4 Juta Kendaraan Diprediksi Masuk DIY Saat Nataru, Ternyata...

4 Juta Kendaraan Diprediksi Masuk DIY Saat Nataru, Ternyata...

Adji G Rinepta - detikJogja
Senin, 05 Jan 2026 16:05 WIB
Suasana liburan akhir pekan setelah tahun baru di Malioboro dan di sentra oleh-oleh bakpia di Jogja, Sabtu (3/1/2026) siang.
Suasana liburan akhir pekan setelah tahun baru di Malioboro dan di sentra oleh-oleh bakpia di Jogja, Sabtu (3/1/2026) siang. Foto: Adji G Rinepta/detikJogja
Jogja -

Sebelum masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Dinas Perhubungan (Dishub) DIY memprediksi 4 juta kendaraan akan bermobilitas di DIY selama Nataru. Kini, Dishub DIY merilis data kendaraan keluar-masuk DIY selama Nataru. Segini jumlahnya.

Kepala Dishub DIY, Chrestina Erni Widyastuti memaparkan selama periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, tercatat 3 juta lebih kendaraan masuk ke DIY. Namun, angka tersebut hanya terpantau dari 10 titik masuk Jogja.

Sepuluh titik yang diamati Dishub antara lain Temon Congot dan Temon Purworejo di sisi barat. Kemudian Gerbang Samudra Raksa, Tempel, dan Kikis Joholanang di sisi utara. Serta Prambanan, Gedangsari, dua titik di Semin, dan Rongkop Gunungkidul dari sisi timur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita pantau dari 10 titik, jumlah kendaraan bermotor yang keluar DIY sebanyak 2.888.702 dan masuk DIY sebanyak 3.148.623, terdiri dari motor, mobil, bus, dan truk," kata Erni saat dihubungi, Senin (5/1/2026).

"Itu belum termasuk jalur alternatif yang tidak kami pantau, data ini kami peroleh secara harian bekerjasama dengan Polda DIY melalui back office smart province," sambungnya.

ADVERTISEMENT

Dari 10 titik tersebut, kata Erni, jalur masuk Prambanan bukan menjadi jalur masuk favorit meski ada gerbang tol. Jalur dari utara melalui Magelang yang menurutnya menjadi jalur yang paling banyak dilalui kendaraan.

"By data yang ada, yang paling banyak Krasak Tempel, kemudian Kikis Joholanang, setelah itu baru Prambanan," ujar Erni.

Dia menambahkan, angka tersebut tidak bisa dibandingkan dengan data tahun lalu di periode yang sama. Pasalnya, titik pantau tahun lalu dan tahun ini berbeda.

"Data tahun lalu untuk arus kendaraan tidak bisa diperbandingkan karena titik pantauan tidak sama, tapi dari data yang kami sampaikan untuk total pergerakan keluar 4.808.364, sedangkan yang masuk 4.695.577 orang," urainya.

Diberitakan sebelumnya, Pemda DIY memprediksi pergerakan kendaraan diprediksi mencapai lebih dari 4 juta kendaraan selama periode libur Nataru tahun ini. Untuk itu, Pemda DIY dan kepolisian akan meminimalisir kendaraan masuk ke wilayah Kota Jogja.

"Di evaluasi, (pergerakan kendaraan) nanti akan lebih dari tahun kemarin ya. Kalau di tahun 2024 itu sekitar 4 jutaan, kalau tidak salah ya," kata Erni seusai rapat koordinasi Nataru di Kompleks Kepatihan, Kota Jogja, Rabu (10/12/2025).



(dil/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads