Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) melalui Resort Konservasi Wilayah Gunungkidul telah mendatangi lokasi penemuan jejak diduga harimau di Panggul Kulon, Candirejo, Semanu, Gunungkidul. Hasilnya, BKSDA mengaku belum bisa memastikan jenis jejak tersebut karena minim data.
"Kami sudah melakukan pengecekan di lokasi dan hasilnya minim sekali data," kata Koordinator Resort Konservasi Wilayah Gunungkidul, Tugimayanto kepada wartawan di Semanu, Gunungkidul, Jumat (2/1/2026).
Minimnya data itu karena tanda jejak diduga harimau tersebut sudah hilang akibat hujan. Hal itu membuat BKSDA kesulitan dalam mengukur dan menganalisa jejak yang dimaksud.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena tanda jejaknya sudah tidak ada akibat hujan deras yang turun kemarin. Jadi kami tidak bisa mengukur berapa besaran jejaknya, dan karena itu kita belum memastikan untuk jenis jejak apa," ucapnya.
Akan tetapi, Tugimayanto mengaku akan tetap melakukan monitoring di lokasi temuan jejak diduga harimau tersebut.
"Tapi kami akan tetap melakukan pengawasan, maksudnya kami selalu monitor keberadaan satwa ini. Karena ini juga salah satu satwa yang dilindungi undang-undang," ujarnya.
Terlepas dari hal tersebut, Tugimayanto mengungkapkan bahwa di Gunungkidul masih terdapat habitat macan tutul, salah satunya di Girisubo, Gunungkidul. Namun untuk habitat harimau, Tugimayanto menyebut sudah tidak ada
"Memang untuk wilayah Gunungkidul, untuk jenis macan tutul masih ada tapi jumlahnya sangat sedikit. Tapi kalau keberadaan harimau sudah tidak ada. Jadi kalaupun ada itu mungkin jenis macan tutul, tapi itupun kami belum bisa memastikan," katanya.
Diberitakan sebelumnya, postingan video berupa penampakan jejak diduga harimau di proyek pembangunan pondok pesantren (Ponpes) Semanu, Gunungkidul ramai di media sosial (Medsos). Warga menyebut jejak tersebut merupakan jejak harimau, dan sudah sering muncul saat musim kemarau.
"Seorang pekerja proyek pembangunan Ponpes di wilayah Kapanewon Semanu merekam penemuan jejak yang mirip dengan kaki harimau, Jumat (02/01/2026)," kata akun Instagram @gunungkidul.update seperti dilihat detikJogja hari ini.
Saksi sekaligus pekerja bangunan di ponpes tersebut, Heru Purwanto (56) menjelaskan, bahwa temuan jejak itu terjadi beberapa hari lalu. Di mana saat itu Heru hendak berangkat ke tempat kerjanya.
"Tiga hari yang lalu, pagi-pagi saya datang ke sini mau kerja lihat jejak harimau, itu jejaknya besar sekali seukuran telapak sapi. Tapi jejak itu sudah hilang karena kemarin kan hujan deras sekali," katanya kepada wartawan di Semanu, Gunungkidul, Jumat (2/1/2026).
(alg/aku)












































Komentar Terbanyak
Kenapa Presiden Venezuela Ditangkap Amerika? Ini Penjelasannya
BNN Bongkar Dapur Happy Water Saset-Vape Etomidate di Ancol
Potret Masjid Al Huda Gunungkidul Sebelum Dirobohkan gegara 'Prank' Donatur