Polisi mengungkap motif HA (30) pelaku pembunuhan anak politisi PKS di Cilegon, Banten. Aksi nekat itu ternyata dipicu motif ekonomi.
"Yang bersangkutan melakukan aksinya, motif ekonomi," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten Kombes Dian Setyawan dalam konferensi pers di Polres Cilegon, dilansir detikNews, Senin (5/1/2025).
Dari keterangan pelaku diketahui jika dia rugi bermain saham kripto. Awalnya pelaku menggunakan tabungannya bersama istrinya Rp 400 juta untuk modal kripto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari Rp 400 juta ini dimainkan berkembang sampai mendatangkan keuntungan senilai Rp 4 miliar," kata Dian.
Belum puas dan tergiur keuntungan lebih. Pelaku kembali bermain kripto dengan uang Rp 4 miliar itu.
"Dimainkan lagi sehingga yang bersangkutan kalah, adapun akun yang digunakan yaitu, melalui aplikasi," jelas Dian.
Setiap kalah, pelaku meminjam uang dari bank Rp 700 juta, pinjam koperasi tempat pelaku bekerja sebesar Rp 70 juta, dan meminjam pinjaman online (pinjol) Rp 50 juta.
"Tujuannya apa untuk main kripto lagi, tapi hasil yang diperoleh kalah kembali," sambungnya.
Sebagai informasi, anak politikus PKS Cilegon Maman Suherman ditemukan tewas bersimbah darah di rumah mewahnya di BBS 3 Cilegon, pada 16 Desember 2025. Bocah 9 tahun itu ditemukan tewas di lantai satu rumahnya dengan 19 luka di tubuhnya.
Polisi sempat kesulitan mengungkap kasus ini karena terkendala beberapa hal di antaranya CCTV mati sejak 2023 dan tak ada sekuriti di rumah tersebut. Hingga akhirnya menangkap pelaku HA yang terciduk sedang mencuri.
(ams/dil)












































Komentar Terbanyak
Tersangka Ijazah Palsu Eggy Sudjana dan Damai Hari Lubis Sowan ke Rumah Jokowi
Momen Pelukan Erat Jokowi-2 Tersangka Tudingan Ijazah Palsu di Solo
Kenapa Presiden Venezuela Ditangkap Amerika? Ini Penjelasannya