Polisi menyatakan bakal menggandeng Kepolisian Internasional (Interpol) usai mengungkap aplikasi love scamming yang bermarkas di Gito Gati Sleman. Pasalnya, pusat love scamming itu berasal dari China.
Setelah penggerebekan pada Senin (5/1) lalu, polisi kemudian perlahan membuka tabir praktik scamming yang sudah beroperasi hampir setahun ini. Diketahui kantor scamming di Sleman itu bernama PT Altair Trans Service yang bekerja sebagai penyedia tenaga kerja untuk menjadi operator aplikasi kencan dari China bernama WOW.
"Aplikasinya tuh aplikasi kloningan dari, kalau aplikasi di China-nya, itu WOW namanya," ungkap Kasat Reskrim Polresta Jogja, Kompol Riski Adrian, dalam press rilis di Mapolresta Jogja, Rabu (7/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pelaksanaannya, perusahaan di Sleman itu mempekerjakan pegawainya untuk menjalankan aktivitas sebagai admin percakapan di aplikasi yang seluruhnya dijalankan di China. Device atau alat pun disediakan dari China.
Riski mengatakan, konsumen dari aplikasi ini pun bahkan mencakup empat negara, yakni Amerika, Inggris, Australia, dan Kanada.
Dari hasil penelusuran polisi, ternyata aplikasi ini masuk ke Indonesia dibawa oleh satu warga negara China yang kemudian menggandeng R (35) selaku CEO PT Altair Trans Service. R bertugas menjadi penyedia karyawan.
"Jadi, menurut keterangan si CEO atau owner ini, dia ini penyedia outsourcing-nya. Jadi (karyawan) digaji sebesar Rp 4.500.000. Jadi yang dibayarkan ke karyawan Rp 3.500.000, sisanya itu punya dia," papar Riski.
"Namun ini masih kita dalami lagi terkait masalah. Kita follow the money lah, nanti kita cek aliran dananya, apakah benar keterangan yang bersangkutan atau bagaimana," sambungnya.
Di sisi lain, lanjut Riski, pihaknya pun telah berhasil mengantongi identitas WN China yang menjalin kerjasama dengan R. WN China itu diketahui berinisial ZC yang juga menawarkan bisnis scamming dengan aplikasi WOW ini.
Untuk memburu ZC, Sat Reskrim Polresta Jogja pun telah melibatkan Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Polri yang selanjutnya menghubungi Interpol.
"Yang membawa (aplikasi) ke sini itu sebenarnya orang China. Kita juga sudah kita kantongi (identitasnya), kita kemarin sudah menghubungi juga Hubinter, yang akan nanti kita akan koordinasi sama Interpol untuk pengejaran yang bersangkutan," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, jajaran Polresta Jogja berhasil mengungkap praktik scam jaringan internasional yang bermarkas di Jalan Gito Gati Sleman dan mengamankan puluhan orang, Senin (5/1). Dari hasil pemeriksaan, enam orang ditetapkan sebagai tersangka.
Kapolresta Jogja, Kombes Eva Guna Pandia, menjelaskan pengungkapan kasus ini berawal dari patroli siber yang dilakukan pihaknya. Patroli itu menemukan iklan lowongan kerja yang tak lazim. Lowongan itu mengharuskan calon karyawan bisa berbahasa Inggris dan paham soal aplikasi kencan atau dating apps.
(apu/aku)












































Komentar Terbanyak
Tersangka Ijazah Palsu Eggy Sudjana dan Damai Hari Lubis Sowan ke Rumah Jokowi
Momen Pelukan Erat Jokowi-2 Tersangka Tudingan Ijazah Palsu di Solo
Kenapa Presiden Venezuela Ditangkap Amerika? Ini Penjelasannya