Apa Saja Gejala Super Flu Subclade K yang Membedakannya dengan Flu Biasa?

Apa Saja Gejala Super Flu Subclade K yang Membedakannya dengan Flu Biasa?

Anindya Milagsita - detikJogja
Kamis, 01 Jan 2026 14:26 WIB
Apa Saja Gejala Super Flu Subclade K yang Membedakannya dengan Flu Biasa?
Ilustrasi flu. (Foto: Getty Images/mapo)
Jogja -

Belakangan ini, ada gangguan kesehatan berupa super flu yang hangat diperbincangkan. Terlebih lagi super flu biasanya ditandai dengan gejala yang lebih parah dalam durasi waktu yang lebih lama.

Apa itu super flu? Istilah super flu atau yang juga dikenal sebagai Subclade K adalah subkelompok baru dari virus flu musiman, yaitu virus influenza H3N2. Seperti dijelaskan dalam laman Vaccines Work, Subclade K memiliki hubungan yang erat dengan virus flu musiman yang sudah ada sebelumnya.

Namun, Subclade K ini memiliki genetik yang berbeda dengan jenis lainnya. Dikatakan para ilmuwan baru menemukan varian baru subclade K ini pertama kali di bulan Juni 2025 kemarin. Perkembangannya yang cukup pesat di sejumlah negara membuatnya mendapatkan perhatian penuh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak hanya di kalangan peneliti saja, tetapi juga masyarakat secara umum. Direktur World Influenza Centre, Prof Nicola Lewis, menyebut para ilmuwan hingga kini masih terus melakukan pengamatan secara cermat terhadap Subclade K yang lebih dikenal dengan istilah super flu ini.

"Memang benar bahwa clade genetik baru H3 ini bersifat baru, tetapi virus flu berevolusi secara konsisten sepanjang waktu, dan tugas kita sebagai ilmuwan adalah melacak evolusi tersebut. Saat ini belum ada sinyal yang menunjukkan adanya sesuatu yang luar biasa tentang cara virus ini berevolusi," jelas Prof Lewis.

ADVERTISEMENT

Lantas, apa saja gejala super flu Subclade K yang membedakannya dengan flu biasa?

Poin Utamanya:

  • Super flu bukan istilah medis resmi, melainkan sebutan untuk subvarian influenza (Subclade K) yang lebih menular, muncul lebih awal, dan menimbulkan gejala lebih berat dibandingkan flu biasa.
  • Gejala flu super cenderung lebih parah, meliputi demam tinggi, kelelahan ekstrem, nyeri tubuh hebat, sakit kepala, batuk berkepanjangan, hingga penurunan nafsu makan, dengan risiko lebih besar pada lansia dan anak-anak.
  • Pencegahan utama adalah vaksin dan kebiasaan sehat, seperti vaksin flu rutin, menjaga kebersihan tangan, ventilasi ruangan, membatasi kontak saat sakit, dan memakai masker jika memiliki gejala.

Beda Super Flu dengan Flu Biasa Itu Apa?

Sebenarnya super flu bukanlah istilah ilmiah yang secara resmi diperkenalkan oleh para ilmuwan. Sebaliknya, istilah tersebut menggambarkan penyebarannya yang berlangsung dengan amat cepat di sejumlah belahan bumi selama musim liburan tahun kemarin berlangsung.

Menurut laman Pharmacy Clinic Edinburgh, tidak ada nama virus resmi yang disebut sebagai super flu. Namun, istilah super flu dapat digunakan untuk menggambarkan strain atau subkelompok influenza yang parah dan beredar selama musim liburan.

Masih dijelaskan dari sumber yang sama, super flu tidak dapat begitu saja disebut sebagai flu biasa. Sebab, ada gejala yang terasa lebih berat dan mungkin cukup berisiko pada kalangan usia tertentu.

Misalnya saja Subclade K bisa menunjukkan gejala yang cukup signifikan bagi orang dewasa yang sudah lanjut usia. Bahkan musim Subclade K ini bisa saja dimulai sekitar 4-5 minggu lebih awal dibandingkan flu biasanya.

Lebih lanjut, dijelaskan dalam laman Medical Science Division University of Oxford, super flu memiliki musim yang dimulai lebih awal. Kendati begitu, penyebaran virus atau tingkat keparahannya masih berada dalam batas yang normal untuk sebuah musim flu.

Untungnya, Subclade K ini masih bisa diatasi dengan cukup baik. Ini dikarenakan Subclade K dapat dikenali oleh kekebalan tubuh kita. Untuk itu, vaksin flu bisa diberikan secara berkala agar dapat mencegah gejala dari terjangkitnya virus subclade K ini semakin parah.

Selain menunjukkan gejala yang lebih parah, subvarian influenza yang satu ini juga dikenal lebih menular dibandingkan varian lainnya. Melalui laman The Charlotte Observer, spesialis penyakit menular di UNC Health, Dr David Weber, menjelaskan gambaran penularan dari Subclade K ini.

"Jelas, virus ini mengalahkan jenis flu lainnya, yang menunjukkan bahwa virus ini lebih menular," ujarnya.

Bagaimana Gejala Super Flu?

Salah satu hal yang cukup dikhawatirkan oleh beberapa orang tentang super flu ini adalah gejalanya. Lantaran virus turunan dari influenza ini disebut-sebut memiliki tingkat keparahan yang lebih tinggi.

Masih mengacu dari Pharmacy Clinic Edinburgh, beberapa gejala yang mungkin akan dialami seseorang saat terkena super flu di antaranya ada:

  1. Sakit kepala yang disertai demam tinggi
  2. Kelelahan yang ekstrem
  3. Nafsu makan yang menurun
  4. Badan terasa panas-dingin
  5. Nyeri bagian tubuh yang begitu hebat
  6. Batuk kering yang tidak berkesudahan

Sementara itu, Prevention turut menjelaskan beberapa gejala dari super flu atau Subclade K ini yang bisa saja memiliki tingkat intensitas sedang sampai parah. Berikut beberapa di antaranya:

  1. Batuk
  2. Demam
  3. Kelelahan
  4. Sakit kepala
  5. Hidung tersumbat
  6. Sakit tenggorokan
  7. Nyeri di bagian otot atau badan

Cara Mencegah agar Tidak Terkena Super Flu

Lantas, bagaimana ya cara mencegah agar tidak terjangkit super flu ini? Beberapa ahli menekankan pentingnya vaksin agar bisa lebih terlindungi dari subvarian influenza ini. Masih dijelaskan dalam laman Prevention, profesor dari University at Buffalo bernama Thomas Russo dan peneliti senior asal Johns Hopkins bernama Amesh A. Adalja, MD, memberikan saran vaksin sebagai bentuk langkah preventif.

"Vaksin ini masih memberikan perlindungan terhadap penyakit parah akibat varian [subclade] K," jelas Dr Adalja.

Dr Russo juga menyatakan pendapat yang sama, "Meskipun vaksin ini bukan yang paling tepat, vaksin ini dapat mengurangi kemungkinan Anda dirawat di rumah sakit dan mengalami dampak buruk."

Hal senada juga disampaikan dalam laman The Conversation, vaksin bisa memberikan perlindungan secara efektif terhadap flu yang berat. Bahkan ada sekitar 30-40% kemungkinan orang dewasa untuk dirawat di rumah sakit saat terjangkit virus ini. Usia anak-anak bahkan lebih tinggi tingkat probabilitasnya. Sekitar 70-75% bagi anak-anak kemungkinan harus dirawat di rumah sakit akibat flu ini.

Konsultan UK Health Security Agency (UKHSA), Dr Alex Allen, memberikan saran sederhana agar bisa terhindar dari penyebaran flu ini. Masyarakat disarankan untuk secara proaktif menjaga kesehatan dan juga kebersihan lingkungan sekitarnya.

"Ada langkah-langkah sederhana yang dapat kita semua lakukan untuk melindungi satu sama lain saat berinteraksi di dalam ruangan," jelas Dr Allen.

"Jika Anda memiliki gejala flu atau COVID-19, termasuk demam tinggi, batuk, dan merasa lelah atau pegal-pegal, Anda harus berusaha meminimalkan kontak dengan orang lain, terutama mereka yang lebih rentan. Mencuci tangan secara teratur dan memastikan ruang dalam ruangan berventilasi baik sangat membantu, dan kami menyarankan mereka yang memiliki gejala dan perlu keluar rumah untuk mempertimbangkan mengenakan masker wajah," lanjutnya.

Itulah tadi penjelasan mengenai gejala super flu serta bedanya dengan flu biasa dan cara mencegahnya. Semoga membantu, ya.




(sto/ams)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads