Eks jaksa militer Israel, Yofat Tomer-Yerushalmi, ditangkap kepolisian setempat usai kantornya menyebarkan video penyiksaan yang dilakukan tentara kepada tahanan Palestina. Video itu dirilis kantor Yofat dan disiarkan di stasiun televisi lokal.
Dilansir detikNews dari AFP, Senin (3/11/2025), diketahui video itu bocor ke media pada 2024 lalu. Polemik soal penyebaran video itu kembali mencuat usai Yofat menghilang menyatakan pengunduran diri sebagai Kepala Advokat Jenderal Militer.
Diketahui, Yofat mengundurkan diri pada 3 Oktober lalu dan menghilang pada Minggu (2/11). Menghilangnya Yofat juga sempat memunculkan spekulasi yang bersangkutan mengakhiri hidupnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut salinan surat pengunduran dirinya yang dipublikasikan media-media Israel pada Jumat (31/10) lalu, Tomer-Yerushalmi mengakui bahwa kantornya telah merilis video tersebut ke media tahun lalu.
Keberadaan Yofat terungkap usai Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, membuat pernyataan via Telegram Yofat ditangkap pada Senin (3/11).
Ben Gvir kembali menyinggung soal video penyiksaan itu dan menyebut "pentingnya... melakukan penyelidikan secara profesional untuk mengungkap kebenaran sepenuhnya terkait kasus yang menyebabkan fitnah berdarah terhadap tentara IDF (Angkatan Bersenjata Israel)".
Diketahui, video penganiayaan tahanan Palestina, yang diambil dari rekaman kamera keamanan di pusat penahanan itu, ditayangkan televisi lokal Israel, Channel 12 dan sejumlah media lainnya, hingga memicu kemarahan internasional dan protes di dalam wilayah Israel sendiri.
Usai video itu bocor, lima tentara cadangan Israel telah didakwa atas penggunaan "benda tajam" untuk menusuk tahanan Palestina di dekat dubur.
(afn/dil)












































Komentar Terbanyak
Kenapa Presiden Venezuela Ditangkap Amerika? Ini Penjelasannya
BNN Bongkar Dapur Happy Water Saset-Vape Etomidate di Ancol
Potret Masjid Al Huda Gunungkidul Sebelum Dirobohkan gegara 'Prank' Donatur