Rombongan relawan asal Banten yang membawa bantuan untuk korban bencana di Aceh diduga mengalami pungutan liar (pungli) oleh oknum pegawai Dinas Perhubungan (Dishub) saat melintas di Kota Palembang. Berikut pengakuan salah seorang relawan tersebut.
Dilansir detikSumbagsel, relawan gabungan dari Fesbuk Banten News, Aksi Semangat Peduli, dan Petualang Rescue itu berangkat dari Kota Serang, Banten, pada Selasa (6/1). Mereka diduga kena pungli di depan Terminal Karya Jaya, Kecamatan Kertapati, Kota Palembang, Sumatera Selatan, pada Rabu (7/1).
Saat itu mobil rombongan tersebut disetop oleh oknum Dishub. Si pengemudi, Rizki Nur Habibi, mengatakan petugas itu meminta kelengkapan surat kendaraan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SIM dan STNK dapat ditunjukkan, tapi dokumen KIR fisik tertinggal. Tapi pihak relawan mengaku telah menunjukkan bukti KIR melalui foto dan panggilan video.
"Kami sudah jelaskan semuanya, termasuk tujuan membawa bantuan kemanusiaan ke Aceh. Tapi tetap dipersulit," kata Rizki kepada wartawan, Rabu (7/1/2026).
Selanjutnya, petugas itu mengarahkan dirinya turun dan menuju ke sebuah warung di seberang jalan. Kemudian ia mengaku dimintai uang agar kendaraan bisa melanjutkan perjalanan.
"Di warung itu diminta kami diminta Rp 100 ribu. Kami terpaksa memberi karena fokus kami hanya bagaimana bantuan bisa segera sampai ke Aceh," ungkapnya.
Rizki menambahkan, sejumlah kendaraan besar lain juga terlihat diberhentikan di lokasi yang sama. Diketahui, kendaraan relawan baru memasuki wilayah Palembang setelah sebelumnya mengalami pecah ban saat melintas di jalan tol.
Adapun bantuan yang dibawa relawan di antaranya 1.250 Al-Qur'an dan Iqra, 1.000 mukena, 1.000 sajadah, 1.000 peci, 1.000 baju koko, dan 10 rol karpet sepanjang sekitar 100 meter. Relawan juga akan melakukan bersih-bersih masjid dan musala, serta memberikan trauma healing bagi anak-anak penyintas bencana.
"Ini bukan soal uangnya, tapi soal rasa kemanusiaan. Saat Aceh membutuhkan, perjalanan bantuan justru terhambat," ucap Rizki.
Respons Dishub Palembang
Saat dimintai konfirmasi wartawan, Kabid Dalops Dishub Palembang, AK Juliansyah, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Dia menyebut anggota yang diduga melakukan pungli itu bukan dari Dishub Palembang, tapi dari anggota Dishub BPTD 7 Kementerian di Terminal Karya Jaya.
"Ya saya sudah monitor kejadian itu, bukan anggota Dishub Palembang melainkan Dishub BPTD 7 Kementerian di Terminal Karya Jaya, silahkan tanya langsung kebenarannya," kata Juliansyah.
(dil/apl)












































Komentar Terbanyak
Tersangka Ijazah Palsu Eggy Sudjana dan Damai Hari Lubis Sowan ke Rumah Jokowi
Kenapa Presiden Venezuela Ditangkap Amerika? Ini Penjelasannya
BNN Bongkar Dapur Happy Water Saset-Vape Etomidate di Ancol