Apa Bedanya Ayam Pejantan, Ayam Broiler, dan Ayam Potong? Ini Ciri-cirinya

Apa Bedanya Ayam Pejantan, Ayam Broiler, dan Ayam Potong? Ini Ciri-cirinya

Anindya Milagsita - detikJogja
Selasa, 11 Nov 2025 11:18 WIB
Sebuah peternakan di Cimincrang, Bandung, Jawa Barat, diisi penuh ayam broiler. Seperti apa penampakannya?
Ilustrasi ayam broiler. Foto: Satria Nandha
Jogja -

Saat hendak membeli daging ayam kamu mungkin bingung dengan istilah ayam pejantan, ayam broiler, hingga ayam potong. Lantas, apa ya perbedaan ayam pejantan, broiler, dan potong ini?

Untuk diketahui, ada begitu banyak istilah jenis ayam yang biasanya kita jumpai sehari-hari. Kamu mungkin pernah mendengar istilah ayam pejantan, tapi tidak jarang juga ada ayam broiler dan ayam potong yang tak kalah familiar.

Kendati begitu, ada perbedaan mengenai ayam pejantan, broiler, dan potong yang patut untuk diketahui. Sebagai referensi, mari simak perbedaan ayam pejantan, broiler, dan potong berikut ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Poin Utamanya:

  • Ayam pejantan dipelihara untuk mengawini betina, ayam broiler dikembangbiakkan khusus untuk produksi daging cepat, sedangkan ayam potong merupakan istilah umum bagi semua ayam yang diternakkan untuk disembelih.
  • Daging ayam pejantan lebih padat dan kenyal, sementara ayam broiler memiliki serat lembut dan mudah empuk, sehingga lebih populer untuk konsumsi harian.
  • Ayam pejantan terkenal kuat dan tangguh, sedangkan ayam broiler cenderung rentan terhadap penyakit, dan ketahanan ayam potong tergantung jenis serta perawatannya.

ADVERTISEMENT

Apa Itu Ayam Pejantan?

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk memahami bedanya ayam pejantan, ayam broiler dan ayam potong adalah dengan mencermati satu per satu penjelasannya. Mari mengawalinya dengan ayam pejantan terlebih dahulu.

Seperti namanya, ayam pejantan adalah jenis ayam yang biasanya sengaja dirawat atau dipelihara sebagai pejantan. Dalam hal ini keberadaan ayam-ayam pejantan untuk membuahi para betinanya.

Menurut buku 'Buku Lengkap Beternak dan Berbisnis Ayam Kampung, Ayam Pedaging, & Ayam Arab' oleh Um_Mulyadi, ayam pejantan biasanya memiliki fisik dan kualitas yang baik. Ini dikarenakan nantinya ayam-ayam pejantan akan menghasilkan anakan yang unggul.

Beberapa ciri ayam pejantan dapat dilihat pada bagian tubuh yang tegap dan kekar. Lalu punya bulu yang sehat dan kaki yang kokoh. Tingkah laku yang aktif juga turut menandai ayam pejantan memiliki kualitas yang unggul.

Sementara itu, di dalam buku 'Panduan Lengkap Ayam' karya Prof Dr Ir Iman Rahayu HS, MS, dkk., ayam pejantan memiliki dua jenis berbeda. Satu dijadikan sebagai pejantan yang akan dikawinkan dengan ayam betina, lalu sisanya akan dijual sebagai ayam pedaging.

Ayam jantan sebagai pejantan punya ciri fisik yang bagus. Kemudian ayam pejantan juga perlu memiliki ciri perilaku yang dalam kondisi baik. Entah itu selama proses kawin dengan betina atau tindakan yang tidak mengarah pada agresif. Ini dikarenakan ayam pejantan yang agresif justru membuat ayam betina lain mengalami stres.

Apa Itu Ayam Broiler?

Selanjutnya, ada ayam broiler yang dikenal juga sebagai ayam ras pedaging. Nama ini disematkan karena ayam-ayam broiler sengaja dipelihara untuk dikomersilkan atau dijual daging dan bagian tubuh lainnya.

Di dalam buku 'Pendidikan Keterampilan' karya Herni Kusantati, dkk., ayam broiler biasanya berasal dari jenis ras unggulan yang memiliki tingkat produktivitas tinggi. Biasanya jenis ayam yang dipilih mampu memproduksi daging ayam dalam kualitas yang baik.

Ayam broiler umumnya dipelihara dengan waktu yang relatif singkat, tapi mampu membawa keuntungan yang berlipat. Ayam ras pedaging atau broiler ini bisa muncul berkat hasil pengembangan genetika pada ayam petelur. Kendati memiliki kemampuan dalam memproduksi daging tinggi dalam waktu singkat, sayangnya ayam broiler ini dikenal cukup lemah.

Jenis ayam ras pedaging cenderung lemah terhadap berbagai jenis penyakit. Inilah yang membuat ayam broiler tetap perlu diperhatikan selama proses pemeliharaan. Tidak hanya soal pakan saja tapi juga lingkungan sekitar mereka tinggal.

Lebih lanjut, ayam pedaging umumnya memiliki warna bulu yang putih. Menurut buku karya Muharlien, dkk., yang berjudul 'Ilmu Produksi Ternak Unggas', ayam pedaging termasuk tipe ayam berat karena bobot badannya yang cukup besar. Tidak hanya cepat tumbuh, ayam pedaging atau broiler ini juga menghasilkan kualitas daging dengan serat yang lunak.

Tak ayal, daging ayam broiler termasuk jenis yang paling disukai untuk dikonsumsi. Inilah yang membuat ayam broiler mudah dijumpai.

Apa Itu Ayam Potong?

Kalau sebelumnya sudah ada ayam pejantan dan broiler, lalu apa sebenarnya ayam potong itu? Berbeda dengan dua istilah ayam yang sebelumnya sudah dibahas, ayam potong justru memiliki cakupan yang lebih luas lagi.

Hal tersebut dikarenakan setiap ayam yang dipelihara untuk dipotong disebut sebagai ayam potong. Bisa dibilang ayam pejantan yang dikomersialkan dan ayam broiler dapat termasuk dalam jenis ayam potong.

Seperti dijelaskan dalam buku 'Dasar Dasar Gizi Kuliner' karya C Soejoetu, ayam potong tidak sampai bertelur, melainkan hanya diternakkan untuk dipotong dan dimanfaatkan dagingnya. Ayam potong biasanya banyak dijadikan sebagai konsumsi harian masyarakat.

Kendati begitu, beberapa orang mungkin menyebut ayam potong sebagai ayam broiler. Ini dikarenakan jenis ayam yang dipotong dan banyak dijual di pasaran umumnya berasal dari ayam broiler ini.

Tidak hanya itu saja, penyematan istilah ayam potong pada broiler juga memudahkan dalam membedakannya dengan ayam petelur. Apa itu ayam petelur? Seperti namanya, jenis ayam yang satu ini sengaja dipelihara guna menghasilkan telur yang mana berarti terdiri dari ayam-ayam betina.

Bedanya Ayam Pejantan, Broiler, dan Potong

Nah, setelah memahami pengertian masing-masing jenis ayam berupa pejantan, broiler, dan potong, saatnya mengerti perbedaan di antara ketiganya. Untuk lebih memudahkan dalam mencermatinya, berikut perbedaan ayam pejantan, broiler, dan potong yang didasarkan pada pembahasan sebelumnya.

1. Tujuan Pemeliharaan

Baik ayam pejantan, broiler, atau potong memiliki tujuan pemeliharaan yang berbeda-beda. Pada ayam pejantan tujuannya sebagai pejantan untuk mengawini ayam betina. Inilah yang membuat kualitas ayam pejantan biasanya unggul, kuat, dan sehat. Sebaliknya, ayam pejantan yang tidak diperuntukkan sebagai pejantan, maka dapat dimanfaatkan dalam wujud komersial dengan diambil dagingnya.

Lain halnya dengan ayam broiler dan ayam potong yang tujuannya guna dijual dagingnya. Biasanya ayam broiler punya tingkat pertumbuhan yang cenderung cepat dan efisien, terutama dalam memproduksi daging yang jumlahnya lebih besar. Sementara itu, ayam potong menjadi istilah umum yang menggambarkan jenis ayam yang tujuan pemeliharaannya untuk dipotong.

2. Karakter Daging

Ayam pejantan dan broiler punya karakteristik daging yang berbeda. Pada ayam pejantan biasanya punya tekstur yang lebih padat. Inilah yang membuat pada beberapa daging ayam pejantan perlu dimasak dalam waktu yang tidak sebentar guna menciptakan tekstur yang empuk.

Hal ini berbeda dengan ayam broiler yang punya daging yang punya serat lebih halus. Nah, karakteristik daging ayam broiler inilah yang membuatnya dikenal empuk saat disantap. Tak heran, daging ayam broiler bisa dibilang cukup jadi andalan sejumlah orang.

3. Ketahanan Fisik

Ayam pejantan umumnya memiliki kualitas yang unggul karena awalnya dimaksudkan sebagai pejantan bagi ayam betinanya. Ada juga beberapa ayam pejantan yang berakhir sebagai ayam potong karena pertimbangan tertentu. Kendati begitu, ketahanan fisik ayam pejantan bisa dibilang cukup baik.

Tak hanya fisiknya yang gagah dan kuat, tapi daya tahan tubuhnya yang cukup tangguh. Ini berbeda dengan ayam broiler yang justru lebih lemah terhadap berbagai penyakit. Jenis ayam ini memanglah unggul dalam segi produktivitas dagingnya, tapi daya tahan tubuhnya yang cukup rendah membuatnya tetap perlu mendapatkan perhatian.

Khusus ayam potong ketahanan fisiknya tergantung pada jenis ayam yang dipotong. Tidak hanya itu saja, ada juga berbagai faktor lainnya yang membuat ketahanan fisik setiap ayam punya kondisi yang berbeda-beda. Entah dari segi pakan, lingkungan tempat tinggal, perlakuan, hingga aspek lainnya.

Demikian tadi penjelasan mengenai perbedaan ayam pejantan, ayam broiler, dan ayam potong. Semoga mampu menjawab rasa penasaran kamu, ya.



(par/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads