6 Fakta Terbongkarnya Perusahaan Love Scamming Jaringan China di Sleman

Round-Up

6 Fakta Terbongkarnya Perusahaan Love Scamming Jaringan China di Sleman

Tim detikJogja - detikJogja
Kamis, 08 Jan 2026 07:00 WIB
6 Fakta Terbongkarnya Perusahaan Love Scamming Jaringan China di Sleman
Keenam tersangka kasus love scamming di Sleman dihadirkan dalam jumpa pers di Mapolresta Jogja, Rabu (7/1/2026). Foto: Adji Ganda Rinepta/detikJogja
Jogja -

Perusahaan yang melakukan aktivitas penipuan online atau scamming di Sleman dibongkar polisi. Perusahaan itu merupakan penyedia jasa outsourcing untuk sindikat scamming yang berpusat di China.

Awal Mula Pengungkapan

Kasus ini terbongkar usai tim patroli siber Polresta Jogja menemukan iklan lowokan kerja yang tak wajar. Setelah mendapati bukti adanya aktivitas scamming, pihaknya kemudian melakukan penggerebekan pada Senin (5/1).

Tempat yang digerebek merupakan ruko dua lantai di Jalan Gito Gati, Sleman. Ruko itu digunakan perusahaan bernama PT Altair Trans Service.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Diamankan bukti berupa 30 handphone, 50 laptop, CCTV, dan seperangkat wifi yang digunakan sebagai pidana love scaming. Selanjutnya setelah dilakukan operasi tangkap tangan di temukan sarana tindak pidana," jelas Kapolresta Jogja, Kombes Eva Guna Pandia saat jumpa pers di kantornya, Jogja, Rabu (7/1/2026).

detikJogja menemukan iklan lowongan pekerjaan dari PT Altair Trans Servicedi berseliweran di mesin pencari. Di iklan tersebut tertulis lowongan untuk menjadi English Chat App Admin tanpa diberi keterangan yang jelas mengenai jobdesknya.

ADVERTISEMENT

Dari iklan tersebut juga disebutkan calon karyawan harus menguasai bahasa Inggris, namun tidak ada syarat minimum pendidikan dan juga usia. Hasil pemeriksaan karyawan, mereka mengaku pekerjaan itu ber-jobdesk seperti customer service.

6 Orang Jadi Tersangka

Dari penggerebekan itu, polisi mengamankan 64 orang untuk diperiksa. Dari 64 orang yang diamankan, enam orang jadi tersangka.

"Ditetapkan tersangka sebanyak 6 orang," ujar Pandia.

Anggota jaringan scamming internasional di Sleman saat rilis kasus di Polresta Jogja, Rabu (7/1/20260.Anggota jaringan scamming internasional di Sleman saat rilis kasus di Polresta Jogja, Rabu (7/1/20260. Foto: Adji G Rinepta/detikJogja

Keenam orang tersangka itu merupakan petinggi di kantor tersebut. Mereka adalah R (35) laki-laki sebagai CEO, H (33) perempuan sebagai HRD, P (28) laki-laki selaku projek manajer, J (28) perempuan selaku projek manajer, V (28) laki-laki selaku tim leader, dan G (22) laki-laki sebagai tim leader.

Mereka dijerat dengan Pasal 407 atau Pasal 492 KUHP dan pasal terkait pornografi di UU ITE. "Maksimal 10 tahun penjara," ungkap Pandia.

Modus Penipuan

Kasat Reskrim Polresta Jogja Kompol Riski Adrian menjelaskan praktik yang dilakukan enam tersangka merupakan tindakan love scamming. Mereka bekerja menggunakan aplikasi kencan atau dating apps untuk merayu korban yang ujung-ujungnya menjual konten pornografi dengan pembayaran sistem koin.

Para pekerja disebut telah disediakan perangkat dengan aplikasi bernama WOW. Aplikasi ini memiliki server di China dan didatangkan juga dari China.

Para pekerja menggaet korban yang rata-rata dari Amerika, Inggris, Kanada, dan Australia. Percakapan terus dilakukan hingga menjurus pada pornografi.

Konten porno juga sudah tersedia perangkat seperti ponsel dan laptop. Konten porno dari aplikasi disediakan dari China, sedangkan konten yang ada di device disediakan oleh kantor di Sleman.

"(Setelah masuk aplikasi) sudah masuk ke dalam room. Room dengan di situ ada 15 orang, ada yang 10 orang, 5 orang. Jadi kalau pas kita tanya, room itu siapa yang menyediakan? Itu klien. Mereka nggak tahu-menahu yang di sini. Pokoknya mereka masuk, langsung tiba-tiba di situ ada chat room," sambungnya.

Setelah masuk dalam room chat, para agen ini tinggal 'melayani' konsumen untuk berinteraksi. Hingga akhirnya mengirimkan konten porno yang telah disediakan. Konsumen tidak bisa langsung membuka konten itu sebelum membeli koin.

"Iya (agen mengaku sebagai orang dalam konten porno), yang ngaku sebagai dia. Itulah scam-nya di situ. Iya, fake profile," ungkap Riski.

Ruko di Jalan Gito Gati Sleman yang jadi markas scammer jaringan internasional, Selasa (6/1/2026).Ruko di Jalan Gito Gati Sleman yang jadi markas scammer jaringan internasional, Selasa (6/1/2026). Foto: Jauh Hari Wawan S/detikJogja

Raup Rp 10 M Per Bulan

Untuk membuka konten porno yang telah dikirim, konsumen harus memberi gift. Rinciannya Gift Mawar sebesar 8 coin, Gift Mahkota 199 coin, Gift Tiara 699 coin, dan Gift Supercar 999 coin. Setiap 16 coin dalam aplikasi tersebut bernilai 5 USD.

Sedangkan para agen atau karyawan di Sleman, lanjut Riski, ditarget untuk mendapat 2 juta koin per bulan per sift atau 3-6 ribu coin setiap harinya per orang.

"Kegiatan ini sudah berlangsung hampir 1 tahun, adapun keuntungan yang didapat, ini kita dapat dari hasil pemeriksaan, untuk setiap shift memiliki target mengumpulkan minimal 2 juta koin per bulannya," urai Riski.

"Yang mana hitungannya per 16 koin itu dibayar sebesar $5. Jadi kalau dihitung secara kalkulasi per shift itu dapat menghasilkan sebesar Rp 10 miliar lebih per bulannya, satu shift. Sedangkan mereka dalam pelaksanaan pekerjaannya, mereka dibagi ke dalam tiga shift," lanjutnya.

Berpusat di China

Dari hasil penyelidikan polisi, diketahui PT Altair Trans Service ini ternyata perpanjangan tangan dari operator aplikasi kencan yang berpusat di China. PT Altair adalah perusahaan outsourcing yang menyediakan tenaga kerja untuk menjadi admin chat di aplikasi tersebut.

Menurut Riski, selain di Sleman, PT Altair Trans Service juga memiliki cabang yang berada di Lampung. Pihaknya pun kini tengah berkomunikasi dengan Polda Lampung untuk juga mengungkap jaringan scam di Lampung tersebut.

"Menurut keterangan dari para saksi ada satu lagi di Lampung," jelas Riski.

"Ini kita lagi komunikasi sama Polda Lampung untuk melakukan penindakan hal yang sama di sana. Karyawannya sama, ya mirip-mirip, hampir sama (dengan kantor yang ada di Sleman)," sambungnya.

Selain menindak kantor di Lampung, pihaknya juga telah berhasil mengantongi identitas warga negara China yang menjalin kerja sama dengan R (35) selaku CEO PT Altair Trans Service.

WN China yang diketahui berinisial ZC itu menjadi sosok yang membangun jaringan scam ini di Indonesia. ZC juga menawarkan bisnis scamming dengan aplikasi WOW ini ke R hingga membangun perusahaan PT Altair Trans Service.

Punya 200 Karyawan, Upah hingga Rp 8,5 Juta

Polisi menyebut ada sekitar 200 pegawai yang bekerja untuk PT Altair. Para pekerja itu dibagi menjadi tiga sift setiap harinya.

"Waktu (masa) kerjanya berbeda-beda, ada yang sudah setahun, ada yang baru 6 bulan, ada yang 3 bulan, ada yang baru satu minggu. Kalau total pegawai sebanyak hampir 160-200. (Yang diamankan 64 orang) karena kan waktu saat itu itu hanya sif pagi waktu penangkapan tersebut," ujarnya saat jumpa pers di Polresta Jogja, Rabu (7/1/2026).

Para karyawan itu, kata Riski, diberi gaji pokok dan bonus berdasarkan performa. Besaran gaji pokok yang diterima beragam, sedangkan untuk bonusnya bisa mengapai Rp 5 juta per bulan per orang.

"Ada dua kali gaji, pertama gaji pokok dan bonus. Kalau gaji pokok itu sekitar Rp 2,4 juta sampai Rp 3,5 juta. Kalau untuk bonus itu dilihat dari performa, dari cara mendapatkan poin tersebut, Itu sebesar Rp 1-5 juta tiap bulannya per orangnya," jelas Riski.

Halaman 2 dari 3
(afn/alg)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads