Bulan Rajab 2026 sudah setengah jalan. Sebagai satu dari empat bulan haram atau mulia, umat Islam sebaiknya meningkatkan ibadah untuk meraih keutamaan yang berlimpah.
Salah satu ibadah yang lazim dilakukan umat Islam Indonesia pada akhir Rajab adalah berdzikir. Menurut keterangan dari laman Nahdlatul Ulama (NU) Jombang, terdapat dzikir khusus yang dibaca setiap hari selama rentang 21-30 Rajab.
Sebagai informasi, 21-30 Rajab 1447 H menurut pemerintah dan Muhammadiyah bertepatan dengan 10-19 Januari 2026. Adapun jika mengikuti NU, 21 Rajab baru jatuh pada 11 Januari 2026 karena perbedaan penetapan tanggal awal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jadi, bagaimana bacaan dzikir Rajab untuk tanggal 21-30 itu? Simak selengkapnya melalui uraian berikut!
Bacaan Dzikir Rajab Tanggal 21-30
Dikutip dari buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun yang ditulis oleh Ustadz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, lafal dzikir 21-30 Rajab dibaca 100 kali setiap hari. Lafalnya:
سبحان الله الرؤوف
Arab Latin: Subḥānallāh ar-Ra'ūf
Artinya: "Maha Suci Allah Yang Maha Belas Kasihan."
Ada pula versi lebih panjangnya dengan tambahan lafal 'ar-Rahiim'. Disadur dari situs resmi Pendidikan Sains Universitas Negeri Surabaya, begini bacaannya:
سُبْحَانَ اللَّهِ الرَّؤُوفِ الرَّحِيمِ
Arab Latin: Subḥānallāhir-Ra'ūfir-Raḥīm
Artinya: "Maha Suci Allah Yang Maha Lembut lagi Maha Penyayang."
Keutamaan Dzikir Rajab Tanggal 21-30
Berdasar penjelasan dalam dokumen terbitan Rabithah Alawiyah berjudul 'Amalan-Amalan Bulan Rajab', dzikir di atas membuat seorang muslim mendapatkan pahala besar. Dan tiada seorang pun yang mampu menggambarkan pahalanya kecuali Allah SWT.
Keutamaan ini juga tidak bisa dilepaskan dari fakta bahwasanya Rajab masuk satu dari empat bulan haram/mulia. Oleh karena itu, amal ibadah yang dikerjakan bernilai lebih. Dilansir NU Jawa Timur, Imam Abu Muhammad al-Husain bin Mas'ud al-Baghawi menjelaskan:
العَمَلُ الصَّالِحُ أَعْظَمُ أَجْرًا فِي الْأَشْهُرِ الْحُرُمِ، وَالظُّلْمُ فِيْهِنَّ أَعْظَمُ مِنَ الظُّلْمِ فِيْمَا سِوَاهُنَّ
Artinya: "Amal shalih lebih agung (besar) pahalanya di dalam bulan-bulan haram (Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharam, dan Rajab). Sedangkan zalim pada bulan tersebut (juga) lebih besar dari zalim di dalam bulan-bulan selainnya." (Ma'alimut Tanzil fi Tafsiril Qur'an juz IV, hal 44)
Diringkas dari buku Keagungan Bulan Rajab oleh Abu Ghozie as-Sundawie, perlu diketahui bahwasanya para ulama menolak adanya keutamaan khusus amalan-amalan Rajab. Satu-satunya kelebihan Rajab adalah bahwa ia termasuk bulan haram sehingga amal ibadah lebih besar pahalanya.
Ibnu Hajar al-Asqalani menegaskan:
"Tidak ada satu hadits shahih pun yang dapat dijadikan hujjah tentang keutamaan bulan Rajab, tidak puasanya, tidak pula puasa khusus di hari tertentu dan tidak pula sholat malam di malam yang khusus." (Tabyinul 'Ajab, hal 11)
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dzikir 21-30 Rajab tidak memiliki keutamaan khusus yang membuatnya istimewa. Kelebihannya dititik beratkan pada waktu mengamalkannya, yakni bulan Rajab, yang dengan seizin Allah SWT, amal ibadah lebih besar pahalanya.
Pun, sejauh penelusuran detikJogja, tidak ditemukan adanya hadits shahih Nabi Muhammad SAW yang menganjurkan amalan khusus untuk mengisi Rajab atau tanggal-tanggal tertentunya. Wallahu a'lam bish-shawab.
Manfaat Berdzikir secara Umum
Secara umum, dzikir mengantarkan banyak manfaat untuk seorang muslim. Di antaranya adalah:
1. Ingat kepada Allah dan Menjaga Rasa Syukur
Dengan rutin berdzikir, hati kita senantiasa berfokus pada Allah SWT. Juga terhadap nikmat yang telah dikucurkan-Nya tanpa henti. Berdzikir juga berarti mengikuti perintah Allah SWT dalam firman-Nya:
فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ ࣖ
Artinya: "Maka, ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku." (QS al-Baqarah: 152)
2. Mendapat Ketenteraman Hati
Dirujuk dari laman resmi Muhammadiyah, dzikir membuat hati merasa tenang. Manfaat ini dijanjikan Allah SWT dalam Al-Quran surat ar-Ra'd:
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ۗ
Artinya: "(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram."
3. Menjadi Orang 'Hidup' Sepenuhnya
Umat Islam yang rutin berdzikir diyakini menjadi orang hidup sepenuhnya. Sebaliknya, mereka yang tidak berdzikir sama seperti orang mati. Diambil dari Syarah Riyadhus Shalihin karangan Imam an-Nawawi, dasarnya adalah sabda Nabi Muhammad SAW:
مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِي لَا يَذْكُرُهُ مَثَل الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ.
Artinya: "Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Tuhannya dengan orang yang tidak berdzikir kepada Tuhannya, adalah seperti orang yang hidup dengan orang yang mati." (HR Bukhari)
Nah, itulah sekilas penjelasan mengenai bacaan dzikir bulan Rajab yang lumrah dibaca tanggal 21-30. Semoga bermanfaat!
(par/alg)












































Komentar Terbanyak
Kenapa Presiden Venezuela Ditangkap Amerika? Ini Penjelasannya
BNN Bongkar Dapur Happy Water Saset-Vape Etomidate di Ancol
Potret Masjid Al Huda Gunungkidul Sebelum Dirobohkan gegara 'Prank' Donatur