Berapa Hari Lagi Malam Nisfu Syaban 2026? Cek Tanggal dan Amalannya

Berapa Hari Lagi Malam Nisfu Syaban 2026? Cek Tanggal dan Amalannya

Nur Umar Akashi - detikJogja
Rabu, 07 Jan 2026 20:00 WIB
Berapa Hari Lagi Malam Nisfu Syaban 2026? Cek Tanggal dan Amalannya
Ilustrasi nisfu syaban. Foto: Adnan Khalid/Pixabay
Jogja -

Malam Nisfu Syaban adalah momen penuh keutamaan menurut salah satu pendapat di kalangan ulama. Pada malam tersebut, Allah SWT mengampuni dosa makhluk-makhluknya.

Diambil dari buku Kumpulan Artikel Sya'ban dan Ramadhan yang ditulis Ammi Nur Baits ST BA, dasarnya adalah hadits:

إن الله ليطلع ليلة النصف من شعبان فيغفر لجميع خلقه إلا لمشرك أو مشاحن

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: "Sesungguhnya Allah melihat pada malam pertengahan Syaban. Maka Dia mengampuni semua makhluk-Nya, kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan."

Hadits ini berasal dari sahabat Abu Musa al-Asy'ari. Periwayatannya datang dari sejumlah sahabat terpercaya, seperti Muadz bin Jabal, Abu Hurairah, dan Abdullah bin Amr. Oleh karenanya, oleh Imam al-Albani, hadits ini dishahihkan.

ADVERTISEMENT

Bagi umat Islam, malam Nisfu Syaban yang penuh ampunan selalu dinanti-nanti. Pertanyaannya, berapa hari lagi malam Nisfu Syaban 2026 tiba? Di bawah ini informasi seputar tanggal dan amalannya!

Poin Utamanya:

  • Malam Nisfu Syaban punya keutamaan menurut sebagian ulama.
  • Muhammadiyah, NU, dan pemerintah menulis malam Nisfu Syaban bertepatan dengan Senin malam, 2 Februari 2026. Perlu dicatat, tanggal dari NU masih bersifat prediksi. Artinya, dalam 26 harian lagi malam itu tiba.
  • Tidak ada amalan yang dikhususkan untuk malam Nisfu Syaban. Umat Islam dapat mengerjakan ibadah secara umum.

Berapa Hari Lagi Malam Nisfu Syaban 2026?

Muhammadiyah melalui Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT)-nya menetapkan 1 Syaban 1447 H/2026 M jatuh pada Selasa, 20 Januari 2026. Dengan demikian, Nisfu Syaban alias tanggal 15 bulan Syaban bertepatan pada Selasa, 3 Februari 2026.

Lantas, kapan malam Nisfu Syaban-nya? Dilansir buku Ajaibnya Puasa: Fasting is Amazing oleh Ayi Yunus R, pergantian hari kalender Hijriah terjadi pada saat Matahari tenggelam di ufuk barat. Waktu terbenamnya Matahari ini ditandai dengan adzan maghrib.

Berdasar ketentuan itu, maka malam Nisfu Syaban 2026 dimulai pada Senin, 2 Februari mendatang selepas Matahari terbenam. Kurang lebih, malam mulia itu akan tiba dalam 26 hari lagi.

Prediksi Nahdlatul Ulama (NU) dalam Almanak 2026 terbitan Lembaga Falakiyah PCNU Kabupaten Bojonegoro menyebut 1 Syaban 1447 H jatuh pada Selasa, 20 Januari 2026. Malam Nisfu Syaban versi perkiraan NU juga jatuh pada Senin malam, 2 Februari 2026.

Sebagai catatan, tanggalan NU masih berupa prediksi. Tanggal pasti Nisfu Syaban NU baru bisa diketahui setelah LF PBNU mengumumkan awal Syaban 1447 H.

Bagaimana dengan pemerintah? Dikutip dari Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang dikeluarkan Kementerian Agama, 1 Syaban 1447 H bertepatan dengan Selasa, 20 Januari 2026. Alhasil, malam Nisfu Syaban-nya terjadi pada Senin, 2 Februari 2026 malam.

Akhir kata, pemerintah, NU, dan Muhammadiyah bersepakat bahwasanya malam Nisfu Syaban 2026 berlangsung pada Senin malam, 2 Februari 2026.

Amalan Malam Nisfu Syaban

Dikutip dari buku Ensiklopedi Amalan Sunnah di Bulan Hijriyah oleh Abu Ubaidah Yusuf dan Abu Abdillah Syahrul Fatwa, Imam as-Suyuthi berkata:

"Memang ada riwayat dan atsar yang marfu'. Ini sebagai dalil bahwa bulan Syaban adalah bulan yang dimuliakan. Akan tetapi tidak ada dalil tentang amalan sholat secara khusus dan menyemarakkannya." (Al-Amru bil Ittiba' hal 177-178)

Malam Nisfu Syaban memang memiliki keutamaan, tetapi tidak ada anjuran untuk mengkhususkannya dengan ibadah tertentu. Beberapa ulama diketahui menyarankan untuk menghidupkan malam Nisfu Syaban. Namun sekali lagi, tidak secara khusus.

Contohnya, diambil dari buku Mana Dalil Malam Nishfu Sya'ban? oleh Ustadz Ma'ruf Khozin, Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri berkata:

وَهَذِهِ الْأَحَادِيْثُ كُلُّهَا تَدُلُّ عَلَى عَظِيمٍ خَطَرٍ لَيْلَةِ نِصْفِ شَعْبَانَ وَجَلَالَةِ شَأْتِهَا وَقَدْرِهَا وَأَنَّهَا لَيْسَتْ كَاللَّيَالِي الأُخرِ فَلَا يَنْبَغِي أَنْ يُغْفَلَ عَنْهَا بَلْ يُسْتَحَبُّ إِحْيَاءُهَا بِالْعِبَادَةِ وَالدُّعَاءِ وَالذِّكْرِ وَالْفِكْر

Artinya: "Hadits-hadits ini secara keseluruhan menunjukkan keagungan malam Nisfu Syaban, dan malam tersebut tidak sama dengan malam-malam yang lain. Dan dianjurkan untuk tidak melupakannya, bahkan dianjurkan untuk menghidupinya dengan ibadah, doa, dzikir dan tafakkur." (Syarah Misykat al-Mashabih 4/341)

Berdasar keterangan ulama-ulama di atas, di antara amalan untuk mengisi malam Nisfu Syaban 2026 adalah:

  • Berdoa sesuai hajat
  • Berdzikir
  • Sholat Tahajud
  • Sholat sunnah Mutlak
  • Sholat Hajat
  • Sholat Istikharah
  • Sedekah
  • Membaca Al-Quran

Bolehkah Puasa Nisfu Syaban?

Selain malamnya, detikers mungkin pernah membaca anjuran untuk berpuasa pada siang hari Nisfu Syaban. Apakah amal ini ada dasarnya?

Dirujuk dari buku Mukhtashar Latha'iful Ma'arif yang ditulis Dr Ahmad bin Utsman al-Mazyad, Nabi Muhammad SAW memang paling banyak berpuasa pada bulan Syaban. Hanya saja, kebiasaan itu berlaku umum, tidak dikhususkan untuk Nisfu Syaban saja.

مَا رَأَيْتُ رَسُوْلَ اللهِ ﷺ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ قَطُّ إِلَّا رَمَضَانَ، وَمَا رَأَيْتُهُ فِي شَهْرٍ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ.

Artinya: "Aku tidak pernah melihat Rasulullah menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali pada bulan Ramadhan, dan aku tidak pernah melihat beliau berpuasa dalam satu bulan yang lebih banyak daripada puasa pada bulan Syaban." (HR Bukhari no 1969 dan Muslim no 1156)

Wallahu a'lam bish-shawab.

Demikian pembahasan lengkap mengenai tanggal malam Nisfu Syaban 2026 dan amalannya. Semoga membantu detikers untuk bersiap-siap, ya!




(par/alg)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads