Momen Pembunuh Anak Politikus PKS Ngaku Saat Diinterogasi Keliling Polisi

Jabodetabek

Momen Pembunuh Anak Politikus PKS Ngaku Saat Diinterogasi Keliling Polisi

M Iqbal - detikJogja
Minggu, 04 Jan 2026 16:33 WIB
Polisi menangkap pria terduga pembunuh anak politkus PKS, Maman Suherman. (dok Istimewa)
Foto: Polisi menangkap pria terduga pembunuh anak politkus PKS, Maman Suherman. (dok Istimewa)
Jogja -

Terduga pembunuh anak politikus PKS Maman Suherman di Cilegon, Banten, berinisial HA (31) ditangkap. Pelaku mengaku membunuh korban saat diinterogasi keliling polisi.

"Iya, jadi ketika ketangkep kita interogasi dibawa muter sambil interogasi ya itu mengakui melakukan (pembunuhan) di rumah haji Maman," kata Kapolsek Cilegon AKP Firman Al Hamid saat dimintai konfirmasi, dilansir detikNews, Minggu (4/1/2026).

Saat dibawa keliling itu, pelaku mengakui membunuh bocah 9 tahun. Selama diburu polisi, pelaku mengaku tiga kali mencuri, termasuk di rumah mewah politikus PKS itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi ada beberapa TKP, itu 3 TKP, haji Maman, haji Rois, sama TKP satu lagi, 4 hari lalu," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Dari hasil penggeladahan terhadap pelaku, ditemukan alat bukti yang diduga digunakan saat mencuri di rumah eks anggota DPRD Cilegon Risudin Sayuri.

"Sebenernya kalau ngeliat modusnya niatan untuk merampok karena ada peralatan kayak kunci pas yang dibuat kayak obeng. Diduga bawa senpi mainan, dan obeng, pisau," ujarnya.

Sebagai informasi, anak politikus PKS Cilegon Maman Suherman tewas dibunuh di rumahnya di perumahan BBS 3 Cilegon, pada 16 Desember lalu. Bocah 9 tahun itu ditemukan tewas bersimbah darah dengan 19 luka di lantai satu rumah mewah tersebut.

Pengungkapan kasus ini pun sempat terkendala karena CCTV rumah itu mati sejak 2023. Selain itu, tak ada sekuriti di rumah tersebut.

Pelaku Ditangkap Saat Mencuri

Kapolsek Cilegon AKP Firman Al Hamid mengaku awalnya mendapat laporan pencurian di rumah eks anggota DPRD Cilegon Roisudin Sayuri.

"Awalnya kita dapat info dari warga di sekitaran TKP rumahnya (anggota) Dewan Rois karena ada orang yang masuk ke rumahnya Dewan, kepergok sama pembantu. Pembantu takut, teriak, kabur ke (dalam) rumah dan minta tolong ke warga, warga nelepon kami," kata Firman saat dimintai konfirmasi, Sabtu (3/1).



(ams/apu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads