biar jadi bagus gitulah," ujarnya.
Penampakan jalan amblas di Kedungmiri, Sriharjo, Imogiri, Bantul, pada Sabtu (22/11/2025). Foto: dok.detikJogja |
Hal senada disampaikan warga Kedungmiri lainnya, Tumisem (54). Dia senang karena tak perlu lagi berjalan kaki melewati pematang untuk ke sawahnya.
"Ya senanglah jalannya sudah jadi, saya bisa beraktivitas di sawah tanpa harus jalan kaki lagi lewat sawah-sawah itu. Karena sebelumnya saat putus jalannya itu harus jalan kaki dari pada memutar kan jauh," ucap Tumisem.
Tumisem menilai saat ini ruas jalan tersebut lebih lebar ketimbang sebelumnya. Tumisem pun optimistis perbaikan jalan tersebut lebih bagus ketimbang sebelum-sebelumnya.
"Kalau khawatir lewat Jalan itu tidak, karena bangunannya bagus ketimbang yang dulu-dulu. Setahu saya itu digali dalam dulu sebelum dibangun dan dipompa airnya, baru dipasangi bronjong," katanya.
Perbaikan Masih Sementara
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Bantul, Jimmy Alran Manumpak Simbolon menyebut perbaikan jalan tersebut masih bersifat sementara. Mengingat Pemkab akan melanjutkan penanganan jalan secara permanen.
"Masih bersifat sementara, apalagi itu kan belum diaspal," ujar Jimmy.
Meski bersifat sementara, Jimmy memastikan kualitas jalan tersebut sudah mumpuni. Apalagi, DPUPKP Bantul telah membuat membuat aliran air dari sisi utara ke selatan Jalan untuk mengurangi sedimentasi tanah.
"Karena kan sudah ada bronjong. Selain itu aliran air juga diluruskan sehingga mengurangi sedimen di tengah dan ada gorong-gorong juga untuk mengalirkan air dari atas, dari gunung ke sungai. Tanah timbunan juga tanah timbunan pilihan yang tidam menyimpan air namun meloloskan air," ucapnya.
Terkait penanganan permanen ruas jalan tersebut, Jimmy mengaku kemungkinan besar akhir tahun 2026. Sebab, DPUPKP Bantul akan berkoordinasi dengan ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM) terlebih dahulu terkait penanganannya.
"Sampai tahun depan kita koordinasi dengan UGM terkait penanganan permanennya. Jadi ya kemungkinan paling cepat akhir 2026 atau awal tahun 2027," ujarnya.
(ams/afn)













































Komentar Terbanyak
Tersangka Ijazah Palsu Eggy Sudjana dan Damai Hari Lubis Sowan ke Rumah Jokowi
Kenapa Presiden Venezuela Ditangkap Amerika? Ini Penjelasannya
BNN Bongkar Dapur Happy Water Saset-Vape Etomidate di Ancol