Viral Murid SMSR Jogja Pasang Poster Tolak Penebangan Pohon di Sekolah

Viral Murid SMSR Jogja Pasang Poster Tolak Penebangan Pohon di Sekolah

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Selasa, 23 Des 2025 12:44 WIB
Viral Murid SMSR Jogja Pasang Poster Tolak Penebangan Pohon di Sekolah
Salah satu pohon munggur di depan SMSR Jogja yang menjadi penyebab adanya unjuk rasa dari murid, Selasa (23/12/2025). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja
Bantul -

Postingan berupa aksi unjuk rasa murid SMKN 3 Kasihan atau yang dikenal Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR) Jogja soal penebangan pohon munggur ramai di media sosial (Medsos). Puluhan siswa disebut melakukan penempelan poster dan pemasangan spanduk tanpa adanya orasi.

"Puluhan siswa SMSR(Sekolah Menengah Seni Rupa) Jogja melakukan unjuk rasa pada 22/12/25, unjuk rasa ditujukan kepada kepala sekolah SMSR Jogja yang akan menebang pohon munggur besar yang telah menjadi identitas dari sekolah tersebut. Selain itu unjuk rasa juga dilakukan untuk melengserkan kepala sekolah akibat kepala sekolah tersebut sering membuat peraturan sekolah yang dianggap mematikan kreativitas para calon2 seniman yang bersekolah di sekolah tersebut," kata akun Instagram @merapi_uncover seperti dilihat detikJogja hari ini.

Pantauan detikJogja, tampak suasana di SMSR Jogja sangat lengang dan tidak ada aktivitas belajar mengajar. Selain itu, tampak pula tempelan kertas HVS berisi tulisan di tempat duduk hingga tiang listrik yang sudah disobek.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Prodi (Kaprodi) Kriya SMSR Jogja, Marsidik, menjelaskan, bahwa awalnya sedang berada di lobi sekolah. Selanjutnya, sekitar pukul 13.00 WIB sejumlah murid berjalan kaki mendatangi depan lobi. Hal tersebut membuat Marsidik keluar dari lobi untuk memastikannya.

Beberapa pamflet yang terpasang di sekitar SMSR Jogja, tampak semua pamflet telah disobek, Selasa (23/12/2025).Beberapa pamflet yang terpasang di sekitar SMSR Jogja, tampak semua pamflet telah disobek, Selasa (23/12/2025). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja

ADVERTISEMENT

"Saya keluar dari lobi anak-anak datang, mereka terdiri dari murid kelas 11,12 dan 13 dengan jumlah sekitar 30 orang. Mereka datang sambil membawa spanduk," katanya kepada detikJogja di Kasihan, Bantul, Selasa (23/12/2025).

Marsidik lalu menanyakan maksud kedatangan murid-murid tersebut. Pasalnya murid-murid telah menerima rapor hari Kamis (18/12) dan saat ini mereka seharusnya libur sekolah.

"Saya sempat tanya siapa koordinatornya dan dijawab salah satu peserta kalau tidak tahu dan hanya datang saja, ternyata saya tanya-tanya lainnya juga tidak ada koordinatornya. Lalu saya tanya tuntutanmu apa juga tidak dijawab, dan saya tanya kordinator juga tidak ada," ujarnya.

Marsidik pun tidak bisa menahan murid-murid itu untuk menyampaikan aspirasi meski tidak ada orasi dan sebagainya. Namun, Marsidim berpesan agar tidak menempelkan poster dan melakukan vandalisme di tembok.

"Saya tidak bisa menahan, hanya bilang jangan vandal di tembok dan menempel kertas di tembok. Jadi mereka hanya memasang poster-poster itu saja dan menali-nali spanduk, mereka juga hanya diam saja selama menempel-nempel itu," ucapnya.

Menurutnya, ada lima spanduk yang terpasang di sekitar SMSR Jogja, spanduk itu salah satunya meminta Kepala SMSR untuk hengkang. Sedangkan untuk poster dan kertas HVS jumlahnya banyak.

"Jadi kalau unjuk rasa itu tidak ada, hanya aksi menempelkan itu (poster) saja. Lalu 15.30 itu mereka bubar, sudah itu saja," katanya.

Bahkan, sore harinya pihak SMSR telah mencopoti spanduk dan melepas poster yang tertempel di sejumlah titik. Marsidik menyebut tuntutan murid-murid itu salah satunya terkait dengan rencana penebangan dua pohon munggur berukuran besar di SMSR Jogja.

"Tapi untuk dua pohon munggur itu tidak jadi ditebang, dan kami berniat membuka ruang diskusi dengan murid untuk mencari solusinya seperti apa," ujarnya.




(afn/aku)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads