Dunia komedi Jogja berduka. Pelawak Bambang Joko Purnomo yang akrab disapa Bambang Rabiyes telah tutup usia kemarin. Keluarganya mengenang Bambang Rabiyes sebagai pelawak yang khas dan spontan.
Meninggal di Usia 55 Tahun
Dalam kabar lelayu yang diterima detikJogja dari salah seorang seniman Jogja, Danang Marto Paidi atau Danang Manyul, disebutkan bahwa Bambang Joko Purnomo meninggal di usia 55 tahun pada Rabu 24 Desember 2025 pukul 00.54 WIB di Rumah Sakit Panti Nugroho Sleman.
Setelah disemayamkan di rumah duka di Pandowoharjo, Sleman, jenazah Bambang lalu dimakamkan di Kastubo Mulyo, Sasanalaya Pajangan, Pandowoharjo, Sleman, Rabu (24/12) siang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Bambang Rabiyes merupakan putra dari Ki Sugito, yang mendirikan grup seni bersama PS Bayu. Bersama kembarannya, mereka dikenal sebagai Gito Gati.
Pelawak legendaris Jogja, Bambang Joko Purnomo atau yang dikenal dengan nama panggung Bambang Rabies meninggal dunia, Rabu (24/12/2025) Foto: Jauh Hari Wawan S/detikJogja |
Pelayat Diiringi Alunan Gamelan
Kemarin, ratusan orang melayat ke rumah duka Bambang Rabiyes. Sejumlah karangan bunga berjejer di gang rumahnya. Suasana haru terasa ketika alunan gamelan mengiringi kepergian Bambang Rabiyes.
"Rabiyes itu sakit, sudah satu tahun terakhir ini stroke," kata Ki Edi Suwondo, kakak almarhum, saat ditemui detikJogja di rumah duka, Rabu (24/12/2025).
Mengenang Lawakan Khas Rabiyes
Suwondo mengenang adiknya sebagai komedian kondang di Jawa.
"Rabiyes itu pelawak favorit di wilayah Jawa. Karakternya familiar sekali di masyarakat desa dengan Rabiyes itu, dari Semarang ke Jawa Timur. Sangat profesional betul," ujarnya.
Meski gaya dagelannya terdengar kasar, namun di situlah puncak dari kelucuan yang dibawakan Rabiyes. Gaya melawaknya pun banyak ditiru masyarakat.
"Ciri khasnya sering dipakai, menirukan Rabiyes itu seperti 'sopo wi?' kemudian ketawa yang nyeleneh. Nah itu dadi gerrr, karena dekat dengan publik, sudah tahu Rabiyes itu yang ditirukan," ujarnya.
Menurut Suwondo, Rabiyes bukan sekadar pelawak yang menghafal teks, tapi seorang seniman panggung yang spontan dan luwes.
Bagi Suwondo, daya tarik utama adiknya bukan hanya pada kata-kata lucu yang dilontarkan. Penampilan Bambang di atas panggung selalu terasa segar karena dia memiliki ciri khas gaya cengengesan dan gerak akting yang spontan tanpa dibuat-buat.
Sosok Ayah yang Tegas
Whisky Bagus Nugroho, sang anak, mengenang sosok ayahnya. Meski di atas panggung penuh banyolan, Bambang Rabiyes merupakan sosok ayah yang tegas .
"Bapak itu tokoh yang simpel tapi tegas dalam mendidik anak. Itu yang saya kagum," ujarnya.
Sebelum kepergiannya, Rabiyes juga menitipkan wasiat yang mendalam. Rabiyes ingin agar anak-anaknya rukun dan terus berjuang di dunia seni dan budaya.
"Yang pertama, anak cucu keturunan harus rukun, yang kedua harus meneruskan perjuangan dalam mengembangkan seni dan budaya. Saya di dunia lawak, lalu adik saya Brendy di pedalangan," pungkas Whisky.
(dil/dil)













































Komentar Terbanyak
Inara Rusli Ungkap Proses Damai dengan Insanul Fahmi: Bagaimanapun Suami Saya
Kala Bakul Sate di Kawasan Malioboro Ditertibkan Satpol PP
Viral Wisatawan Keluhkan Harga 3 Porsi Gudeg-Es Teh Rp 85 Ribu di Malioboro